Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Monday, June 19, 2017

Toure de Singapore part 7 – River Taxi

Sumber : todayonline.com
Selain dengan jalur darat (Train, Taxi, Bus) ada cara lain yang bisa disebut menarik dan unik untuk menjelajahi Singapura dengan menggunakan fasilitas Taksi Sungai (River Taxi). Singapore River Cruise beroperasi setiap hari pukul 09.00 – 23.00 dengan perjalanan terakhir berangkat pukul 10.30. ada juga Ducktours’ HIPPO River Cruise yang beroperasi setiap hari pukul 10.30 – 22.30. untuk Singapore River Cruise anda bisa menghubungi telp (65)6336 6111 dan HIPPO River Cruise di no telp (65)6338 6877. Dengan River Taxi para wisatawan bisa menikmati Singapura dar atas air. Melintasi area Marina Bay dan area lainnya di Singapura dengan sensai lain dari biasanya. Happy Travelling

Toure de Singapore part 5 – Macritchie Reservoir


Macritchie Reservior merupakan salah satu daerah bersejarah di Singapura. Dengan menggunakan Bus atau MRT, anda bisa mengunjungi waduk yang mempunyai peran pengting bagi Singapura di masa silam. Waduk ini selesai dibangun pada 1868 untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan air. Tempat ini pada masa sekarang sering digunakan dan menjadi populer untuk kegiatan olah raga air seperti kayak dan kano. Lokasi ini memiliki lima rute yang salah satunya terdapat sebuah jembatan gantung HSBC Tree Top Walk. Jembatan tersebut berada pada ketinggian sekitar 25 meter di atas permukaan tanah dengan panjang jembatan mencapai 250 meter. Dari jembatan tersebut para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam indah di sekitarnya.


Lokasi ini berada di alamat MacRitchie Reservoir Park. Waktu buka pukul 07.00 – 19.00 setiap harinya. Harga tiketnya pun gratis alias tidak dipungut biaya untuk menikmati panorama ini. Untuk sampai ke lokasi ini bisa menggunakan MRT Circle Line, lalu turun di stasiun Marymount (CC16). Bisa juga menghubungi (64)6468 5736. Happy Travelling.



Toure de Singapore part 4 – Gardens by the Bay


Yups, destinasi selanjutnya ke garden by the Bay. Garden berarti kebun. Memang benar kebun ini merupakan sebuah taman seluas 101 hektare yang merupakan hasil reklamasi yang berdekatan dengan Marina Reservoir. Saya dan istri datang ke sini masih siang, padahal sebetulnya lokasi ini lebih indah dan eksotis dikunjungi pada malam hari. Taman ini terdiri atas tiga kebun Waterfront : Bay South Garden, Bay East Garden, dan Bay Central Garden.
Kebun ini memiliki dua buah kubah yang bisa anda kunjungi, yaitu The Flower dome dan The Coud Forrest. The Flower Dome memiliki tinggi sekitar 38 meter dengan luas 1,2 hektare yang berisi tanaman-tanaman tak lazim ditemui, karena biasanya tanaman-tanaman itu kdapat ditemukan di daerah yang bersuhu antara 23 – 27 derajat celcius dan memiliki 7 bagian kebun yang menyajikan tanaman-tanaman lucu. Lain halnya dengan The Cloud Forrest yang lebih sempit dari The Flower Dome, memiliki kelembaban dan dingin seperti layaknya di daerah pegunungan tropis dengan ketinggian antara 1.000 – 3.000 mdpl. Di kubah ini wisatawan bisa naik menggunakan lift kemudian turun melalui jalan yang melingkar di mana sebuah air terjun setinggi 35m menyediakan pemandangan serta udara yang menyegarkan.

Di Garden by the Bay anda juga bisa berjalan-jalan di skyway sepanjang 128m dan menghubungkan dua Supertrees dan bahkan bisa bersantai sejenak di sebuah bistro yang ada di salah satu Supertree.
Garden by the Bay beralamat di 18 Marina Gardens Drive dengan waktu buka mulai pukul 09.00 – 21.00 waktu setempat (Senin-Minggu) untuk kubah konservatorium dan skyway. Sementara taman di luar ruangan di buka dari mulai 05.00 – 02.00 waktu setempat. Harga tiket untuk masuk ke taman terbuka tidak dikenakan biaya. Tapi jika ingin masuk ke dalam kubah konservatorium anda mesti mengeluarkan biaya S$28 (dewasa) dan S$15 (anak-anak 3-12 tahun).


Untuk sampai ke sana jika menggunakan kendaraan umum, bisa menggunakan MRT Circle line turun di Bayfront station, langsung sampai di mulut taman. Happy travelling.

