Tuesday, November 8, 2016

Book Review - Michael Scott : The Sorceress

Judul Buku: The Sorceress (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel)
Diterjemahkan dari : The Sorceress (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel)
Terbit pertama : 2009
Penulis : Michael Scott
Penerjemah : Muhammad Baihaqqi
Tebal : 620 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, Maret 2010
Penerbit : Matahati
ISBN : 978-602-859-010-5

Setelah pertempuran di depan Katedral Notre Dame Paris melawan Dee dan Machiavelli, Nicholas Flamel membawa si kembar ke London untuk bertemu dengan manusia abadi tertua, Gilgamesh sang Raja. Tiba di London, mereka disambut oleh sahabat dari Saint-Germain, Palamedes. London merupakan daerah kekuasaan John Dee. Tempat di mana musuh-musuh Flamel berkumpul. Di kota ini, Flamel dan si kembar kembali dikejutkan dengan berbagai serangan yang bersumber tentu saja dari Dee. Mereka sudah mulai diserang saat tiba di London meski tak mengalami kesulitan. Mereka juga diserang oleh makhluk-makhluk suruhan John Dee. Dibantu serta oleh William Shakespeare, mereka melawan Cernunnos, Sang Archon, yang menyerbu tempat tinggal Palamedes dan William. Ketika tempat tersebut akhirnya terbakar habis, mereka dapat melarikan diri dengan selamat dan berhasil bertemu Gilgamesh. Setelah bertemu Gilgamesh, yang menceritakan sedikit tentang riwayat si kembar serta mengajari si kembar sihir air. Cernunnos menemukan mereka dan kembali menyerang mereka dalam perjalanan menuju gerbang ley di Stonehenge. Mereka kembali berhasil lolos meski Dee berhasil merebut Clarent setelah pedang itu terhemas dari tangan Josh Newman. Palamedes segera membawa mereka ke gerbang ley. Lewat gerbang ley tersebut Nicholas bersama si kembar kembali ke San Fransisco.
Di pulau Alcatraz, Perenelle membuat sekutu dengan Morrigan. Lebih tepatnya dua kembaran dari Morrigan, Macha dan Badb. Macha dan Badb membantu Prenelle sebagai baas budi karena sang Sorceress telah membebaskan mereka dari keserakahan Morrigan yang mendominasi raga mereka. Dengan bantuan sang Dewi Gagak, akhirnya Prenelle bisa kembali ke daratan menggunakan kapal curian milik Billy the Kid dan Machiavelli, kemudian meninggalkan Billy the Kid dan Machiavelli di Alcatraz untuk menjemput Nicholas dan si kembar.


0 komentar:

Post a Comment