Thursday, May 5, 2016

Book Review : Dan Brown - Digital Fortress

Judul Buku: Digital Fortress
Diterjemahkan dari : Digital Fortress
Penulis : Dan Brown
Terbit Pertama : 1998
Penerjemah: Ferry Halim
Tebal : 600 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan ke-7, Juli 2006
Penerbit : Serambi
ISBN : 979-1112-50-9

Sebuah ancaman muncul. NSA (National Security Agency) lembaga rahasia Amerika Serikat yang menangani pemecahan sandi-sandi untuk melindungi data-data penting dari para hacker dan penyusup atau serangan-serangan virus memiliki mesin rahasia canggih pengurai sandi bernama TRANSLTR. Ensei Tankado, salah seorang kriptograf NSA, menentang penggunaan mesin itu karena NSA tidak menyertakan sebuah program di TRANSLTR yang dapat mencegah NSA menguping hubungan komunikasi orang-orang yang taat hukum di seluruh dunia, dimana kunci program tersebut dipegang oleh Kantor Federal dan Departemen Kehakiman. Tankado menganggap hal ini sama saja dengan memasang alat penyadap di setiap telepon di seluruh dunia. Oleh karena protes Tankado tidak ditanggapi, Tankado pun berhenti dari NSA. Tankado pun membuat software 'asing' dan memasukannya  ke dalam TRANSLATR yang dinamakan benteng digital. Tankado berhasil menyudutkan NSA. Tankado mengancam jika NSA tidak memberitahu pada publik tentang penggunaan TRANSLTR, maka ia akan menjual kunci sandi tersebut kepada pihak lain. Dan kalaupun NSA melakukan sesuatu padanya, rekan rahasianya akan langsung mempublikasikan kunci sandi itu ke seluruh dunia.
Trevor Strathmore wakil direktur NSA, yang kemudian memanggil Susan Fletcher yang juga seorang kriptografer dan menduduki posisi penting di NSA untuk menyelesaikan masalah ini. Dikatakan bahwa, Ensei Tankado telah menyusupkan virus pada TRANSLTR dan belum dapat dipecahkan. Sayangnya saat Strathmore dan susan baru saja memulai untuk memecahkan masalah tersebut, Tankado yang berada di Spanyol telah terbunuh. Tankado meninggalkan kunci sandi pemecah virusnya pada cincin yang dikenakannya dan pada seseorang di mana ia berniat untuk menjualnya.
Sementara, Strathmore tidak mau tinggal diam begitu saja, ia pun mengutus Tunangan susan, David Becker adalah seorang profesor di Universitas Georgetown, ahli bahasa asing. Keberadaan seorang David Becker yang mampu menguasai berbagai bahasa, membantu pekerjaan Susan dalam memecahkan kode.
David Becker ke Spanyol sebagai orang sipil yang tidak berhubungan dengan NSA untuk mengambil cincin tersebut pada barang-barang yang ditinggalkan Tankado di Spanyol. Selain itu, karena Becker menguasai banyak bahasa, diharapkan tidak mengalami kesulitan untuk melakuan tugas itu.
Ambisi Strathmore terhadap pemecahan masalah ni justru malah memperkeruh suasana dan memperuit semuanya. Strathmore yang termakan umpan Tankado telah memotong jalan penyaring Gauntlet, suatu program disinfektan yang memeriksa dokumen-dokumen yang akan masuk ke TRANSLTR agar bebas dari virus. Karena kesalahan Strathmore inilah, bank data utama yang berhubungan dengan TRANSLTR juga terinfeksi virus. Tanpa perisai itu, seluruh data dalam bank data bisa diakses siapa saja. Satu-satunya yang dapat menghentikan aksi virus itu hanyalah kode yang terdapat di cincin Tankado. Selanjutnya, bank data yang berisikan cetak biru dari senjata-senjata canggih, analisis-analisis dan proposal untuk operasi terselubung, dan data-data vital lain yang dirahasiakan di semakin terancam.
Novel Dan Brown kali ini berbasis teknologi komputer. Khas Dan Brown dengan gaya intelektualnya mengupas mengenai program komputer, virus, worm, keamanan data internasional, dan tentunya lembaga NSA sebagai objekya. Memberikan pembaca berbagai pengetahuan yang dibalut dengan teka-teki penuh misteri menjadikan novel ini menjadi sebuah bacaan yang menyedot pembaca untuk tidak berhenti membaca.

Kekurangan dari novel ini mungkin dari segi istilah-istilah teknologi yang asing dan jarang didengar, sehingga pembaca (termasuk saya) harus googling tentang istilah-istilah tersebut. Tapi tidaklah rugi, pengetauan kita jadi semakin bertambah. Bagi para pecinta komputer atau pecinta cerita misteri dan teka-teki, coba baca novel ini. Recomended pokonya.