Toure de Singapore part 3 – Merlion Park


Masih berada di seputar Singapore River. Setelah berkunjung ke Asian Civilisations Museum berjalan sedikit ke arah timur, maka anda akan menemui Anderson Bridge, jembatan era kolonial yang merupakan bagian sirkuit Formula One. Berjalan menyusuri Anderson Bridge anda akan melihat petunjuk arah menuju Merlion Park. Sebetulnya tidak jauh dari anderson Bridge, sekitar 50m saja.

Tibalah saya di Merlion Park. The Merlion atau Singa Laut adalah makhluk mitos dengan kepala singa dan tubuh ikan yang digunakan sebagai maskot atau landmark negara Singapura. Memang ada sebutan tidak ke Singapura jika tidak mengunjungi Merlion Park. Dari segi filosofinya patung ini, tubuh ikan menggambarkan asal mula Singapura sebagai desa nelayan yang disebut Tamasek. Sedangkan kepala Singa merupakan lambang untuk nama asli Singapura yang berarti “Kota Singa”.
Simbol ini dirancang dan dibuat oleh Alec Fraser Brunner untuk logo Singapore Tourism Board (STB) yang mulai digunakan pada 26 Maret 1964. Simbol Merlion sering kita lihat di souvenir-souvenir yang biasa kita dapat sebagai oleh-oleh dari Singapura. Patung Merlion setinggi 8,6m dengan berat sekitar 70 ton ini dibangun pada November tahun 1971 – Agustus tahun 1972 oleh pematung Singapura. Patung ini pada awalnya tidak berlokasi seperti sekarang, yang dahulunya diletakkan di mulut Singapore River. Namun setelah pembangunan Esplanade Bridge, patung tersebut dipindahkan ke lokasi seperti sekarang ini (bersebrangan dengan Marina Bay Sands).


Untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini tidak dikenakan biaya alias gratis dan dibuka untuk umum selama 24 jam. Beralamat di One Fullerton, jika anda naik kendaraan umum bisa menggunakan MRT North south line atau East West line dan turun di Raffles Place Station, lalu keluar dari Exit G dan berjalan ke arah utara ke arah Singapore River, maka anda akan melihat Asian Civilisations Museum sebelum anda sampai ke taman ini. Sebetulnya ada jalan yang lebih singkat yaitu berjalan ke arah timur dari Exit G Raffles Place Station tapi jika melewati jalan itu anda tidak akan mendapatkan spot-spot foto menarik seperti jika anda mengambil jalan ke arah Singapore River. Selamat mencoba.

Toure de Singapore part 2 - Asian Civilisations Museum

Seperti ditulis pada postingan sebelumnya, bahwa Asian Civilization Museum terletak di tepian Singapore River. Lebih tepatnya beralamat di 1 Empress Place. Museum ini menyimpan berbagai artefak budaya Asia terbesar di dunia.  Dibangun pada tahun 1865 sebagai gedung pengadilan, tempat ini dikenal sebagai The Empress Place Building. Hingga pada akhir tahun 1980-an gedung ini direstorasi dan diubah fungsi menjadi sebuah museum pada tahun 2003 sebagai Asian Civilization Museum yang memamerkan lebih dari 1.500 artefak budaya Asia. Dalam galeri juga terdapat Explore Asian Zones, sebuah ruang interaktif yang bisa dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa. Cocokk juga untuk kunjungan pelajar atau sekedar jalan-jalan keluarga.

Waktu kunjungan untuk museum ini dibuka pukul 10.00 – 19.00 pada hari Senin-Minggu, kecuali Jumat tutup pukul 21-00. Harga tiket untuk masuk ke sana, S$8 untuk dewasa dan S$4 untuk lansia di atas 60 tahun.


Untuk sampai ke museum ini, anda bisa menggunakan MRT North south line atau East West line dan turun di Raffles Place Station, lalu keluar dari Exit G dan berjalan ke arah utara ke arah Singapore River, maka anda akan sampai ke museum ini. Selamat mencoba.

Toure de Singapore part 1 - Singapore River



Singapore River ini menjadi sebuah arteri yang membawa kehidupan bagi negara Singapura. Sungai ini juga bisa dianggap sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas kelahiran kota Singa ini. Jika melihat sejarah, Stamford Raffles mendarat pada tahun 1819 di tepian sungai ini. Saat ini Singapore River menjadi bagian dari Marina Reservoir yang menyimpan pasokan air bagi negara tersebut. Jika sempat mendatangi Singapore River ini, wisatawan bisa mendapatkan banyak spot foto menarik yang bisa diabadikan bersama orang-orang tersayang, karena sepanjang tepian sungai tersebut, kita bisa melihat tempat-tempat yang menggambarkan masa lalu Singapura, juga melihat Singapura masa depan yang modern.


