Monday, October 20, 2014

LOKALITY RETIC

SUMATRA GROUP
Pulau Sumatera
Retic Sumatra
Sumatra: Indentik dengan warna abu2nya yang kental/dominan….retic terbesar didunia saat ini
yang dipelihara berasal dari Jambi pertama kali ditemukan tahun 2002 dengan panjang 14.85m dan berat 447kg menurut berita harian ‘Suara Merdeka’ dan menurut berita harian ‘Republika’ memberitakan ketika ditangkap ular tersebut memuntahkan seekor rusa betina dewasa…ular ini dinamakan “Kembang Wangi”. salah satu pic retic Sumatra.

Pulau Nias/pulau batu: secara typikal “high contrast” sumatra,warna yang terang dan kontras sekali Medan: Biasanya sedikit garis dn bagian ekor motif lateralnya hilang mirip dengan sunfire retic.

JAWA GROUP
Pulau Jawa
Retic Jawa
Jawa: krem campur dengan coklat dan perak.typikal mainland Indonesia ada yg “yellowhead” ada juga yg tidak tergantung lokasi jawa nya…lokality jawa barat,jawa timur,jawa tengah reticnya beda2 dari segi pola/motif dan warna.
Jawa Barat
Jawa Timur (Banyuwangi)
Jawa Tengah






BORNEO GROUP
Retic Borneo
Pulau Kalimantan; 
Retic ini identik dengan motif “granite” nya di bagian punggungnya Serawak; sama dengan Kalimantan











SULAWESI GROUP
Pulau Sulawesi
Retic Sulawesi
“Classic” Sulawesi: Ini mungkin retic pulau yang paling byk dipelihara di indonesia.merupakan asli “giant”,dgn “Yellow Heads” yg kontras….sering ditemui dgn Kepalanya ada 4 titik atau lebih Matanya emas kehijauan tetapi beberapa spesimen macem2 wrn matanya.

“Makassar” Sulawesi: Retic ini sangat identik sekali dari segi penampilan,ukuran dengan “Classic” Sulawesi, sangat dipastikan sekali ini SAMA dengan “Classic” Sulawesi,penamaan baru Makassar karena di dapat di kota makassar,Pada tahun 1912 ditemukan retic dengan ukuran 9,75 meter dekat kota makassar rekor dunia kedua setelah dari Jambi.

“Palopo” Sulawesi: Retics Palopo sangat mirip dengan 2 bentuk Sulawesi diatas tetapi semua spesimen yg pernah ditangkap memiliki “chain link” (menyerupai rantai) terletak di bagian utara kota makassar dan pala kuning.Beberapa specimen matanya ada yg berwarna gelap sekali berwarna hitam seperti batu onyx dan tidak kuning kepalanya.

Retic Button
Buton : Pulau Buton terletak di bagian timur selatan Sulawesi.Sangat mirip sekali dengan “Classic”/”Makassar”.

Selayar (python reticulatus saputrai) : Pulau Selayar terletak di selatan kota Makassar dari segi penampilan mirip dgn classic/Makassar tetapi wrn kuning di motif samping sangat kental dan beberapa ad yg sedikit bintik2 hitam .Matanya yg aneh wrnnya perak kehijauan biasanya akan berkembang seiring dgn umurnya uk max betina 4,5m ini termasuk jenis dwarf. Merupakan subspecies yg diakui dan disahkan.

Takabonerate
Pulau Tanahjampea (python reticulatus jampeanus) : Retic Jampea memiliki pola yg buram dominasi wrn perak,abu-abu,hiaju,coklat dan kuning,Warna matanya typikal Tembaga keperakkan beberapa orang bilang retic ini jenis Dwarf panjang max betina 3 meter saat ini di captivity ada yg sampai 4,5 meter betina,
dan merupakan subspecies resmi diakui dan disahkan.

Pulau Kayuadi : Retic Pulau Kayuadi dikatakan panjang max betina tidak sampai 3 meter motif Pola dan warna mirip dengan jampea,byk diobservasikan warna matanya yg variatif dari oranye, oranye kehitaman,tembaga keperakkan,tembaga keorenan dan kehijauaan. Kemungkinan besar satu subspesies dengan jampea mungkin juga dengan subspecies baru.

Pulau Kalaotoa : Retic di Pulau Kalaotoa memiliki ciri-ciri warna emas gelap dan silver gelap, matanya berwarna perak..

Retic Pulau Madu
Pulau Madu : Pulau Madu adalah pulau terkecil dari Taka Bonerate chain sangat dekat speciesnya (close related) dgn kalaotoa dari Bonerate Pygmy locality yg lainnya Beberapa orang menilai dan meniliti retic ini merupakan retic terkecil dari semua Bonerate Pygmy (“Dwarf”\”Super Dwarf”) Reticulated Pythons. Diakan datang dekat2 ini dipastikan subspecies retic madu ini penamaannya kemungkinan
Python reticulatus boneratensis,secara geografis semua binatang dari Bonerate\Taka’Bonerate group akan menjadi subspecies baru tidak hanya reptil saja.


MALUKU GROUP
Kepulauan Halmahera

Retic Halmahera
Halmahera : Retic ini identik dengan warnanya yg ekstrim emas pola unik yg nyambung banyak ditemuin yg berwarna gelap hitam sangat kental dan wrn mata tembaga termasuk jenis dwarf.

Pulau Gebe : sering dibilang dan disebut new dwarf locality,reticnya sangat mirip dengan Maluku group tetapi lebih gelap,dimungkinkan retic2 ini migrasi atau ada penyusup yg menumpang dikapal yg mau ke wilayah Irian Jaya pulau ini sangat dekat dengan pulau Waigeo dn byk pulau2 kecil lagi yg dekat sekali dengan pulau Gebe….sangat dipastikan sekali ada retic di Irian Jaya.


SERAM GROUP
Ambon “Kepala Kuning” : Sangat terang sekali warnanya mirip dengan buton warnanya tapi motifnya beda sekali dengan buton.

Seram “Kepala Kuning” : Mirip dengan Ambon, sama dengan Pulau Gebe di mungkinkan bisa menyusup atau menyeberang ke wilayah papua sangat dekat sekali dengan FAK-FAK


SELAT SUNDA GROUP

Bali “Kepala Kuning” : dari segi size retic bali itu kecil dibandingkan dengan mainland jawa,retic bali beberapa peniliti eropa menilai retic bali termasuk dwarf…identik dgn wrn kepalanya yg kuning terang pola/motif yg kontras hitam pekat.






Nusa Tenggara Barat

Pulau Lombok : sekilas mirip dengan halmahera kepala tidak kuning….

Pulau Sumbawa: sama dengan Pulau Lombok
Nusa Tenggara Timur

Flores : motif sangat mirip dgn bali warna mata lebih ke oranye dengan warna badan perak sampai tembaga, tempramen seperti preman.

Kupang : uniknya motif samping yg biasanya tembus dengan motif di bagian punggung, kepala tidak kuning



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sanca_kembang
http://hewanpeliharaan.wordpress.com/2010/07/02/cara-memilih-ular-python-reticulatus-sebagai-hewan-peliharaan/
http://beanrepticulatus.blogspot.com/2011_11_01_archive.html

Saturday, October 18, 2014

MONO POHON


Nama Umum: Papuan Tree Boa (english), Mono Pohon (indonesia), Pazifik-Boas (deutsch)
Nama Ilmiah: Candoia Carinata Carinata
Makanan : Cicak, Pinkies, Tikus Putih size S
Temperatur : 26-28 Celcius / 31-33 Celcius( Sewaktu di Jemur)
Kelembaban : 60-70% (masi bs diupdate)
Ukuran panjang badan : 80-180 cm, untuk jenis dari Pulau Halmahera bisa lebih panjang dari 150cm.
Panjang Usia : belum di ketahui..

