Monday, August 7, 2017

Menyikapi Dosa

Manusia pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan fitrah. Namun seiring perjalanan waktu, manusia akan memilih jalan hidupya masing-masing. Allah menciptakan manusia dengan wujud yang sempurna, sebagai makhluk yang sempurna, dengan jiwa yang sempurna.
وَ نَفْسٍ وَّ مَا سَوّٰىہَا ﴿۷  
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),” QS. Asy Syams : 7

Jika manusia hanya seonggok daging dan tulang, maka sapi pun punya daging dan tulang. Maka dari itu manusia memiliki jiwa yang dianugerahkan oleh Allah swt sebagai pembeda dengan makhluk lainnya. Dalam jiwa tersebut Allah juga menanamkan dorongan untuk berbuat fasik, dan juga dorongan untuk berbuat kebaikan. Sebagaimana Firmannya :
فَاَلْہَمَہَا فُجُوۡرَہَا وَ تَقْوٰىہَا ﴿۸  
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” QS. Asy Syams : 8

Dalam jiwa manusia itulah terjadi pergulatan, perselisihan, pertarungan antara dorongan baik dan dorongan buruknya. Saat dorongan baik manusia memenangkan pergulatan tersebut, maka manusia mendapat pahala karena untuk menahan dorongan buruk itu perlu perjuangan. Namun jika manusia lebih mengedepankan dorongan buruknya, maka pada saat itulah manusia akan terjerumus ke dalam kerugian bahkan bisa berdosa.
Berbicara mengenai orang yang berbuat dosa, maka jika kita mencermati, kita perhatikan, kita amati, bermacam-macam sifat manusia dalam menyikapi sebuah dosa dan kemaksiatan, setidaknya ada 3 macam manusia dalam menyikapi sebuah perbuatan dosa dan maksiat.
1.         Orang yang berbuat dosa, lalu ia menganggap enteng dosa tersebut.
Ada orang yang berbuat kesalahan, namun karena kesalahan itu dinilai tak seberapa, maka ia menganggap itu sebuah hal yang kecl dan tidak terlalu berpengaruh pada timbangan amalnya. Namun jika ia sadar, sesuatu yang kecil jika sering dilakukan maka akan menjadi sesuatu yang besar. Saat sesuatu yang kecil itu sudah menjadi besar, ia akan merasakan penyesalan terhadap sikapnya tersebut.
2.         Orang yang berbuat dosa, lalu ia ingin bertobat tapi ia selalu menangguhkan tobatnya.
Orang yang selalu menangguhkan tobatnya, ia akan menyesali perbuatan menangguh-nangguhkannya itu ketika kematian datang kepada dirinya. Ia tidak tahu kapan ajal menjemput. Ketika ajal sudah datang, maka pintu tobat yang tadinya akan ia masuki, tertutuplah. Terlambat untuk bertobat karena ajal telah tiba.
Sebagaimana firman Allah swt:
رَبِّ لَوْ لَاۤ  اَخَّرْتَنِیۡۤ  اِلٰۤی  اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَ اَكُنۡ  مِّنَ الصّٰلِحِیۡنَ ﴿۱۰ وَ لَنۡ  یُّؤَخِّرَ اللہُ  نَفْسًا  اِذَا جَآءَ اَجَلُہَا ؕ وَ اللہُ  خَبِیۡرٌۢ  بِمَا تَعْمَلُوۡنَ ﴿٪۱۱  
"Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. QS. Al Munaafiquun :10-11
3.         Orang yang mengetahui perbuatan dosa, ia coba berusaha untuk menghindari, menekan dorongan buruknya, dan bersegera untuk bertobat kepada Allah untuk selalu mensucikan jiwanya dari dosa dan maksiat. Sebagaimana Allah berfirman:

قَدْ  اَفْلَحَ  مَنۡ  زَکّٰىہَا ﴿۹  وَ قَدْ خَابَ مَنۡ  دَسّٰىہَا ﴿ؕ۱۰
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. QS. Asy Syams : 9-10

Manusia tak pernah luput dari kesalahan. Perbanyaklah memohon ampun kepada Allah serta yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Oleh karena itu berusahalah untuk senantiasa mengasah diri kita, melatih jiwa kita menahan hawa nafsu dan meredam dorongan buruk untuk berbuat dosa dan maksiat. Sebagaimana firman Allah :
وَ اَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّہٖ وَ نَہَی النَّفْسَ عَنِ الْہَوٰی ﴿ۙ۴۰  فَاِنَّ  الْجَنَّۃَ  ہِیَ الْمَاۡوٰی ﴿ؕ۴۱

”Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” An Naazi’at : 40-41

1 comment:

  1. Did you hear there's a 12 word phrase you can communicate to your partner... that will induce intense emotions of love and impulsive attraction for you deep inside his chest?

    That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's instinct to love, idolize and care for you with all his heart...

    12 Words That Trigger A Man's Desire Response

    This instinct is so hardwired into a man's genetics that it will drive him to work harder than ever before to to be the best lover he can be.

    In fact, triggering this all-powerful instinct is so essential to having the best ever relationship with your man that the instance you send your man one of the "Secret Signals"...

    ...You will immediately find him expose his mind and heart to you in such a way he's never expressed before and he will identify you as the only woman in the universe who has ever truly appealed to him.

    ReplyDelete