Untuk sampai ke tempat ini, wisatawan bisa menggunakan Bus atau MRT (Mass Rappid Transit) jalur East West line atau North South line dan turun di Raffles Place Station lalu keluar lewat Exit G. Berjalan ke sebelah timur sekitar 100m maka anda akan sampai langsung ke Singapore River. Anda akan melihat Cavenagh Bridge yang dibuka sejak tahun 1870 dan masih mempertahankan konsep tua dan kuno di Singapura modern. Di seberangnya anda juga akan menemukan Asian Civilisations Museum yang merupakan museum penyimpan koleksi artefak budaya asia terbaik di dunia.

Friday, February 19, 2016

Trip ke Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya

Minggu pagi, saya dan kawan-kawan remaja masjid berencana untuk mengunjungi Gunung Galunggung di Tasikmalaya Jawa Barat. Sekalian makan-makan di tempat tinggal di kampung salah satu dari pengurus DKM hehe. Berangkat dari Cileunyi pukul setengah 8 pagi dan tiba di lokasi pukul 11 siang karena memang agak macet saat memasuki kawasan Tasikmalaya.


Untuk mencapai kawah Galungggung tdk terlalu sulit, dari tepi jalan Bandung-Tasikmalaya tepatnya di kawasan Indihiang belok kanan kearah selatan, menempuh 15km jalan desa yg agak sempit bercabang-cabang tanpa plang penunjuk jalan yg jelas, cukup membingungkan pada awalnya, jadi harus sering bertanya. Juga akan sering berpapasan dgn truk pasir yg kadangkala salah satu kendaraan harus mundur krn di bbrp bagian jalan dan belokan yg sempit


Saat ini Gunung Galunggung dapat didekati dgn aman. Kepundan Galunggung pun saat ini sudah diberi 620 anak tangga yang terlihat tanpa ujung dengan jarak sekitar 200m menuju kawah utama. Sejauh mata memandang terlihat pepohonan berwarna hijau, dengan batangnya yang nampak masih kecil-kecil. Memandang kearah dalam, dpt disaksikan 40 ha danau baru bentukan letusan 1982 berwarna kehijauan. Dari bibir kawah kita bisa melihat kota Tasik membentang.


Air danau dijaga tidak melebihi 1 juta m3 dgn mengalirkan sisanya melalui terowongan pelimpah ke sungai Cibanjaran dan Cikunir di timur kaldera. Air sungai yang cukup hangat, bisa dinikmati di pemandian bernama Cipanas atau sungainya yg berada 3km sebelum kawah tak jauh dari tempat parkir bawah.

Di area objek wisata kawah tersebut juga banyak terdapat warung-warung makan yang menjajakan, masakan, makanan-makanan ringan dan minuman segar. Di tengah-tengah kawah ada sebuah gugusan pulau kecil yang di atasnya terdapat bendera Indonesia Merah Putih yang berkibar dengan gagahnya.


Kemegahan Curug Malela Bandung Barat

Kali ini saya dan kawan-kawan mendatangi wisata air terjun di Bandung yang katanya disebut-sebut sebagai miniatur Niagara. Wisata tersebut bernama Curug Malela. Berada di Sindangjaya, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Kami bertiga berangkat pagi jam 06.30 dari Cileunyi dengan menggunakan sepeda motor saja. Berbekal makanan dan minuman secukupnya, kami tak menyangka jika perjalanan dari Cileunyi menuju lokasi Curug Malela menempuh 95km. wow. 4 jam perjalanan. Lama ya? Ya lama karena kami istirahat beberapa kali. Tapi rasa lelah kami terbayarkan dengan view curug yang begitu luar biasa.

Di lokasi Wisata ini,selain menikmati keindahan curug setinggi 60 meter serta lebar 70 meter ini,para pengunjung pun bisa bermain di sepanjang aliran sungai di bawah air terjun dan berenang. Tak lupa pastinya untuk mengabadikan moment bersama kawan-kawan untuk berfoto di sana. Airnya udah pasti dingin dan sejuk. Sayang kalo datang ke sini tanpa mencoba berenang di kaki air terjunnya.


Untuk sampai ke lokasi wisata ini, jika datang dari arah kota Bandung, terus saja sampai ke Cimahi, lanjut lagi ke arah Padalarang sampai menemukan pertigaan dengan tulisan Curug Malela ke arah kiri. Ikuti terus saja jalan itu karena tidak susah menemukan jalurnya. Banyak petunjuk arah yang akan mengarahkan kita menuju lokasi curug. Meski banyak persimpangan jalan, tapi seperti yang sudah saya bilang tadi, banyak petunjuk arahnya untuk sampai ke curug Malela. Sekitar 15 km menuju lokasi, pengunjung akan menemui jalan yang rusak dan cukup menyiksa. Jadi saya sarankan untuk menggunakan motor trail hehe. Sesampainya di lokasi parkir, pengunjung mau tidak mau harus menempuh jalan kaki sekitar 1 km menuju curug dan menikmati keindahan miniatur Niagara yang Cuma ada di Bandung. Untuk tiket masuk, pengunjung akan dikenakan tiket masuk Rp 10.000 sudah termasuk 2 orang dan 1 motor.