Diskripsi
Papuan Tree Boa / candoia carinata carinata atau umum nya kita kenal dengan nama Mono Pohon ini merupakan ular dari keluarga Boa yang sering dijumpai diranting / batang pohon dan merupakan ovovivipar. Ular termasuk ini aktif pada malam hari. Penyebarannya ada di kepulauan Indonesia bagian timur, papua barat, papua nugini, pulau salomon, pulau fiji sampai ke negara – negara kepulauan oceania. Ukuran tubuh Boa ini termasuk kecil dan pendek. Warna motif nya bervariasi, mulai dari hitam, coklat, merah, kuning, oranye, cream, dan putih. Penggemar boa jenis ini tidak terlalu banyak, hal ini dikarenakan ukuran nya yang tidak terlalu panjang dan makanan nya yang sulit didapat yaitu cicak.

Untuk perkembangan pattern morph nya tidak sebanyak Boa yang lain. Berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Ular ini merupakan ular yang cocok kita pilih sebagai awal memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum di dalam kandangnya. Kalau bisa setiap hari dijemur sebentar agar metabolismenya lebih baik. Mari kita memperkenalkan reptil ke sekitar kita !

Boa jenis ini cocok dipelihara oleh hobbist yang baru akan memulai untuk memelihara ular. Pertimbangannya karena ukuran yang tidak terlalu besar dan sangat jarang ular ini menyerang manusia. Konon di Pulau Papua banyak sekali orang – orang disuku pedalaman yang menggunakan ular ini sebagai gelang. Oleh karena itu juga banyak orang menyebut ular ini sebagai Boa Gelang.

Memelihara ular untuk pemula karena mono pohon yang memiliki nama latin candoia carinata ini termasuk ular yang mudah dipelihara. Ular mono pohon berasal dari papua dan berasal dari keluarga boa. Di habitat asli ular mono pohon, mereka hidup di pepohonan. Ular mono pohon tidak memiliki bisa / racun, jadi sangat aman dipelihara oleh pemula dalam memelihara ular. Ular mono pohon juga tidak menggigit. 

Cara Memelihara Ular Mono Pohon :

Sifat dan karakter ular mono pohon.
Seperti namanya, ular mono pohon hidup di pepohonan dengan cara melingkarkan tubuhnya membelit pepohonan. Di alam, ular mono pohon memakan cicak, kadal kecil, anakan hewan pengerat, serta bayi hewan lain. Ular mono pohon memiliki corak dan warna yang bervariasai antara coklat tua, kuning, hijau, kemerahan, bahkan ada juga yang berwarna hitam. Variasi corak warna inilah yang membuat mono pohon populer dipelihara sebagai ular peliharaan. Memelihara mono pohon juga relatif lebih gampang dibanding memelihara ular retic atau memelihara ballphyton.

Ular mono pohon dewasa bisa mencapai panjang hingg 65 sentimeter. Ular mono pohon adalah ular nocturnal atau ular yang aktif pada malam hari. Seperti halnya ular dari keluarga Boa yang lain, ular mono pohon termasuk ular yang kalem. Mereka membunuh mangsanya dengan melilitkan tubuh di tubuh mangsanya.

Tempat Tinggal
Tempat Tinggal yang paling simple menggunakan : pethome, container plastic, atau aquarium untuk ikan. Ukuran kandang bervariasi asal Ular bisa bergerak dgn cukup saja.
Persyaratan untuk mendesign tempat tinggal Papuan Tree Boa ini antara lain :
  1. Ada lubang ventilasi udara.
  2. Ada batang pohon untuk tempat bertengger, karena ini jenis Boa Pohon.
  3. Ruang gerak yang cukup.
  4. Tempat minum yang cukup dan sering diganti 2-3 hari sekali. Ular ini sering sekali minum dlm jumlah yang cukup banyak. Bahkan terkadang suka berendam ditempat minumnya.
  5. Aquarium/pethome ada pengunci yg rapat untuk mencegah ular kabur dari kandangnya.
  6. Rajin - rajin membersihkan kotoran didalam kandang untuk mencegah penyakit.


Subtrat / Alas
Substrat yang direkomendasikan :
* Koran
* Karpet khusus reptil
* Cocopeat

Substrat yang tidak direkomendasikan :
* Kayu Pinus/Batang cemara
* Kayu2 untuk bahan Bangunan / serut
* Cocopeat

Tempat Persembunyian
Ular Boa ini tidak terlalu pemalu, tapi jika dalam waktu yang lama tidak mau makan bisa dicoba diberikan tempat persembunyian untuk mengurangi tingkat stress dilingkungan yang barunya.

Temperatur
Seperti pada kebanyakan ular suhu disekitarnya akan berpengaruh pada nafsu makan, pernafasan. Untuk memonitor suhu dapat mengunakan thermometer. Suhu ideal berkisar 26-30 Celcius / 31-33 Celcius( Sewaktu di Jemur)

Sumber Panas
Sumber panas yang baik bagi setiap reptile adalah sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Jika pada musim hujan bisa menggunakan penghangat seperti lampu UVB atau sejenisnya. Jangan mengunakan sumber panas dari heating rocks atau plat pemanas di dalam kandang, karena dapat menyebabkan kulit terbakar dan berakibat pada kematian bagi si ular.
Cukup gunakan lampu pemanas (sperti UVB lamp) disorotkan kekandang dan cukup 10-15 menit saja.

Kelembaban
50-70% saat normal maupun shedding.

Lighting
lampu UV atau lampu suplemen diperlukan untuk mono pohon jika tidak mendapat sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Namun terkadang menggunakan lampu ruangan pun sudah cukup.

Air
Ular ini banyak membutuhkan air untuk diminum. Untuk tempat air minum dapat mengunakan tempat air atau mangkok yang agak berat supaya tidak tumpah pada saat ular masuk untuk berendam. Selalu ganti air dan bersihkan tempatnya setiap hari. Ular ini jika sedang mogok makan biasanya hanya minum didalam kandang barunya. Oleh karena itu Air minum yg tentunya bersih dah sehat merupakan salah satu poin penting untuk menjaga kondisi nya agar tetap bertahan hidup sampai pada waktu nya mau makan kembali.

Feeding
Makanan yang biasa diumpankan ke Papuan Tree Boa adalah cicak. Yang sudah ada dalam penangkaran biasanya bisa dibiasakan untuk memakan pinkies atau bahkan tikus yang ukuran kecil. Pemberian jenis pakan bisa disesuaikan dengan ukuran Ular ini.

Untuk ukuran baby dibawah 20cm bisa menggunakan cicak kecil/ekor cicak dewasa sbg umpan.
Untuk ukuran 30cm keatas sudah bisa memakan cicak dewasa, jika hasil tangkaran bisa dibiasakan memberikan pinkies sebagai makanan alternatif nya.

Jumlah pemberian pakan
* 5-10/3-4 - cicak/pinkies sekali makan, biasanya sekali makan dalam jangka waktu 1-2 minggu sekali makan.
Jangan terlalu berlebihan memberikan makanan. Pemberian makan yang terjadwal sudah cukup membantu menambah ukuran panjang dan lingkar badan ular.

