Monday, August 7, 2017

Ziarah Kubur sebagai pengingat mati

Dunia hanya sementara. Semua makhluk Allah akan hancur. Semua yang hidup akan mati. Banyak orang yang terlena akan kenikmatan dunia, tanpa mengingat kematian dirinya. Seolah-olah kematian hanya akan menghampiri orang lain. Seolah-olah yang dibawa ke liang kubur hanya orang lain. Dirinya hanya akan menjadi orang yang mengantarkan orang lain ke kuburan. Seolah dirinya lepas dan bebas dari maut. Ketika ada anak Adam yang meninggal dunia, itulah gambaran bahwa kita yang juga sama-sama anak Adam akan mengalami hal yang serupa. Mengalami dicabutnya nyawa dari raga. Mengalami dimandikan, dikafani, disholatkan dan dikuburkan.
Sudah menjadi budaya kita di Indonesia untuk mengkhususkan waktu berziarah kubur. Padahal tidak ada waktu khusus dalam berziarah kubur. Kapan pun kita boleh birziarah kubur. Bukan untuk meminta safaat, bukan untuk bertawashul, melainkan untuk mengingat kematian. Sebagaimana sabda Rosulullah saw :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِيُّ: قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ. )صحيح مسلم 2: 271 رقم:976 باب استئذان النبي ص ربه عز وجل في زيارة قبر أمه(
Dari Abu Hurairah ia berkata, ‘Nabi saw berziarah ke kuburan ibunya kemudian Nabi saw menangis dan menangis pula orang yang ada di sekitarnya, kemudian Nabi bersabda, “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memintakan ampunan baginya (ibunya) tetapi Ia (Allah) tidak memberikan izin kepadaku, kemudian aku meminta izin untuk menziarahi kuburannya, maka diberikan izin bagiku, maka ziarahilah kuburan-kuburan karena sesungguhnya (ziarah kubur) itu akan mengingatkan kepada kematian”’. Shahih Muslim II: 271 No. 976.
                Dalam hadits lain disebutkan :
عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ: نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّ فِي زِيَارَتِهَا تَذْكِرَةً. )سنن أبي داود 3: 171 رقم:3235 باب في زيارة القبور(
Dari Ibnu Burdah dari ayahnya ia berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, “Aku pernah melarang kalian untuk ziarah kubur, maka ziarahilah ia (kuburan), karena sesungguhnya dalam menziarahinya itu sebagai peringatan’”. Sunan Abu Daud III: 171 No. 3235 Bab; Tentang ziarah kubur.


Dari hadits tersebut, maka jelaslah bagi kita bahwa menziarahi kubur itu tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai pengingat bahwa kita akan mengalami hal yang sama dengan yang ada dalam kuburan tersebut. Maka dari itu, bagi yang masih merasakan nikmatnya hidup, maksimalkan hidup kita, optimalkan ibadah kita dan usahakan yang terbaik untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa, dan memperbanyak mengingat kematian. 

0 komentar:

Post a Comment