Vandalisme di Gunung Batu Baleendah

Saat tahu bawah di Baleendah ada bukit batu yang tampak asik untuk didatangi, saya langsung tancap gas ke sana. Cuaca sedang terik-teriknya. Panas luar biasa.

Untuk sampai ke tempat ini karena saya datang dari Cileunyi atau yang datang dari arah Bandung, dari Jl. Soekarno Hatta belok kiri di perempatan Buah Batu. Lurus saja ikuti jalan sampai bertemu dengan pertigaan ambil arah dayeuh kolot dan bertemu lagi dengan pertigaan. Ambil belok kiri. Ikuti jalan tersebt dan ambil jalan yang mau ke arah Banjaran. Bertemu lagi dengan pertigaan (banyak ya pertigaannya, tapi sebenarnya tidaklah sulit) menuju Tugu Perjuangan Baleendah, lalu ikuti jalan sebelah kiri. Kurang lebih 500 meter, kamu bisa menemukan Gunung Batu Baleendah ini.

Sampailah kami di gunung ini. ternyata ini tempat penambangan batu. Saat siang hari yang begitu panas, para pekerja tetap saja bekerja membelah batu-batu hingga terpecah menjadi ukuran-ukuran yang diinginkan. Wah, demi sesuap nasi mereka begitu giat membelah batu meski saat terik matahari. Pemandangannya sebetulnya indah, hanya saja waktu itu masih musim kemarau sekitar seminggu setelah Idul Fitri 1436 H, jadi rumput-ruputnya begitu kering.  Hal yang sangat disayangkan juga, adalah coretan-coretan cat semprot yang dilakukan oleh para vandalisme yang tidak bertanggung jawab dan tidak mencintai alamnya.

Meski cuaca panas, kami tidak membuang waktu dengan berteduh. Langsung saja kami ambil spot bagus untuk mengabadikan foto. Masa jauh-jauh datang tapi ga ambil gambar hanya gara-gara cuaca panas. Biar panas tetap eksis. Tempat ini bukan tempat wisata jadi siapapun tidak akan dipungut biaya masuk atau biaya parkir. Meski gratis dan tidak dikelola oleh dinas pariwisata, kita sebagai warga masyarakat yang baik tetap wajib menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan dengan tidak mersak atau menambah coretan di dinding-dinding batu sehingga mengurangi keindahannya.

Wednesday, February 17, 2016

LIBURAN SINGKAT DI KUALA LUMPUR MALAYSIA

Mengisi liburan singkat di negeri Jiran, merupakan pilihanku dan ketiga temanku. Yang pasti menyesuaikan dengan saku kami hehe. Kami berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan tiba di Bandara Internasional Malaysia dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.

Setibanya di Bandara, kami sudah ada yang menjemput, teman dari temanku sudah siap di depan bandara. Untungya kami memiliki kenalan di sana, jadi tidak perlu repot mencari travel tau sewa taksi.

Hotel tempat kami tinggal ternyata lumayan jauh dari bandara dan pusat kota Kuala Lumpur. Jaraknya sekitar 45 menit dari bandara dan 20 menit dari pusat kota. Tepatnya daerah Serdang. Kami sudah merencanakan akan kemana saja setelah di sana. Dan tujuan pertama kita di pagi pertama di Malaysia adalah KL central. Di KL Central ini ada berbagai tempat yang bisa dikunjungi sebagai khasnya Malaysia, misalnya Pasar Seni, China Town, Bukit Bintang, KL Tower, dan Menara Kembar Petronas.

a.       Pasar Seni
Pasar Seni yang juga di kenali dengan Central Market adalah tempat jual beli Malaysia yang asalnya adalah sebuah yang menjual barang-barang seni. Mulai dari kerajinan kaum Melayu, Dayak , kaum China dan India. Sedangkan di belakang bangunan Pasar seni ini , di khusukan kepada para pelukis. Salah satu tempat yang recomended jika berkunung ke Malaysia dan singgah di KL central.

Pasar Seni Kuala Lumpur.
Sumber : Meltedstories.com
b.      Bukit Bintang
Bukit Bintang di KL, tidaklah sama dengan Bukit Bintang di Bandung atau di Jogja.  ini Bukit Bintang merupakan daerah perbelanjaan / shopping. Tempat ini menjadi salah satu surga bagi para shopaholic. Kafe, restoran, klub, toko, mal, dan banyak lagi tempat hiburan memenuhi jalan ini. Pada akhir pekan, ribuan masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara akan memenuhi daerah Bintang Walk ini dan pusat perbelanjaan yang ada di dearah ini akan ramai sekali. Hampir setiap peristiwa besar akan dirayakan di sini malam seperti Countdown Tahun Baru, perayaan-perayaan lainnya serta fashion show, konser jalanan dan pesta-pesta jalanan.