Makanan mati
Terkadang ada yang mau memakan Cicak / Pinkies yang sudah di buat kondisi pra mati. Tapi sangat dianjurkan untuk memberikan makanan yang hidup, agar ular nya belajar aktif memburu mangsa nya.

Makanan hidup
Memberikan cicak yang hidup sangat bagus untuk ular ini karena dapat membuat ular aktif berburu. Sedangkan untuk yang sudah bisa memakan tikus. Jangan membiarkan tikus hidup dalam kandang tanpa kita awasi, karena ditakutkan tikus dapat menyerang bahkan membunuh si ular.

Pre-Killed
Untuk yang sudah bisa memakan tikus dapat memberikan tikus yang sebelumnya dibunuh terlebih dahulu. Jangan dibuat pingsan karena tikus yang pingsan bisa tiba-tiba bangun dan berbahaya untuk ular anda.

Frozen
Sejauh ini pengalaman yang didapat dari memelihara ular ini. Belum ada yang mau memakan makanan yang pernah dibekukan. Mungkin peternak lain bisa memberikan info tambahan selanjutnya.

Mengapa Papuan Tree Boa anda tidak mau makan?
Beberapa kemungkinan penyebab ular anda tidak mau makan.:

Terlalu sering dipegang
Jika ular sering dimainkan atau sering dipindah-pindah kandang, dipegang terlalu lama dapat menyebabakan ular merasa lemah dan akan kehilangan nafsu makan.

Kurangnya keamanan dan kenyamanan
Tidak ada tempat bertengger berpeluang besar membuat ular ini stress. kondisi lingkungan yang terlalu ramai, didepan jalan raya, atau terlalu banyak orang yang lewat didepan kandang, semua dapan menyebabkan ular anda tidak mau makan karena merasa tidak aman dan tidak nyaman.

Temperatur yang tidak sesuai
Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin atau perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Jika terlalu panas bisa menyemprotkan air (spray) ke tubuh ular. Jika terlalu dingin bisa menyorotkan lampu ke arah kandang.

Penerangan yang terlalu banyak
Terlalu banyak lampu atau cahaya yang 24 jam nonstop dapat menyebabkan ular anda stress. Tetap harus ada siklus siang dan malam pada kandang. Karena jenis ular ini aktif pada malam hari. Berarti kelebihan penerangan akan lebih berpeluang meningkatkan tingkat stress pada ular jenis ini.

Bakteri/ Kutu
Kutu atau bakteri pada ular anda bisa menyebabkan nafsu makan hilang.
Untuk pencegahan dengan menjaga kebersihan didalam kandang. Sedangkan jika sudah terkena kutu bisa merendam ular didalam air matang yang sudah direbus dengan daun sirih. Ular jangan direndam pada air yang baru direbus, tunggu airny menjadi dingin / hangat dingin baru ular direndam. Cara lain bisa dengan menggoreskan kapur anti serangga ke sisi2 kandang, biasanya disebut kapur ajaib untuk mengusir kecoak/semut.

Musim kawin
Musim kawin dapat menyebabkan ular anda tidak mau makan berminggu-minggu apalagi jika lawan jenisnya terdapat didekatnya.

Sakit
Jika semua kemungkinan diatas tidak ada maka kemungkinan paling buruk adalah sakit, adanya parasit didalam tubuhnya, atau infeksi pada kulit, mulut, sisik, atau sistem pernafasan. Untuk kasus ini segera konsultasi kan ke dokter hewan atau ahli reptil.

Kebanyakan kasus sakit pada ular ini adalah sakit cacingan, sariawan dan penyakit pernapasan,
Untuk sakit cacingan ini ada 2 macam. Cacingan didalam badan dan diluar. Untuk cacingan di luar ditandai dengan muncul bentol2 pada kulit ular. Cara mengeluarkan cacing bisa ditanyakan ke dokter hewan atau hobbist yang sudah berpengalaman.

Untuk sakit sariawan bisa mengobati dengan mengoleskan campuran air + listerin ke bagian yang ada sariawan dgn terlebih dahulu membersihkan kotoran di dalam mulut nya. Jika didiamkan saja tanpa diganggu, dimainkan dan diberi pakan akan sembuh dengan sendirinya namun proses ny cukup lama. biasanya penyakit ini dibawa dari alamnya.

Untuk sakit pernafasan juga bisa ditanyakan ke dokter hewan atau hobbist yang sudah berpengalaman. Di forum ini ada beberapa hobbist yang pernah menulis penanganan penyakit pernapasan pada ular (jika berkenan untuk menambahkan tips2 nya di forum ini mas)

Shedding / Ganti Kulit
Seperti kebanyakan ular. Tanda-tanda Boa ini akan shedding antara lain :
* mata akan berwarna abu2 susu.
* Warna kulit yang semakin tidak cerah
Tanda ini akan muncul beberapa hari sebelum shedding, untuk itu jaga tingkat kelembaban untuk shedding, untuk membantu proses tersebut. sediakan air bersih untuk berendam. Oleh karena itu tempat minum yang cukup besar akan membantu proses shedding.

Sexing
Sama seperti jenis boa yang lain. Dari ukuran badan untuk jantan lebih kecil/kurus dari pada betina. Sedangkan dari taji yang muncul terkadang bisa dijadikan patokan, namun untuk tepat nya harus di sexing menggunakan probing tools yang bisa di peroleh di toko – toko reptile. Namun harap dicatat agak sulit melakukan probingnya karena melihat ukuran Boa ini sangat kecil dan lubang kloakanya jg cukup kecil. alat yang digunakan pun harus ukuran yang paling kecil. Bisa menggunakan jarum jahit yang ditumpulkan terlebih dahulu dan minta petunjuk kepada ahli probing sebelum salah melakukan proses probing.


Sumber : 
http://jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.com/2014/05/cara-memelihara-ular-mono-pohon.html
http://rezareptilious.blogspot.com/p/mengenal-ular-monopohon-candoia.html
http://devilzred.blogspot.com/2012/06/cara-memelihara-papuan-tree-boa-mono.html

Tuesday, October 14, 2014

LEIOPYTHON ALBRTISI


Habitat Hidup :
Papuan New Guinea dan kepulauan disekitarnya, mendiami hutan muson (monsoon forest) dan hutan hujan (rainforest)

Reproduksi :
bertelur antara 8-15 telur

Diet and Prey :
Mamalia kecil seperti tikus, marmut kelinci, unggas,

Aktifitas :
termasuk kedalam nocturnal karena lebih aktif di malam hari.

Leiopython Albertisi dikenal oleh para pecinta reptile di Indonesia yaitu Albertisi. Albertisi ini sendiri tidak termasuk kedalam jenis ular yang mengandung racun, ular ini memiliki warna hitam di bagian kepalanya dan warna kuning atau hitam dibagian badannya. Disamping mulutnya berwarna putih dengan garis zigzag, sehingga kita melihatnya seperti dia memiliki gigi yang besar - besar. Ukuran rata - rata albertisi sekitar 2 meter meski Albertisi bisa mencapai panjang 3 meter. Habitat asalnya dari daerah hutan hujan Papua Guinea dan Pulau sekita. Albertisi berkembang biak dengan cara bertelur yang dijaga oleh induknya selama kurun waktu 2bulan.

Ular ini pun sama seperti Patola, dia memiliki tempramen yang tidak bisa ditebak. Oleh karena itu ular ini juga tidak disarankan untuk Pemula yang ingin memelihara ular. Kepalanya hitam dengan warna badan kuning dan ada juga yang hitam. Disamping mulutnya berwarna putih dengan garis zigzag, sehingga kita melihatnya seperti dia memiliki gigi yang besar-besar. Sebaran kedua leiopython ini meliputi pulau pulau di sekitar irian jaya seperti salawati, biak, misol, normanby, mussau, dan emirau.. belum (lagi-lagi jangan) termasuk appendix II..

