Tuesday, November 8, 2016

Book Review - Michael Scott : The Magician

Judul Buku: The Magician (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel)
Diterjemahkan dari : The Magician (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel)
Terbit pertama : 2008
Penulis : Michael Scott
Penerjemah : Novia Stephani
Tebal : 580 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan kedua, April 2009
Penerbit : Matahati
ISBN : 979-1141-36-3

The magician merupakan buku kedua dari The Secret of The Immortal Nicholas Flamel. Jika buku pertama berlatar di San Fransisco, buku kedua ini berlatar di Paris. Si kembar tiba di Paris melalui gerbang ley setelah Dee menghancuran Yggdrasil dan membunuh Hekate dan Sophie dibangkitkan kekuatan sihirnya oleh Penyirir Endor di Ojai.
Di Paris, Nicholas bertemu dengan Saint-Germain serta Joan d’Arc, yang juga manusia abadi. Meski punya sekutu, Nicholas dan teman-temannya juga diincar oleh manusia abadi lain yaitu, Niccolo Machiavelli. Niccolo merupakan manusai abadi yang memiliki kekuasaan di Paris sebagai intelejen, sehingga dia mampu mengerahkan orang-orangnya untuk mengejar Nicholas dan teman-temannya. Dibantu oleh tiga saudara Disir yang membangkitkan makhluk Nidhogg. Nidhogg dibangkitkan oleh Dee untuk membantu menangkap si kembar demi mendapatkan kembali lembaran Codex untuk melengkapi bagian Codex yang ada di tangan Dee. Nidhogg menghancurkan beberapa bagian kota Paris dan sempat membawa lari Scathach dan Josh mengejarnya hingga akhirnya dibunuh oleh Josh menggunakan pedang Clarent.
Di lain tempat, di pulau Alcatraz Prenelle Flamel harus bertahan dan terus berjuang membebaskan diri dari pulau yang dipenuhi monster hasil tangkapan Dee dan dijaga oleh Sphinx. Selain itu Prenelle juga harus berhadapan dengan Morrigan sang Dewi Gagak. Namun tanpa disangka, di Alcatraz Prenelle bertemu dengan kawan lama, si laba-laba tua, salah satu ras tetua Aero-enap yang membantunya melumpuhkan Morrigan sag Dewi gagak.
Josh memang memegang Clarent, salah satu dari 4 pedang legenda, namun  meski demikian rasa iri di hati Josh tetap ada karena Sophie sudah dibangkitkan serta diajari sihir udara, serta sihir api oleh Saint-Germain. Setelah menyelamatkan Scathach dari cengkraman Nidhogg, Josh dibawa oleh Dee dan Niccolo untuk bertemu dengan Mars Ultor di Katakombe Paris, dan di sana sihir Josh akhirnya dibangkitkan.
Puncaknya, terjadi pertempuran hebat di depan gereja Notre Dame Paris. Sophie dan Josh bertempur melawan para Gargoyle yang dibangkitkan oleh Dee. Si kembar berhasil menghancurkan pasukan Gargoyle itu dan lolos dari buruan Dee dan Noccolo. Flamel dan si kembar melanjutkan perjalanan untuk kembali ke San fransisco, namun mereka harus singgah terlebih dahulu ke London Inggris tempat dimana musuh-musush Flamel berkumpul.
Buku yang cukup menghibur bagi saya yang menggemari kisah-kisah fantasi. Tokoh-tokoh yang diambil dari orang-orang yang benar-benar ada seperti suami istri Flamel dan Dee. Juga mengidupkan tokoh-tokoh mitologi kuno sehingga terasa dan seolah-olah mereka benar-benar nyata. Alur yang mudah diikuti dengan gaya bahasa yang mudah dipahami menjadikan nilai plus untuk novel ini. Novel ini memiliki 6 seri yang dan akan tuntas sampai di akhir cerita jika membaca seluruhnya. Tapi bagi penggemar fantasi series, buku ini menjadi tantangan dan recommended untuk dibaca. Selamat memasuki dunia mitologi dan manusia abadi.


0 komentar:

Post a Comment