Bukit Bintang. Sumber : tripadvisor.com

c.       Petaling Street
Jalan Petaling atau lebih dikenal dengan nama Petaling Street merupakan pusat jualan warga Cina (Chinatown) Kuala Lumpur yang banyak mengabadikan suasana tradisinya terutama sekali di waktu malam apabila para penjaja menggelar barang-barang jualan mereka untuk dijual di sepanjang jalan tersebut. Anda bisa mendapatkan segala macam barang yang berbau etnik chinese di tempat ini dan juga banyak merchandise / souvenir / oleh-oleh yang bisa anda beli di sini dengan harga cukup murah (syaratnya anda harus pintar menawar). 
Petaling Street (Chinatown)

d.      KL Tower
KL Tower. Ibaratnya di Jakarta adalah Monas. KL Tower atau biasa juga disebut menara KL adalah tempat yang paling pas untuk menikmati kota Kuala Lumpur dari atas. Dengan membeli tiket 40 Ringgit atau setara dengan Rp 150.000, pengunjung bisa sampai ke lantai 45. Kalau takut ketinggian ya jangan ke sini karena tingginya juga lumayan memacu adrenalin yaitu 421 meter.
KL Tower
e.      Petronas Twin Tower
Puas jalan-jalan mall hopping di Bukit Bintang, bisa lewat shelter di belakang Pavilion KL untuk lanjut ke KLCC. Menara kembar Petronas yang dibangun sejak 1991 – 1998, pernah menjadi menara tertinggi dunia pada tahun 1998 – 2004. Para wisatawan juga bisa naik ke Twin Towers sampai skybridge (lt.41) atau sampai observation deck (lt.86). Sayangnya, tiket untuk naik ke atas dijual dengan sistem first come first serve, dan disarankan untuk mengantri dari jam 6an (counter buka jam 8:30). Tiket tersebut sangat cepat sekali habis. So, jika ingin datang ke KLCC dengan tujuan naik ke atas menara, maka perhitungkan waktu kedatangan agar tidak kehabsan tiket.

Petronas Twin Towers
Di KL central kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengabadikan moment dengan latar yang menjadi khas di daerah tersebut. Seharian full di pusat kota untuk menikmati liburan singkat kami hingga kami kembali ke hotel sekitar jam 23.00 waktu Malaysia.

Perjalanan selanjutnya di hari kedua, kami menuju Batu Caves. Yang khas di Batu Caves adalah Patung Dewa Murugan (Lord Murugan) berdiri dengan agung membelakangi tebing batu, mengadapi ratusan pengunjung yang berkerumun di bawahnya. Patung Murugan di Batu Caves ini adalah patung Murugan tertinggi di dunia. Di belakang patung Murugan terdapat 272 anak tangga untuk mencapai ke kuil dala goa. Juga jalan untuk menuju ke Dark Caves, goa yang di dalamnya merupakan tempat hewan-hewan kuno dan terdapat peninggalan jutaan tahun silam.

Patung Dewaa Murugan tertinggi di dunia

Dark Cave
Transportasi
Untuk mengelilingi pusat Kota Kuala Lumpur, ada berbagai fasilitas transportasi yang bisa digunakan. Bas (Bus), Texi (Taksi), dan Tren (Kereta). Ongkosnya pun relatif murah. Tidak jauh dengan di Indonesia. Dengan proses pembelian tiket yang begitu tertib (untuk tren tiket dilayani oleh mesin seperti membeli minuman dengan koin). Apalagi di sekitar KL central itu ada transportasi Bas gratis yang disebut GO KL. Bas gratis dengan fasilitas wifi gratis pula. Intinya, kesemua tempat di KL yang saya sebut bisa dijangkau dengan GO KL. Dengan kata lain, kita bisa keliling-keliling KL central secara gratis.

GO KL Bas. Sumber : Kuala-lumpur.ws 
Makanan
Untuk makanan tidak perlu khawatir karena banyak makanan yang enak juga harganya bersahabat. Tidak sulit mencari makanan halal. Misalnya saja nasi kebuli dan ayam ditambah sup cuma Rm 6 atau sekitar Rp 25.000. atau macam-macam nasi goreng hanya Rm 5., atau sekitar Rp 17.000. murah bukan. Jika ingin hemat dalam pengeluaran uang makan, disarankan membeli makanan di kedai-kedai sederhana saja, tidak di restoran mewah karena banyak kedai-kedai yang murah juga enak dan yang pasti halal. Oh ya, di malam terakhir kami di Malay, kami makan malam tidak jauh dari hotel, hanya menyebrang jalan. Makan di sebuah kedai sederhana. Ternyata yang melayani kami adalah orang Indonesia. Wow bagi kami itu sangat berkesan bertemu dengan orang Indonesia di sana.