Albertisi cukup digemari karena selain coraknya yang indah biasanya bertemperamen tinggi dan menjadikan para snake lovers mencoba untuk menjinakkannya. Albertisi pun mudah stres dan masa adaptasinya cukup lama, namun karakternya tidak seperti gtp, Albertisi lebih mudah untuk dijinakkan.

Sumber :
http://karawangreptileindependent.weebly.com/3/category/all/4.html
https://www.facebook.com/ForeBal/posts/408649129225129
http://kawanuareptilshop.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-ular_28.html


RETICULATUS PYTHON


Nama: Reticulated Python
Nama Latin: Python reticulatus
Ukuran: Dewasa Jantan Panjang, 3.6 mtr -“ 4.8 mtr, Berat 40 – 100 pound, Dewasa Betina Panjang, 3.6 mtr – 6 mtr, Berat 80 – 250 pound
Umur Hidup: 20 Tahun

Jenis ular ini lebih dikenal sebagai retic atau sanca kembang. Retic termasuk ke dalam keluarga python. Seluruh keluarga besar python tidak memiliki bisa. Mereka membunuh mangsa dengan cara melilit tubuh mangsanya sampai kehabisan nafas. Retic tercatat sebagai ular terbesar di dunia. Panjang rata-rata retic dewasa adalah 5-7 meter. Dengan ukuran sebesar itu retic dapat membunuh orang dewasa sendirian dengan belitannya.

Retic seringkali dijumpai oleh masyarakat. Ciri ular ini adalah coraknya yang cukup cantik. Pada punggungnya terdapat rangkaian pola berwana hitam yang membentuk berbagai pola. Ada yang bulat seperti rangkaian rantai, ada pula yang kotak seperti kartu wajik, dan masih banyak bentuk lainnya yang memanjang dari leher sampai dengan ekornya. Bagian samping ular ini dihiasi corak berwarna kuning dan abu-abu keperakan. Nama sanca batik itu sendiri karena melihat sisi sampinya ini yang nampak seperti lukisan batik yang beraturan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memelihara ular python ini

1. Tingkat Kesulitan
Mahir – sebelumnya pemilik harus mempunyai pengalaman dengan ular yang lebih besar dan dapat menyesuaikan ataupun terbiasa (“nyaman”) dengan perawatan serta penanganannya. Tidak cocok sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang biasanya menyesuaikan dengan perlakuan pemilik mereka . Bila dipelihara oleh pemilik yang sudah mengerti mereka akan berprilaku baik dan ular sanca yang besar dan jinak.

Sedikit tambahan dari beberapa referensi, Sanca Kembang hasil tangkapan liar biasanya walaupun sudah jinak, kadang kala menjadi galak serta menyerang karena keget, ataupun kadang kala tanpa alasan yang jelas.

2. Tingkat keagresifan
Tingkat keagresifan ular sangatlah penting untuk diperhatikan. Hendaknya pilihlah ular yang jinak tetapi masih memiliki insting liarnya. Insting liar disini diperlukan oleh ular untuk menangkap mangsanya karena kita pastinya akan memberikan makanan yang masih hidup semisal tikus putih. Percuma saja kita memelihara ular tetapi tidak dapat memangsa mangsanya hidup-hidup. Tingkat keagresifan ini sangat berhubungan langsung dengan nafsu makan ular tersebut.

3. Kondisi mata dan mulut
Kondisi mata yang sehat terlihat jernih dan terang tanpa adanya leleran-leleran cairan yang keluar dari mata. Kondisi mulut yang sehat tidak ditemukan luka-luka seperti sariawan pada gusinya, dan gusi yang normal berwarna pink.

4. Kulit dan kondisi tubuh
Ular yang sehat memiliki kulit yang lentur, kulit yang lentur mengindikasikan konsistensi (turgor) kulit yang baik dengan otot pada tubuh teraba penuh. Kulit yang bersih dan mengkilat juga dapat dijadikan ukuran sehatnya ular tersebut. Kulit ular yang tidak sehat cenderung kering, kulit melipat, sisik mengelupas, dan adanya benjolan-benjolan di bawah kulit. Pemeriksaan parasit pada kulit ular juga perlu dilakukan, biasanya parasit ditemukan di sela-sela sisik.

5. Pemilihan jenis kelamin (sexing)
Sexing ular dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu visual, poping, dan probing. Sexing visual dilakukan dengan melihat ukuran ekor. Ular jantan memiliki ekor yang relatif lebih panjang dengan pangkal ekor besar. Sedangkan betina memiliki ekor yang relatif lebih pendek dengan pangkal ekor yang lebih kurus. Ular jantan memiliki tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan betina dan ular jantan terkesan lebih agresif dibandingkan ular betina. 

6. Kandang
Retic termasuk ular yang hidup di atas permukaan tanah (terrestrial). Kandang yang pas adalah berbentuk meluas dan melebar, bukan meninggi. Kandang yang baik adalah si ular dapat merentangkan tubuhnya minimal 2/3 tubuhnya. Harus ada ventilasi yang cukup karena retic mempunyai kencing yang cukup menyengat aromanya. Untuk alas kandang biasa gunakan alas koran. Ada juga yang menggunakan serpihan kayu atau serutan kayu. Kandang yang digunakan dapat dibuat sendiri atau membeli jadi. Namun demi kepraktisan kebanyakan hobiis menggunakan kontainer box yang dilubangi sisinya dengan solder untuk lubang nafas dan ventilasi.

Kandang bisa sederhana ataupun rumit tergantung kemampuan menjaganya. Ingatlah bahwa semakin banyak barang yang ditaruh di kurungan, semikin banyak pula barang yang harus di bersihkan. Sangat banyak pilihan untuk pemilihan kandang untuk Sanca Kembang yang masih kecil, seperti kotak plastic tempat baju, rak melamin, dan kandang-kandang plastic reptile yang banyak di jual di pasaran. Akuarium dari kaca memadai untuk hewan yang lebih kecil. Perlu diingat bahwa penutup kandang kadang kala dapat menimbulkan kesulitan untuk mengatur tingkat kelembaban.

Sanca Kembang yang baru menetas sepertinya cocok di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar bisa menjadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya harus mempunyai panjang setengah dari ular tersebut. Semakin panjang semakin baik. Dan juga pilihlah yang lebar karena Sanca Kembang perlu lantai yang lebar. Semua kandang harus memiliki tempat yang panas pada sebuah sudut, dan tempat yang lebih dingin di sudut yang berlawanan. Berapapun umur ular itu, Sanca Kembang sangat kuat maka harus ditaruh di kandang yang kuat dan pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat dan nyaman untuk ular) sangat dibutuhkan, sehingga kandang ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam memelihara ular raksasa. Kandang yang baik adalah yang luas dan bisa memberikan ular ruangan untuk bergerak. Ukuran sekitar 91.45 cm x 243 cm bisa dipakai sebagai acuan untuk ukuran ular 6 m.

7. Alas
Hanya sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran adalah yang paling murah dan paling mudah untuk dibersihkan: buang yang lama dan ganti dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengendalikan kelembaban, tetapi ingatlah bahwa terlalu tinggi kelembaban dapat mengganggu kesehatan, begitu juga kalau terlalu rendah kelembaban. Jangan pernah menggunakan alas yang mengandung Cedar karena mematikan untuk reptil.