Book Review : Jonas Jonasson - The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared

Judul Buku: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Diterjemahkan dari : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Terbit Pertama : 2013
Penerjemah: Marcalais Frasisca
Tebal : 508 hlm
Terbit di Indonesia : Cetakan ke-7, September 2015
Penerbit : Bentang
ISBN : 978-602-291-018-3

Kisah tentang seorang Allan Karlson, seorang pria tua penggila Vodka yang kabur dari tempat tinggalnya di rumah lansia pada hari ulang tahunnya yang ke 100. Ulang tahun Allan yang ke 100 dirayakan dengan spesial, dan turut dihadiri oleh Walikota disertai pers yang akan meliput momen tersebut. Sayangnya hanya yang berulang tahunlah yang tidak berkenan hadir pada pesta itu. Allan kabur melalui jendela dan memutuskan untuk pergi ke stasiun bus untuk menjauhi kota dengan menaiki bus sesuai dengan bekal uang yang dibawanya.
Di Terminal Bus Malmkoping, Allan bertemu seorang pemuda dengan sebuah koper besar, dan berjaket denim yang bertuliskan Never Again di bagian punggungnya. Pemuda itu meminta bantuan Allan untuk menjaga kopernya karena dia ingin ke toilet. Tak lama setelah sang pemuda ke toilet, bus Allan pun datang. Dengan nekat, Allan membawa koper besar itu kedalam bus menuju Strangnas. Pikir Allan, koper itu berisi pakaian yang bisa ia pakai di hari-hari pelariannya, tapi ternyata koper itu berisi uang senilai 50 juta Krona.
Allan yang nekat pergi dengan koper itu, tak menyangka ternyata koper itu membawa malapetaka. Allan dicari oleh gangster Never Again untuk mengambil kembali kopernya. Dari mana kelompok itu mendapat uang sebanyak itu? Namun satu persatu kelompok kriminal tersebut mampu Allan atasi dengan kisah yang amat konyol. Allan sempat menjadi tranding topik sebagai pria tua yang dikabari diculik hingga kasus berubah menjadi pria tua sebagai buronan polisi.
Novel yang menarik. Mengisahkan tokoh utama dengan karakter polos dengan selera humor yang tinggi. Dia mampu merubah suasana introgasi yang tegang menjadi sebuah suasana yang penuh lawakan. Bahasa yang mudah diikuti dan dimengerti.
Novel ini diceritakan dengan alur maju-mundur. Alur maju menceritakan petualangan Allan pasca melarikan diri dari Rumah Lansia sedangkan alur mundur mengisahkan asal-usul Allan, kehidupan Allan semasa kecil, dan bagaimana Allan yang tumbuh dengan memulai pekerjaannya di pabrik pembuat bahan peledak. Siapa sangka semasa hidupnya, Allan yang mahir merakit alat peledak Allan bisa menjelajah dunia memiliki relasi yang baik dengan orang-orang terkenal di dunia. Hal yang membuat saya terkejut adalah dari beberapa negara yang dikunjungi Allan, Indonesia salah satunya dan mengisahkan hidupnya beberapa tahun di Indonesia meski citra Indonesia tidak begitu baik di mata orang luar.
Kekurangan dari novel ini, terlalu detail saat menceritakan alur mundur sehingga terkesan mengesampingkan alur maju pasca Allan kabur dari rumah lansia. Mungkin akan lebih menarik jika penulis memberi bagian lebih banyak pada alur majunya. Dengan karakter dan latar tempat yang begitu banyak terdapat di alur maju dan alur mundur membuat pembaca mesti mengingat-ingat kembali karakter, kejadian, dan lokasi yang dibicarakan.

Monday, April 4, 2016

Book Review : Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street (Pertarungan Terakhir)

Judul Buku: Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street
       (Pertarungan Terakhir)
Diterjemahkan dari : Sherlock Holmes and the Baker Street Irregulars: The Final Meeting
Penulis : Tracy Mack dan Michael Citrin
Terbit Pertama : 2010
Penerjemah: Dina Begum
Tebal : 284 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, April 2011
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-8579-70-4