Setelah makan kami kembali ke hotel. Namun ada perasaan yang mengganjal buat saya. Saya lupa menanyakan siapa nama Ibu di kedai tadi. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi ke kedai itu sendirian, membeli satu porsi makanan yang akan saya makan tengah malam dan menanyakan siapa nama Ibu itu. Akhirnya saya tahu ibu itu adalah Ibu Indah, warga Indonesia asal Medan Sumatra Utara. Saya banyak sekali berbincang sambil emnunggu makanan saya selesai dibungkus. Terima akasih Bu Indah, jadi ada cerita ketemu dengan orang Inoesia sepulang dari Malaysia. Dan kami pun pulang ke Bandung.

Pulang ke Bandung (Bandara Internasional Malaysia)

Catatan : Beberapa foto saya download dari situs lain, karena beberapa file foto saya corupted dan tidak bisa di buka. ^_^

Sumber tambahan : 


Friday, October 9, 2015

TRIP KE SANGHYANG HEULEUT CIPATAT

Kamis pagi 8 Oktober 2015 kami berangkat dari cileunyi menuju Cipatat dengan perut yang sudah terisi dan juga perbekalan di dalam tas. Membawa banyak perbekalan karena kami tau perjalanan yang akan ditempuh akan menguras tenaga. Tujuan kami adalah  Sanghyang Poek dan Sanghyang Heuleut yang lokasinya dekat dengan PLTA Saguling.

Kami sampai di Power House PLTA Saguling sekitar pukul 09.30. sampai di portal, bilang aja ke POS satpam mau ke Sanghyang Heuleut nanti diarahkan ke POS berikutnya alias tempat untuk kita parker motor. jadi patokannya Power House PLTA aja ya. Dari lokasi parkir motor, intuk sampai ke lokasi Sanghyang Heuleut, kita harus melewati gua Sanghyang Poek terlebih dahulu dengan melewati jalan setapak di sisi sungai sekitar 10 menit untuk sampai ke Sanghyang Poek.

Sanghyang Poek
Gua Sanghyang Poek merupakan gua purbakala. Gua Sanghyang Poek ini seperti celah yang dibebani tebing tinggi. Sungai yang mengalir di depan Sanghyang Poek, aliran nya tenang, dan tidak terlalu besar. Banyak batu-batuan besar, yang pasti bikin kamu pengin tidur-tiduran dan gak beranjak dari situ. Setelah berfoto ria di sekitar gua Sanghyang Poek, kami melanjutkan perjalanan menyusuri sungai untuk sampai ke tujuan berikutnya yaitu Sanghyang Heuleut. Saran untuk rekan-rekan yangmau main ke sini, bawa perbekalan air yang banyak, karena dari lokasi gua Sanghyang Poek menuju ke Sanghyang Heuleut, harus berjalan kaki menyusuri sungai kurang lebih 1-2 jam, tergantung berapa lama dan berapa kali kita istirahat. Ada dua jalur untuk sampai ke Sanghyang Heuleut, yaitu berjalan dilawan arus sungai (arus sungainya juga kalem kok ga deras seperti di Sanghyang Tikoro), yang kedua melalui jalan setapak sebelah kanan sungai. Kalo mau cepet sampai ya pilih jalan setapak karena tidak harus melewati batu-batu, tapi jangan salah, jika memilih lewat jalur sungai banyak spot yang bagus untuk berfoto.

Sanghyang heuleut
Kami memilih jalan menyusuri sungai karena penasaran dengan tracknya dan tidak mau kehilangan kesempatan untuk berfoto selama perjalanan. Akhirnya setelah 1 jam lebih berjalan, kami pun sampai di lokasi Sanghyang Heuleut. Takjub dengan pemandangan di sana. Rasa cape karena perjalanan yang melelahkan terbayar oleh panorama yang keren di sana. Bagi yang mau berkunjung ke tempat ini, jangan di musim hujan karena arus sungai akan deras dan jalan menuju ke Sanghyang Heuleut akan tertutup disebabkan debit air yang tinggi. Have a nice trip.

Wednesday, June 17, 2015

FLOATING MARKET LEMBANG


Jika kita berkunjung ke lembang, Wisata Lembang memang tidak ada habisnya, salah satu tempat wisata di Lembang yang tergolong baru adalah Floating Market. Floating Market Lembang menawarkan wisata alam pedesaan yang asri dan sejuk, dilengkapi dengan segala keunikan yang dimilikinya. Floating Market Lembang mulai dibuka sebagai salah satu tempat wisata di Lembang pada tanggal 12 Desember 2012.