8. Suhu dan Pemanasan
Sediakan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) dan suhu kandang 78-80 F (25.5-26.6 C)(suhu ini tidak boleh turun hingga lebih rendah dari 75 oF-24 C). Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan janganlah menebak. Yang bagus adalah menggunakan termometer digital luar/dalam. Taruh thermometer di dalam kandang, dan ujung lainnya di luar kandang. Sehingga anda dapat mengetahui suhu di luar dan di dalam pada waktu yang sama.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur, baik lampu untuk siang maupun lampu malam). Bila menggunakan bohlam ataupun keramik haruslah memperhatikan kelembaban di dalam kandang, apalagi bila menggunakan kandang dengan tutup atas, karena pemanas maupun kandang dengan tutup atas keduanya membuat kelembaban hilang dengan sangat cepat. Gunakan thermostats, rheostats, dan atau timer untuk mengontrol sumber panas. Jangan menggunakan batu pemanas pada ular karena terlalu kecil untuk permukaannya dan dapat menyebabkan luka bakar yang serius.

9. Kelembaban
Menyediakan kelembaban yang cocok untuk Sanca Kembang adalah sangat penting untuk menjamin lingkungan yang sehat dan membantu ketika proses ganti kulit, tetapi seperti dibilang sebelumnya, kelembaban yang terlalu tinggi pun dapat menjadi masalah sama seperti bila terlalu sedikit. Untuk membuat tingkat kelembaban 50% – 60%, kita memiliki beberapa pilihan.

Gunakan cypress mulch atau bahan yang sejenis yang dapat melembabkan. Cypress sangat bagus untuk digunakan, ciri-cirinya warnanya coklat terang saat kering dan menjadi gelap setelah basah, jadi kita tahu kapan kita perlu membasahinya lagi.

Buatlah box kelembaban untuk ular. Menggunakan container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang dan muat saat ditaruh didalam kandang, yang diisi dengan sphagum moss (peras lah untuk mengetahui ukuran kelembaban), gunting container plastic pada bagian atas tutupnya atau bagian samping dari plastic container tersebut. Taruh di dalam kandang ular sehingga ular dapat masuk kedalamnya saat ular tersebut menginginkannya.

Harus diingat, bila kita memiliki kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau sejenisnya, ada baiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau sesuatu yang dapat menahan kelembaban agar tidak hilang. Juga harus menjaga suhu karena udara yang hangat lebih dapat menahan kelembaban daripada udara yang dingin. Kita harus membuat kandang yang lembab, bukan basah. Kandang yang basah dapat menyebabkan infeksi baik karena bakteri maupun jamur, dan tentu saja akhirnya kepada kematian.

10. Pencahayaan
Asupan (pemberian) cahaya tidak diperlukan pada jenis ini, tetapi bila digunakan haruslah 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala dan 12 jam mati. Bila terus-menerus, bisa menyebabkan stress pada ular, apalagi jenis ini termasuk nocturnal (aktif pada malam hari).

11. Air
Selalu ganti air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, sebagaimana mereka memiliki kecendrungan untuk minum dengan sangat banyak. Ukuran dari tempat air minum adalah terserah anda. Bila cukup besar untuk berendam, maka cepat atau lambat si ular akan tampak senang untuk berendam dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa tempat minum tidak terlalu dalam untuk hewan yang masih kecil. Banyak ular akan membuang kotorannya di tempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan dan mengganti air kapan saja dibutuhkan. Sering kali kita perlu menyediakan tempat minum cadangan, sehingga ada pengganti tempat minum ketika yang satu lagi dibersihkan.

12. Asesoris
Satu asesori kandang yang berguna untuk membuat Sanca Kembang tetap bahagia adalah sebuah tempat persembunyian yang bagus… atau mungkin sepasang tempat persembunyian. Ular ini sensitive, ular yang pintar yang menyadari dan menggunakan tempat persembunyian. Sediakan di dua titik panas dan dingin dari kandang, sehingga ular dapat bersembunyi baik di tempat panas maupun di tempat dingin, dan ular tidak bingung memilih antar suhu dan keamanan. Pot bunga dari tanah liat atau plastic, maupun tempat sembunyi yang dijual di toko hewan semuanya dapat digunakan. Untuk Sanca Kembang yang lebih besar, menempelkan kertas yang gelap pada semua bagian kandang adalah cara yang mudah untuk membuat ular kita merasa lebih aman. jadi apapun asesorinya pastikan tidak mengganggu keamanan ular kita.

13. Pemberian Makan
Retic termasuk pemakan segala. Mulai dari tikus, kelinci, marmut, ayam, bahkan daging sapi pun bisa jadi menu makannya. Nafsu makan retic termasuk nomor satu jika dibanding dengan ular lain. Maka tak jarang retic dijuluki tong sampah yang berarti bisa masuk apa saja ke perutnya. Untuk ular yang masih baby bis alangsung diberi makan tikus mencit yang masih muda (jumper). Saran dari saya jangan terlalu banyak memberikan makan ketika masih kecil. Sebab dikhawatirkan akan muntah. Pemberian pakan dalam intensitas sering dan kuantitas yang banyak hanya akan membuat retic anda menjadi cepat besar. Perlu diingat anda memlihara hewan ini tidak hanya satu atau dua tahun. Anda harus bertanggung jawab mengurus ular ini sampai dia besar nanti. Pakan untuk ular yang besar di atas satu meter bisa diberikan rat atau marmut. Sedangkan untuk retic yang sudah masuk ukuran adult (3 meter keatas) berikan pakan berupa ayam atau kelinci.

Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.

Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karena hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.

14. Handling:
Urusan handling retic mejadi hal yang sangat penting diperhatikan. Retic termasuk hewan yang buas dan susah diprediksi. Selain itu kekuatan retic juga patut dipertimbangkan sebab tenaganya cukup besar dan menguras energi kita. Pastikan sebelum menghandle ular anda tangan harus dalam keadaan dicuci. Sebab dikhawatirkan jika tangan kita tidak bersih, khususnya setelah memberi makan, ular akan menghajar tangan anda karena mengira tangan anda adalah makanan. Kunci utamanya adalah anda harus percaya diri dan tenang. Biarkan ular percaya kepada anda dan tidak menganggap anda sebagai ancaman.

Sumber :

http://fatahilla.blogspot.com/2012/01/pemeliharaan-sanca-kembang-python.html
http://www.satwaunik.com/animal-care/cara-perawatan-python-reticulatus/
http://reptilelov.blogspot.com/2012/11/cara-memelihara-ular-python-reticulatus.html


KEARIFAN LOKAL KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA



Jika berkunjung ke Tasikmalaya, terdapat kampung yang terkenal di Jawa Barat karena kearifan lokalnya. Kampung ini disebut Kampung Naga. Kenapa disebut Kampung Naga? Sebenarnya nama tersebut tidak ada hubungannya dengan hewan mitos naga yang melegenda, tetapi nama tersebut menurut salah satu warga di sana merupakan singkatan dari “diNa Gawir”  yang artinya adalah merupakan kampung yang berada di lembah yang subur. Kampung Naga adalah  sebuah kampung kecil, yang para penduduknya patuh dan menjaga tradisi yang ada, hal inilah yang membuat kampung ini unik dan berbeda dengan yang lain. Tak salah jika kampung ini menjadi salah satu warisan budaya Bangsa Indonesia yang harus dilestarikan.


Kampung Naga berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya.


