Tuesday, November 8, 2016

Book Review - Bobby Tan : Nine Dragon Warriors ; Misteri di Skeleton Island

Judul Buku: Nine Dragon Wariors (Misteri di Skeleton Island)
Penulis : Bobby Tan
Tebal : 163 hlm
Terbit: 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8005-0

Dikisahkan bahwa lima dari Sembilan kesatria naga itu tewas, gugur dalam pertempuran melawan tentara raja Munduz dan menyisakan empat kesatria yaitu Alen, Keitsh, Danz, dan Arkham. Alen Watson merupakan pemimpin dari Sembilan kesatria naga yang sangat dipercaya oleh kerajaan Black Mountain. Kerajaan Black Mountain sendiri dibawah kepemimpinan Kaisar Induz yang berusia 10 tahun mengalami krisis pasukan dan merencanakan persekutuan dengan kerajaan Algerian di bawah kepemimpinan Michael. Alen diutus oleh Induz menghadap Michael untuk menawarkan persekutuan antara Black Mountain dan Algerian. Michael menyetujui persekutuan tersebut naun dengan satu syarat. Michael ingin Alen Watson mengambil kembali pusaka milik Michael yang ada di Skeleton Island yang merupkan pulau menyeramkan yang dikenal dengan pulau kuburan para ksatria karena jarang sekali ada yang selamat jika sudah masuk ke dalam pulau tersebut.
Alen Watson menyanggupi syarat tersebut. Sebelum berangkat, Alen dibekali jurus-jurus tambahan dai gurunya Joel yang juga mengajarkan jurus delapan belas tendangan naga kepada Alen. Dengan bekal ilmu dari sang guru, Alen pun ditemani sang Guru, Danz, dan juga Graciela putri dari Michael pergi menuju Skeleton Island hingga akhirnya berhasil mendapatkan kembali pusaka milik Michael, sang Raja Algerian.
Bagi anak-anak novel ini bisa dibilang menarik karena fantasinya. Namun bai orang atau pembaca yang sudah biasa membaca fantasy yang bias dibilang expert seperti Harry Potter, The Maze Runner atau The Imortal of Nicholas Flamel tentu akan merasa bosan. Gaya bahasa yang digunakan masih bercampur antara bahasa yang baku dan tidak. Meski begitu, seperti dikatakan di atas bahwa bagi anak-anak atau pembaca pemula, novel ini bias direkomendasikan dan menjadi bacaan ringan.



0 komentar:

Post a Comment