Floating Market Lembang beralamat di Jalan Grand Hotel No. 33E Lembang Jawa barat. tempat ini merupakan sebuah kawasan wisata seluas lebih dari 7 hektar dengan sebuah danau bernama Situ Umar yang menjadi pusatnya. Floating Market Lembang menawarkan keunikan berupa wisata pasar terapung satu-satunya disekitar Bandung. Pasang terapung adalah sebuah pasar yang berada di atas air, biasanya menggunakan perahu, seperti di Bangkok dan Kalimantan. Namun, Floating Market Lembang tidak seperti pasar terapung pada umumnya, karena tempat ini memiliki konsep wisata, bukan pusat perdagangan.

Floating Market Lembang memiliki berbagai pilihan makanan yang bisa kita coba nikmati. Stand makanannya ada yang model kios-kios, ada pula yang berjualan di perahu. Yang lebih famous tentu yang berjualan di perahu.

Pasar terapung di sini tidak berjualan sayur, buah, atau daging mentah, melainkan menjajakan berbagai jenis makanan dan jajanan yang enak, misalnya baso tahu, colenak, siomay, tahu lembang, surabi, sosis bakar, tempe mendoan, batagor, lotek, jagung bakar, karedok, otak-otak, ketan bakar, duren bakar, jamur, dim sum, dan lain-lain dengan harga mulai dari 5,000 Rupiah untuk makanan ringan sampai dengan 35,000 Rupiah untuk makanan yang lebih berat. Selain itu, perahu-perahu yang menjajakan berbagai jenis makanan ini juga sudah diatur dan diparkir dengan rapi, tidak seperti di pasar terapung tradisional yang berantakan, sehingga pengunjunglah yang akan mendatangi perahu-perahu ini. Total ada sekitar 46 perahu dengan dagangan yang berbeda-beda.

Pilihan makanan di Floating Market Lembang ini cukup bervariasi. Mulai dari makanan tradisional khas Sunda, sampai makanan modern ala western. Selain aneka jajanan, di sana juga terdapat berbagai permainan untuk anak-anak. Mulai dari permainan canoe-ing sampai permainan-permainan lainnya.


Harga tiket masuk wahana permainan di Floating Market Lembang bervariasi dengan kisaran harga mulai dari 10,000 Rupiah sampai dengan 70,000 Rupiah. Selain itu, juga terdapat restoran dan factory outlet di Floating Market Lembang.


Harga tiket masuk Floating Market Lembang adalah 10,000 Rupiah per orang, dan 5,000 Rupiah per mobil. Tiket masuk Floating Market Lembang yang sudah anda beli kemudian dapat anda tukarkan dengan berbagai jenis minuman hangat di dalam, pilihan minuman hangat yang ada yaitu Lemon Tea, Milo, Coffe latte, dan Choco Latte.


Untuk yang baru pertama kali datang ke Floating Market Lembang, tukar minumannya lebih baik di dalam aja, karena stand penukaran tiket dengan minuman tidak hanya di pintu masuk saja melainkan ada beberapa stand di dalam. Jadi jika belum terlalu haus, nanti saja setelah jalan-jalan atau membeli makanan.

Untuk sampai ke Floating Market bila menggunakan kendaraan pribadi anda bisa dari mana saja kemudian menuju arah Setia Budi dilanjutkan kearah Terminal Ledeng - Lanjut arah Lembang setelah sampai di Grand Hotel Lembang lanjut terus kedepan untuk memutar via pasar Lembang balik kearah Bandung dan sebelum Grand Hotel Lembang maka anda akan menemukan Lokasi Floating Market Lembang Bandung. Berwisata menggunakan sepeda motor semakin digemari saja oleh wisatawan yg tidak mau kena macet hanya saja kapasitas sepeda motor memang hanya bisa digunakan untuk dua orang saja, namun anda bisa mendapatkan pengalaman tersendiri ketika anda naik motor berewisata menjelajah kemana mana.

Sumber :


Wednesday, May 13, 2015

BANDUNG GIRI GAHANA GOLF AND RESORT

Cukup banyak lapangan golf di Bandung, namun bila Anda ingin mencoba salah satunya, cobalah dulu lapangan golf milik Bandung Giri Gahana Golf and Resort yang dikenal juga dengan sebutan Lapangan Golf Jatinangor.

Bandung Giri Gahana Golf & Resort terletak di Sumedang, Jawa Barat, berada di antara 600 - 900 meter di atas permukaan laut. Resor ini menyediakan 50 kamar mewah dengan balkon pribadi dan lapangan golf yang indah yang terdiri dari 18 holes, dirancang oleh Asosiasi Golf Asia & Austria. Jenis rumput di fairways-nya adalah rumput Bermuda dan jenis rumput green-nya adalah rumput Bent.