Nenek moyang Kampung Naga yang paling berpengaruh dan berperan bagi masyarakat Kampung Naga "Sa Naga" yaitu Eyang Singaparana atau Sembah Dalem Singaparana yang disebut lagi dengan Eyang Galunggung, dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.

Menurut masyarakat kampung naga, hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/sejarah mereka pada saat kampung ini dibakar oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo di masa lalu. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat organisasi tersebut. Oleh karena tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga maka DI/TII membumihanguskan perkampungan tersebut pada 1956.


DARI ALAM KEMBALI KE ALAM

Gotong royong dan kebersamaan atau keguyuban merupakan hakikat kehidupan manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Mereka sangat menyadari keterbatasan dapat diatasi dengan kebersamaan. Ketaatan terhadap adat istiadat adalah wujud kepedulian terhadap para leluhur yang telah menciptakannya, mempertahankan kebersamaan, mengutamakan kedamaian antar warga, dan menghindari konflik internal. Gotong royong dan kebersamaan dalam kegiatan sosial seperti mendirikan rumah, pelaksanaan upacara dalam berbagai aspek kehidupan menunjukkan kebersamaan, mentaati tata tertib, dan kesamaan derajat atau status sebagai warga masyarakat Kampung Naga.

Masyarakat Kampung Naga merupakan masyarakat yang masih menggunakan peralatan dan perlengakpan hidup sederhana, non teknologi yang bahannya didapat dari alam. Seperti untuk memasak, masyarakat Sanaga menggunakan tungku dengan bahan bakar menggunakan kayu bakar dan untuk membajak sawah mereka tidak menggunkan traktor melainkan menggunakan cangkul. Dan masih banyak hal lainnya, yang pasti masayarakat Sanaga tidak menggunakan peralatan canggih berteknologi tinggi, dan kampung mereka pun tidak ada listrik. Oleh karena itu mereka menyebutnya dengan istilah “Pareum Obor” yang berarti mati lampu atau gelap tanpa penerangan.

Mata pencaharian warga Kampung Naga bermacam-macam mulai dari pokok yaitu bertani, menanam padi sedangkan mata pencaharian sampingannya adalah membuat kerajinan, beternak dan berdagang. Dalam satu kampung hanya 4 rumah yang memilih berdagang. Selebihnya memilih bertani dan berternak.

Tata ruang Kampung Naga menggambarkan nilai-nilai kearifan lokal yang ditunjukkan dengan adanya pembagian wilayah. Tata ruang terbagi ke dalam tiga wilayah adat, yakni: (1) wilayah terlarang, yaitu kawasan makam (pasarean) dan hutan naga yang tidak boleh dikunjungi oleh siapapun; (2) wilayah produktif, yakni kawasan pertanian sawah; dan (3) wilayah inti (legana sa naga), yakni kawasan pemukiman tempat berlangsungnya aktivitas kemasyarakatan. Secara morfologis, kampung naga berada di lereng bukit yang berpotensi terjadi longsor. Wilayah terlarang berada di bagian atas pemukiman sehingga menjadi daerah konsevasi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Wilayah produktif berada di gerbang memasuki kampung naga (wilayah inti). Ketiga wilayah tersebut dipergunakan sesuai dengan fungsinya dan sampai sekarang tidak mengalami perubahan. Pelestarian lingkungan yang dilakukan masyarakat berdasarkan etika lingkungan yang berkelanjutan memegang prinsip bahwa lingkungan sebagai sumberdaya memiliki keterbatasan.

Bangunan-bangunan yang ada di Kampung Naga berbentuk segitiga semuanya beratap ijuk, dan menghadap ke arah kiblat, terdapat 113 bangunan dalam area 1,5 ha yang terdiri dari 110 rumah warga dan 1 tempat ibadah, selain itu juga terdapat balai pertemuan di samping masjid, lumbung padi (Leuit) dan Bumi Ageung yang bahan bangunannya menggunakan bilik-bilik, kayu-kayu, dan lain-lain. Tidak menggunakan semen atau pasir. Semua bentuk, ukuran, alat dan bahan bangunan semuanya sama hal ini menunjukkan adanya keseimbangan dan keselarasan yang ada di daerah tersebut.

Rumah (bumi=tanah) bagi warga masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, melainkan memiliki fungsi sosial, fungsi spiritual,  dan fungsi falsafiah. Pemilihan tempat, proses pembangunan, arah dan bentuk serta material yang digunakan mencerminkan ketaatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Bangunan rumah adalah jenis rumah panggung tradisional berukuran 8×5 meter yamg memanjang arah Barat-Timur.  Rumah terdiri atas lima ruangan yaitu: ruang depan, ruang tengah, ruang tidur, ruang goah, dan dapur. Material bahan bangunan terdiri atas: batu (tatapakan), kayu/bambu (tiang, dinding, dan lantai), ijuk dan daun tepus (atap) serta tidak menggunakan bahan yang berasal dari metal (misalnya paku). Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Terdapat kandang ayam di setiap rumah masyarakat Kampung Naga. Posisi kandang ayam tersebut berada tepat di bawah rumah setiap warga, kemudian kotorannya dijadikan pupuk untuk tanaman yang nantinya tanaman tersebut akan dipanen lalu dikonsumsi kembali oleh warga. Inilah yang disebut oleh mereka dari alam kembali ke alam.

Banyak kepercayaan yang masih sangat melekat di Masyarakat Kampung Naga dengan menandai tempat-tempat larangan yaitu : 2 hutan larangan, sebelah Timur dan Barat, tempat ini tidak boleh dimasuki oleh seorangpun kecuali pada waktu upacara atau berziarah. Ada satu buah bangunan yang dianggap keramat yaitu “Bumi Ageung” yaitu tempat pelaksanaan rutinitas upacara adat, tempat ini tidak boleh dimasuki kecuali oleh Ketua Adat atau Kuncen. Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam (“leuwi”). Kemudian “ririwa” yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut “kunti anak” yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atausanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang Singaparna,Bumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.

Hari yang diagungkan masyarakat Kampung Naga diantaranya hari Selasa, Rabu dan Sabtu.Pada hari itu masyarakat dilarang untuk menceritakan asal usul atau sejarah mengenai Kampung Naga dan  pada bulan Syafar tidak boleh melaksanakan upacara adat atau berziarah. Dalam pembangunan rumah-rumah diatur sedemikian rupa yaitu dengan membujur Timur Barat menghadap ke Selatan.

Menjadi suatu keharusan bagi masyarakat kampung naga untuk mematuhi dan mewariskan adat istiadat. Adat istiadat telah membentuk kepribadian warga sehingga masyarakat memiliki sifat-sifat tradisional sebagai manifestasi dari nilai-nilai kearifan lokal. Sifat-sifat lokalitas dilestarikan dalam pola pikir, pola tata kelakuan, dan pola kebudayaan. Lembaga adat berfungsi sebagai pengontrol (informal social control)  warga di dalam merealisasikan nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal memiliki daya pemersatu (sentripetal) dan kecerdasan lokal (local genius) memiliki daya untuk melemahkan kekuatan eksternal yang dipandang memiliki daya pemecah (sentrifugal) bagi kehidupan bermasyarakat.

Seperti kebanyakan kampung adat lainnya, masyarakat Sanaga juga memiliki aturan hukum sendiri yang  tak tertulis namun masyarakat sangat patuh akan keberadaan aturan tersebut. Prinsip yang mereka anut adalah Larangan, Wasiat dan Akibat.