Kali ini Holmes dan organisasinya dalam bahaya. Moriarty membuat perhitungan serius dengan Holmes dan orang-orang yang membantu Holmes dalam menggagalkan Moriarty. Wiggins dan Ozzie yang merupakan pemimpin dari Laskar Jalanan Baker Street melihat Profesor Moriarty mendatangi flat sang Master Sherlock Holmes dengan tujuan agar sang Master berhenti untuk selalu menggagalkan dan berupaya untuk menghabisi organisasi Moriarty. Namun Holmes tidak mau mengikuti keinginannya. Profesorpun pergi dan ancaman pembunuhan bagi Holmes pun dimulai. Dengan segala cara, musuh bubuyutan Holmes itu berupaya untuk menghabisi Holmes.
Setelah kedatangan Moriarty ke flat Baker Street 221B, upaya pembunuhan Holmes pun terjadi. Dari mulai Moran seorang penembak jitu hingga Whitley pria aneh berjanggut dikirim untuk menghabisi Holmes, namun berhasil digagalkan oleh Laskar Jalanan. Tidak ingin banyak yang terlibat dalam bahaya, Holmes meminta Laskar Jalanan  meninggalkan London untuk sementara waktu sampai keadaan aman. Teror pun datang pada Laskar Jalanan. Seseorang telah membakar “kastel” tempat tinggal mereka, dan Ozie menduga itu perbuatan organisasi Moriarty. Laskar Jalanan pun mengikuti perintah Holmes untuk mengungsi ke daerah pedesaan dan Homes ke Eropa bersama Watson.
Tak ingin jauh-jauh dari sang Master dan tak ingin terjadi apa-apa pada sang Master, Wiggins, Ozzie dan Pilar diam-diam membuntuti Holmes dan Watson. Tanpa disengaja, mereka berpisah dengan Holmes dan justru membuntuti Profesor Moriarty ke Eropa. Ozzie tertangkap oleh Moriarty dan terpisah dari kawannya yang lain. Ia menjadi tawanan sekaligus memanfaatkannya untuk memancing Holmes. Puncak pertarungan Holmes dan Moriarty berlangsung di air terjun Reinbach, Switzerland. Watson berhasil dikelabui oleh Moriarty dengan berita palsu yang membuat ia meninggalkan Holmes sendirian. Holmmes dan Moriarty berhadapan secara langsung yang hanya disaksikan oleh Ozzie. Saat pertarungan usai, Watson, Wiggins dan Pilar tiba di lokasi pertarungan. Tak ada siapapun di sana. Mereka menyangka bahwa Holmes dan Ozzie telah tewas.
Suatu saat Wiggins mendapatkan surat dari Ozzie yang didalamnya diceritakan apa yang terjadi saat pertarungan terakhir. Ternyata Holmes memenangkan pertarungan dan Moriarty tewas terjatuh dari air terjun. Ozzie mengabarkan kepada wiggins dalam suratnya bahwa ia hidup bahagia dengan Holmes yang ia anggap sebagai ayahnya. Wiggins senang dengan kabar itu dan dia harus menjaga rahasia tentang kabar kebeadaan Holmes dan Ozzie kepada siapapun bahkan kepada Watson sekalipun .
Cerita yang menarik, dipenuhi petualangan yang seru dengan klimaks yang menegangkan. Ini merupakan buku terakhir dari seri Sherlock Holmes karya Mack dan Citrin, ciri khas novel karya Mack dan Citrin ini di bagian akhir buku selalu ada tips-tips atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Novel ini recomended bagi pembaca yang suka dengan petualangan, kisah detektif, dan aksi-aksi menegangkan. Menarik dan tidak membuat bosan saat membaca.

Book Review : Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street (Penculikan Watson)

Judul Buku: Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street
       (Penculikan Watson)
Diterjemahkan dari : Sherlock Holmes and the Baker Street Irregulars: In Search of Watson
Penulis : Tracy Mack dan Michael Citrin
Terbit Pertama : 2009
Penerjemah: Dina Begum
Tebal : 220 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, Desember 2010
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-8579-55-1