Bandung Giri Gahana Golf and Resort merupakan padang golf course engan 18 holes. Apabila Anda ke sana dan mencari lokasi club housenya, tanyakan saja dengan resepsionis hotel. Petugas itu pasti akan menunjukkannya. Club house padang golf di hotel dan resort ini menyatu dengan hotel dan resort, lengkap dengan sagala macam fasilitas untuk bermain golf, bahkan diisi pula dengan fasilitas olahraga lainnya seperti tennis court, kolam renang, spa dan lain-lain. Sebagai tamu yang menginap, disamping bermain golf Anda bisa menikmati fasilitas tersebut sampai puas.

Golf course di sana termasuk lapangan golf kelas atas. Level itu tidak hanya selingkup Bandung saja, melainkan sudah diakui secara nasional. Jadi, golf course milik Bandung Giri Gahana Golf and Resort ini merupakan lapangan kelas atas  di seluruh Indonesia. Lapangan dibangun di suatu perbukitan yang cukup luas. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan panorama yang indah di sekeliling lapangan golf. Itu membuat Anda dan pemain golf yang lain tidak merasa lelah meski melakukan permainan lebih dari dua putaran.


Ajaklah teman kerja, sahabat, atau keluarga Anda untuk bersenang-senang di padang rumput golf di Bandung Giri Gahana Golf and Resort. Meski mahal, tapi kegembiraan yang diperoleh pasti lebih berharga dari biaya yang dikeluarkan. Apalagi jika hubungan bisnis Anda bisa semakin erat hanya dengan main golf, tentu akan memberikan keuntungan lebih besar di kemudian hari.


Lokasinya berjarak sekitar 1,7 km dari Universitas Padjadjaran. Dari Jl. Raya Sumedang km 21, di mana Universitas Padjadjaran berada, Anda bisa melalui Cikeruh untuk mencapai Jl. Raya Jatinangor. Lokasi Bandung Giri Gahana Golf and Resort berada tepat di Jl. Raya Jatinangor km 20, Bandung, Jawa Barat. 

Tuesday, May 12, 2015

CURUG BATU TEMPLEK PASIR IMPUN, BANDUNG TIMUR

Di Bandung sudah beberapa curug yang saya kunjungi, di antaranya Curug Cinulang di Cicalengka, Curug Pelangi di Cisarua, Curug Kacapi di Cilengkrang, dan Curug Dampit di tebing Gunung Manglayang. Satu lagi curug yang saya kunungi di Bandung tercinta ini adalah Curug Batu Templek di Pasir Impun Bandung.

Keunikan Curug ini adalah aliran airnya keluar dari sela-sela bebatuan. Menurut para ahli Batu Templek ini merupakan fenomena menarik khas Cekungan Bandung yang pada ketinggian tertentu air mengalir dari sela-sela batuan beku.  Batu Templek merupakan jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi atau panas bumi. Templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate terbentuk dari lempung dan batuan shale. Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batu nya menyerupai lempengan tipis.

Tinggi curug Batu Templek ini diperkirakan berkisar atara 10-15 m, airnya berasal dari sungai yang berada di atasnya dan terpecah menjadi beberapa aliran. Pada saat saya di sana, alirannya tidak deras dengan volume air yang tidak cukup banyak, namun airnya keruh kemungkinan karena pada hari sebelumnya dari sore hingga malam hari hujan turun di daerah tersebut.

Di lokasi ini pengunjung bisa berfoto ria dengan teman dan keluarga. Tidak hanya di bawah saja, di bagian atas juga terdaat beberapa spot yang bagus untuk dijadikan sebagi spot berfoto. Yang pasti, jika ingin naik ke atas tentu harus berhati-hati dan disarankan menggunakan sepatu yang memiliki daya cengkram yang tinggi. Apalagi untuk pengunjung wanita disarankan untuk tidak menggunakan sepatu berhak tinggi.



Untuk sampai ke curug ini, masuk dari Jalan Pasir Impun, 200 m dari LP Sukamiskin ke arah Ujung Berung – Belok ke kiri. Terus ke atas kira-kira 2 km sampai ketemu Jalan Terusan Pasir Impun. Terus jalan ke atas kira-kira 1,5 km sampai ke Jalan Cisanggarung, letak Air Terjun Batu Templek terletak di Jalan ini. Perhatikan di sebelah kanan ada jalan yang menuju ke bawah di daerah yang banyak pohon bamboo, mabil jalan itu karena jalan itu akan mengarahkan kita ke curug.

Curug Batu Templek ini awalnya tidak dipungut biaya masuk ataupun pakir, namun karena banyaknya pengunjung yang tertarik untuk datang dan melihat serta menikmati view nya, sekarang tempat ini sudah menjadi tempat wisata yang dikomersilkan dengan biaya tiket masuk Rp 5000 per orang dan biaya parkir Rp 5000 per kendaraan.


Sumber :