Sistem hukum di kampung Naga hanya berlandaskan kepada kata pamali, yakni sesuatu ketentuan yang telah di tentukan oleh nenek moyang Kampung Naga yang tidak boleh di langgar. Sanksi untuk pelanggaran yang dilakukan tidaklah jelas, mungkin hanyalah berupa teguran, karena masyarakat Sanaga memegang prinsip bahwa siapa yang melakukan pelanggaran maka dia sendiri yang akan menerima akibatnya. Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya. pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.

Tingkat Pendidikan masyarakat Kampung Naga mayoritas hanya mencapai jenjang pendidikan sekolah dasar, tapi adapula yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi itupun hanya minoritas. Kebanyakan pola pikirnya masih pendek sehingga mereka pikir bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya pulang kampung juga. Dari anggapan tersebut orang tua menganggap lebih baik belajar dari pengalaman dan dari alam atau kumpulan-kumpulan yang biasa dilakukan di mesjid atau aula. Bagi masyarakat Kampung naga, tidak dibenarkan adanya paksaan dalam mengenyam pendidikan. Orang tua tidak dapat memaksa anaknya untuk sekolah jika tidak ada keinginan dari sang anak. Begitu pula sebaliknya, sang anak tidak boleh memaksa orang tua untuk membiayai sekolah jika tidak mampu.

Pada masyarakat Kampung Naga, pendidikan nilai-nilai kearifan lokal dilaksanakan secara terintegrasi antara lembaga adat, masyarakat, dan di dalam lingkungan keluarga (informal). Proses belajar nilai-nilai kearifan lokal tidak terlepas dari proses pewarisan nilai-nilai budaya yang dilakukan melalui enkulturasi, sosialisasi, dan internalisasi. Keluarga menjadi wahana utama dan pertama di dalam proses belajar nilai-nilai kearifan lokal. Lingkungan masyarakat adalah wahana aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal, sehingga setiap individu merupakan bagian integral dari karakteristik masyarakat. Sedangkan lembaga adat berkewajiban memberikan sanksi bagi setiap pelanggaran terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan berfungsi sebagai pengontrol masyarakat. Ketiga lingkungan pendidikan tersebut menanamkan, mengembangkan, dan membiasakan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan tata cara yang telah mentradisi, sehingga setiap individu memiliki kepribadian sebagai warga masyarakat Kampung Naga (seuweu siwi naga).

Nilai-nilai kearifan lokal dilahirkan dari suatu masyarakat, diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, dan dilestarikan melalui pembiasaan yang melembaga (tradisi) hingga membentuk kepribadian sesuai norma. Kepribadian masyarakat kampung Naga terbentuk melalui proses belajar sepanjang hayat (long-life learning) yang dilaksanakan secara terintegrasi antara lembaga adat, masyarakat, dan keluarga. Nilai-nilai kearifan lokal terinternalisasi pada setiap individu hingga membentuk kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya. Sesungguhnya, kepribadian warga masyarakat Kampung Naga memiliki nilai-nilai univarsal yang tercermina dalam , kenjalani berbagai aspek kehidupan (act locally), namun memiliki kemampuan berpikir global (think globally), dan memberikan kontribusi terhadap pembentukan identitas budaya bangsa sebagai perwujudan integritas hidup berbangsa dan bernegara (commit nasionally).

GREEN TREE PYTHON

Green Tree Python (Morelia Viridis) atau yang biasa dikenal dengan nama Chondro banyak terdapat di Irian Jaya, Papua New Guinea & Australia. Ular Chondro tinggal di habitat yang lembab dan bagian tropis yang hangat. Chondro termasuk satwa yang mulai langka di tempat asalanya karena penghancuran habitat, perdagangan kulitnya & diburu untuk makanan. Seperti kebanyakan ular pohon, chondro memangsa binatang pengerat (tikus, mencit) dan unggas kecil. Chondro dewasa bisa berukuran panjang hingga 2,1 meter untuk specimen yang besar, sedangkan untuk specimen yang medium, chondro bisa mencapai panjang 1.8 meter. Chondro suka bergelung di pohon, melingkarkan diri dengan kuat di cabang pohon.

Chondro memiliki lubang thermosensory di sepanjang labial atas dan bawah. Kebanyakan Chondro berwarna hijau cerah tapi ada beberapa chondro dewasa yang berwarna biru atau kuning (chondro canary). Sebagian besar Chondro memiliki serangkaian titik putih/biru dan atau bintik lateral yang jelas terlihat. Bayi chondro memiliki warna yang sangat variable. Bayi chondro bisa berwarna merah bata, kuning lemon hingga coklat. Anehnya, semua warna ini bisa ditemukan di clutch telur yang sama.

Nama ilmiah Morelia Viridis baru didapatkan pada tahun 1994, karena sebelumnya nama ilmiah chondro adalah Chondropython Viridis. Penggantian nama ini menunjukkan kekerabatan chondro yang sangat dekat dengan Carpet Python.  Bayi chondro bisa berubah warna secara drastis dan ini dimulai saat bayi chondro berumur beberapa minggu hingga berumur 2 tahun. Musim kawin chondro biasanya terjadi pada akhir bulan August hingga akhir bulan Desember dan chondro bertelur sekitar akhir bulan November hingga Februari. Chondro betina harus memiliki tempat untuk bertelur yang menggantung atau telur akan jatuh ke tanah. Masa inkubasi telur chondro adalah 39 hingga 65 hari.

Chondro mencari mangsa di tanah pada malam hari dan tidur di siang hari. Lubang  thermosensory membantu mereka mengenali perubahan suhu. Contohnya, jika ada hewan yang bersuhu tubuh hangat mendekati jangkauannya, chondro akan dapat mengenali perubahan suhunya.

Secara keseluruhan, chondro adalah ular yang cantik & sangat popular. Warnanya bervariasi & indah. Tapi walaupun ukurannya cocok sebagai hewan peliharaan, chondro memiliki temperamen yang agak liar. Maka dari itu, dianjurkan hanya yang sudah berpengalaman yang sebaiknya memelihara chondro.

Untuk memelihara chondro, perlu diperhatikan beberapa hal berikut :

