Sunday, March 15, 2015

BUKIT DAN LAPANGAN CIPANJALU KEC. CILENGKRANG BANDUNG

Bukit di Cipanjalu, dihadapan saya adalah Gunung Bukit Unggul
14 Maret 2015 saya dan teman-teman berencana mencari tempat yang masih jarang dikunjungi, bukan tempat yang sudah pasaran, bukan tempat wisata yang sudah umum, dan bukan tempat yang sudah sering dibicarakan orang. Tujuan kami pun akhirnya tertuju ke Palintang. Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam.

Lokasi ini merupakan wilayah perkebunan kina Bukit Unggul
Palintang merupakan sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan laut membuat udara sekitar desa ini sejuk di tambah gunung / bukit yang memunggungi desa tersebut yang sering di selimuti oleh kabut membuat suasana pemandangan alam sekitar semakin redup dan seakan tak ingin meninggalkan kesejukan tersebut. Ini adalah kedua kalinya saya berkunjung ke desa ini sejak 2013 yang lalu saat saya tak sengaja menemukan jalan pulang dari Maribaya Lembang. Entah kenapa saya mendadak rindu ingin mengunjungi lagi daerah ini. Ya, mungkin karena pemandangan yang begitu indah yang membuat saya ingin kembali menikmati keindahan Palintang ini.

Sisi utara Kampung Palintang berbatasan langsung dengan perkebunan kina milik PTPN VIII Bukit Unggul. Sejauh mata memandang terhampar perkebunan kina dengan landscapenya yang unik dan di sisi kiri tampak Gunung Palasari begitu jelas dengan kerimbunan hutannya. Jika langit cerah tampak pemandangan Bandung timur dan perbukitan di kaki Gunung Manglayang. kebetulan hari sedang cerah dan segalanya pun terlihat jelas dan indah.
Padang rumput di kaki bukit
Beberapa ratus meter sebelah utara dari desa Palintang terdapat lapangan yang lumayan luas yang di apit oleh pegunungan Palasari dan Manglayang, suasana hutan yang masih hijau memunggungi lapangan tersebut dan ke arah selatan melihat kebawah terlihat atap rumah desa palintang dan semakin kebawah ke arah selatan di kejauhan terlihat suasana kota yang berada di cekungan Bandung. Beberapa penduduk desa terlihat ada yang berkebun, mengambil air, mencari kayu bakar, dan membawa rumput yang digendong. Lapangan inilah yang akhirnya menjadi tempat saya dan teman-teman beristirahat dan tentunya mengabadikan beberapa gambar. Saya dan teman-teman mencoba mendaki bukit yang ada di samping lapang tersebut karena ingin mendapat spot foto yang lebih bagus. Sayangnya karena waktu sudah sore, kami pun tidak bisa meneruskan ke Situ Sangkuriang. Tapi kami sudah berencana akan mendatangi lokasi tersebut di lain kesempatan.

Untuk menuju Palintang, mulai masuk dari Alun-alun ujung berung melalui Cigending – Tanjakan Panjang – Palintang.




3 comments:

  1. Replies
    1. pastinya gan... Indonesia emang keren soal tempat wisata...

      Delete
  2. Wahh padahal rumah' nenek saya gajauh tuh di Cilengkrang jugaa.. asik referensi baru wisata Bandung nih hehehe...

    ReplyDelete