  1. Kandang yang cocok untuk ular chondro adalah kandang yang lembab dan hangat serta bersih dari bakteri dan kuman. Untuk kebutuhan kandang ular chondro ini, anda bisa membuat kandang atau terrarium dengan ventilasi terbatas hingga kehangatan udara di dalam terrarium menjadi terjaga. Suhu yang tepat untuk kandang ular chondro adalah berkisar 28 hingga 30 derajat celcius.
  2. Kulit ular gtp atau chondro adalah jenis ular dengan kulit sangat tipis sehingga kadang sulit untuk ular chondro untuk shedding atau ganti kulit. Inilah sebabnya kenapa chondro membutuhkan kandang yang lembab, sehingga kelembaban kulitnya bisa terus terjaga dan ular chondro bisa terhindar dari kekeringan kulit. Untuk mendapatkan kelembaban yang pas untuk kandang ular chondro, cukup semprotkan air menggunakan semprotan air hingga terlihat titik-titik air kecil menempel di dinding kandang ular chondro anda, kemudian tutup kandang. 3 jam kemudian, buka kembali kandang dan lihat apakah masih ada sisa air menempel di dinding kandang atau tidak. Jika sudah tidak ada sisa air menempel di dinding kandang berarti kelembaban kandang bisa dikatakan masih kurang. Tutup salahsatu ventilasi kandang, dan lakukan penyemprotan lagi. Begitu seterusnya sehingga terlihat air masih menempel di dinding kandang dalam waktu 3 jam.
  3. Penyemprotan kandang ular chondro ini juga bisa dilakukan kepada ular chondro saat masa shedding berlangsung. Ular chondro juga kerap minum titik-titik air yang menempel di tubuhnya. Maka dari itu, gunakan air mineral untuk menyemprot kandang dan tubuh ular chondro anda.
  4. Memilih bedding atau alas kandang adalah hal krusial karena menyangkut kesehatan ular chondro. Pilih alas kandang berupa koran bekas yang bersih sebagai alas kandang, dan ganti bedding kandang ular gtp anda setiap hari dengan yang baru.
  5. Ular chondro atau ular gtp adalah jenis ular arboreal yang banyak menghabiskan hidupnya di atas pohon. Maka dari itu, tempatkan aksesoris berupa dahan pohon yang diameternya sama dengan ular chondro anda. Dahan pohon sebaiknya terpasang dengan kuat sehingga tidak mudah jatuh dan tidak bergerak saat ular naik ke atasnya. pastikan juga bahwa dahan pohon yang digunakan bebas racun.
  6. Ular chondro atau ular gtp tidak membutuhkan pencahayaan khusus sinar UVB. Cukup pastikan ada cahaya selama 12 jam dan biarkan kandang dalam keadaan gelap 12 jam berikutnya. Ular chondro adalah ular nocturnal yang aktif di malam hari. Mereka biasanya lebih menyukai suasana gelap dan lebih aktif saat gelap.
  7. Makanan ular chondro adalah mice atau pinkies. pastikan makanan yang diberikan tidak lebih besar dari diameter tubuh ular chondro, dan berikan makanan dalam suasana gelap. perlu diingat bahwa makanan yang terlalu besar ukurannya akan membuat ular chondro anda mengalami ambeien. mice atau pinkies yang diberikan sebaiknya dalam keadaan pingsan. Dan usahakan suhu tangan anda lebih rendah daripada suhu mice atau pinkies yang diberikan karena mata ular chondro sangat sensitif dengan panas tubuh. ular gtp atau ular chondro akan menyambar tangan yang lebih panas dibandingkan mice atau pinkies. Porsi makan ular chondro yang masih bayi adalah sekali dalam seminggu (5 - 7 hari sekali), sementara porsi makan ular gtp atau chondro yang berumur 1 tahun keatas adalah sekali dalam 7 hingga 10 hari, dan porsi makan ular chondro atau gtp yang sudah dewasa adalah sekali dalam 12 hingga 14 hari.
  8. Chondro mendapatkan nutrisi yang cukup dari tikus peternakkan maka dari itu chondro tidak membutuhkan tambahan suplemen. Biasakan untuk memberi makan dalam keadaan gelap agar reflek dari chondro itu tetap kuat. Chondro memiliki sensor panas maka hati hati dengan tangan, chondro akan menyerang tangan anda jika tangan anda lebih hangat dari makanan itu.
  9. Jadwal shedding atau jadwal ganti kulit ular chondro atau gtp berbeda-beda, tergantung kepada usia dan jenis kelamin ular chondro tersebut. umumnya, jadwal ganti kulit atau shedding ular gtp bergantung pada usianya, semakin tua umur seekor ular chondro, maka semakin lama pula jadwal sheddingnya. Ular chondro yang masih bayi ganti kulit pada 6 atau 8 minggu. Penting untuk mengetahui jadwal kapan ular chondro anda ganti kulit karena memainkan chondro saat ganti kulit, memegang ular chondro saat ganti kulit, dan memberi makan ular chondro saat ganti kulit akan membuat ular stres yang biasanya mengakibatkan mogok makan dan akhirnya mati. Pastikan juga anda menjaga kelembaban kandang saat jadwal ganti kulit (shedding) ular chondro dimulai.
  10. Kesalahan besar jika memberi makanan yang terlampau besar kepada chondro , chondro tidak dapat mencernanya dengan baik dan dapat mengakibatkan ambeyen. Chondro adalah Phyton kecil yang ramping dan tidak memerlukan makanan yang besar, cukup seekor rat atau beberapa mice untuk chondro dewasa tidak seperti jenis colubrid atau burmese python, chondro tidak makan banyak berikan makan secukupnya dan teratur. Chondro yang gendut adalah chondro yang tidak sehat dan mereka tidak akan berkembang biak dengan baik. Baby chondro sebaiknya makan antara 5 – 7 hari, 1 tahun ke atas 7 – 10 hari, dan dewasa dengan ukuran yang sudah besar antara 12 – 14 hari. Usahakan agar makanan yang diberikan selalu dalam keadaan mati atau setidaknya dalam keadaan tidak sadar.



Beberapa jenis-jenis condro
Chondro berdasarkan lokalitas :

>ARU

Kelompok chondro ini mewakili varian warna alami yang ditemukan di pulau Aru Indonesia. Spesies ini berwarna kuning cerah dengan corak yang menarik. Saat dewasa akan berwarna hijau kebiruan dan terkadang disertai bintik-bintik berwarna putih.

 Fase baby


Fase Dewasa

>BIAK

Kelompok chondro ini mewakili varian warna alami yang ditemukan di pulau Biak ndonesia. Ditandai dengan warna tubuh hijau pudar dengan pigmentasi warna kuning.

 Fase Baby A


 Fase Baby B


Fase Dewasa

>KOFIAU

Ditemukan di Pulau Kofiau yang merupakan bagian dari Kepulauan Boo. Terletak di utara Pulau Misool di lepas pantai barat Papua. Menurut laporan, beberapa spesimen mempertahankan warna kuning sepanjang hidup mereka.

 Fase Baby


Fase Dewasa

>MERAUKE

Chondro jenis ini ditemukan pedalaman dari kota Merauke sepanjang pantai Barat Selatan Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya). Hampir sama dengan corak jenis Aru. Kebanyakan dari jenis ini memiliki tubuh hidup hijau cerah dengan garis bintik putih yang tersusun padat di sepanjang tulang belakang ular.

Fase Baby

Fase Dewasa

>PAPUA NUGINI

Spesies ini berasal dari Papua Nugini. Sisi lain pulau itu dikenal sebagai Irian Jaya (sekarang Papua Barat) Indonesia. Karena angka kematian sangat tinggi spesies ini dibiakkan dengan persilangan. Terciptalah beberapa bentuk warna yang sangat luar biasa dari Chondro Papua nugini ini.

Fase Baby

Fase Dewasa

>SORONG DAN JAYAPURA

Chondro ini adalah beberapa bentuk alami banyak ditemukan di Irian Jaya. Banyak bentuk dan variasi warna ditandai dengan warna hijau kebiruan pada tubuh mereka dengan garis vertebral yang menonjol berwarna biru. Bercak putih dan kuning terkadang juga ikut memberi variasi. Beberapa memiliki ekor berwarna terang, lainnya memiliki ekor gelap.


 A
Fase Baby


 Fase Remaja


 Fase Dewasa


B
 Fase Baby



 Fase Remaja




Memelihara ular chondro itu susah-susah gampang, asalkan dipelihara dengan baik dan memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan dalam penangannan ular ini, tentunya akan aman-aman saja dan terawat dengan baik. sekian dulu sharingnya. semoga bermanfaat.


Sumber : 
http://www.satwaunik.com/informasi-umum/green-tree-python-vs-emerald-tree-boa/
http://jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.com/2014/06/cara-memelihara-chondro-gtp.html
http://fansreptiles.blogspot.com/2012/06/chondro-morelia-viridis-reptil-ini.html