Laskar Jalanan Baker Street kembali mendapat tugas dari sang Master, detektif terhebat di era Victoria, Sherlock Holmes. Berawal dari kasus pembunuhan di British Museum. Calico Flinch Dia seorang arkeolog ternama di London, dia sudah mengelilingi Eropa dan Timur tengah untuk menemukan kembali reruntuhan kuno. Dia sudah pernah melakukan penggalian di Wadi Biban el-Muluk, Roma, Ephesus, dan Athena. Ia tewas tertimpa patung yang diduga telah didorong oleh seseorang yang tidak ia ketahui.
Laskar jalanan ternyata memiliki teman lama yang sempat menempati rumah penampungan karena kasus pencurian, bernama Alistair. Sementara Ozzie, salah satu Laskar Jalanan yang lain, sedang mencari ayahnya di Oxfordshire.
Saat laskar jalanan baru akan memulai penyelidikan tentang pembunuhan Flinch, Holmes memberitahu bahwa sahabatnya Watson telah diculik dan menghilang. Fokus para Laskar Jalanan pun berpindah menjadi misi pencarian Watson. Laskar Jalanan ditugasi Holmes untuk mulai pencarian dari Katakomba. Di sanalah para Laskar Jalanan menemui musuh mereka yang menyebut diri mereka dengan “Kesatria”. Wiggins dan kawan-kawan ditahan oleh geng Kesatria sebelum akhirnya diselamatkan oleh Ozzie yang baru pulang dari pencarian ayahnya. Di tempat itu Ozzie menemukan pesan yang ia tahu bahwa pesan itu adalah tulisan tangan Watson. Ozzie memecahkan pesan itu yang menunjukkan bahwa Watson berada di London Tower. Disana lah para laskar Jalanan menyadari bahwa Watson sebenarnya tidak diculik melainkan sebagai pengalih fokus Moriarty. Moriarty menyangka bahwa Holmes tidak sedang fokus pada kasus Flinch dan manuskripnya melainkan sibuk mencari sahabatnya.
Laskar Jalanan juga menemukan sandi yang ditulis di dinding. Ozzie lah yang akhirnya memecahkan sandi itu sekaligus akhirnya mengetahui ternyata ada penghianatan dalam geng Laskar Jalanan. Alistair lah yang menjadi penghianat dan bergabung dengan geng Kesatria yang tidak lain adalah para pekerja Profesor Moriarty.
Elliot, salah satu Laskar Jalanan yang lain diam-diam mengikuti Alistair yang menuju ke lokasi penggalian harta karun Dewi Diana, dan membawa Wiggins dan kawan-kawannya ke sana. Di sana Holmes dan Watson sudah menyusun strategi hingga akhirnya komplotan Moriarty dapat diringkus di lokasi penggalian dengan dibantu oleh Kepolisian Scotland Yard meski lagi-lagi Moriarty lolos.
Keseharian Laskar jalanan memang menjadi titik fokus novel Mack dan Citrin, karena mereka memang ingin mengenalkan dan memuncukan aksi para Laskar jalanan baker Street. Kisah yang sungguh menarik bagi pembaca. Gabungan antara petualangan, misteri, hingga penghianatan kawan lama menjadi keseruan dalam novel ini. Dengan bahasa yang ringan dan huruf-huruf yang tedak terlalu kecil, membuat novel ini asik dan enak untuk dibaca. Novel setebal 220 halaman dengan alur yang cepat, bab yang dengan pendek tidak akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikan kisah ini.

Wednesday, March 2, 2016

Book Review : Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street (Teka-teki Kasus Pemanggilan Arwah)

Judul Buku: Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street
       (Teka-teki Kasus Pemanggilan Arwah)
Diterjemahkan dari : Sherlock Holmes and the Baker Street Irregulars: The Mystery of The Conjured Man
Penulis : Tracy Mack dan Michael Citrin
Terbit Pertama : 2009
Penerjemah: Arum Candra
Tebal : 264 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan ketiga, November 2010
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-8579-21-6

Kali ini Holmes menangani kasus yang tidak biasanya. Kasusnya kali ini melibatkan dunia gaib. Berawal dari Elsa Hoff mendatangi Baker Street 221B menemui detekif terkenal Sherlock Holmes untuk meminta bantuannya. Bibinya, Greta Berlinger tewas karena serangan jantung saat mengadakan ritual pemanggilan arwah.
Greta Berlinger adalah seorang wanita kaya yang mendapatkan kekayaan dari bekas ranch miliknya dan suaminya. 26 tahun Greta hidup tanpa suaminya setelah ia kehilangan suaminya yang tak kembali setelah perburuannya. Suatu hari ia ingin memanggil arwah suaminya melalui mediator muda Konstantine. Konstantine dipercaya dapat memanggil arwah-arwah bagi siapa yang merindukan seseorang yang jauh di sana. Dia dibantu oleh dua asistennya Tara dan Cristopher Brown. Ditemani Elsa Hoff keponakannya, Greta mendatangi Konstantine untuk memanggil arwah suaminya. Naun sayang, saat penamakan arwah suaminya muncul dan menyapa Greta dengan kata “Bishoku”, tubuh Elsa mengejang dan ia pun tewas karena serangan jantung. Elsa heran dengan cara bibinya meninggal dan ingin mengetahui misteri kematian bibinya dengan ritual gaib itu. Untuk ituah ia mendatangi Holmes.
Saat Holmes mendengar paparan dari nona Elsa, Holmes berfikir dan mencoba mencerna apa yang diaparkan Elsa. Dia merasa bahwa dalam kasus yang melibatkan makhluk tak kasat mata itu, terdapat sebuah tipuan. Holmes memutuskan untuk menolong Elsa dan mencoba memecahkan kasus itu. Dengan bantuan sahabatnya Dr. Watson dan tentunya 12 Laskar Jalanan Baker Street, Holmes merencanakan strategi jitu untuk membereskan kasus kematian Greta Berlinger.
Ozzie salah satu anggota Laskar Jalanan Baker Street sedang bingung memikirkan di mana ayahnya berada, dan berencana untuk mencari ayahnya. Namun ketertarikannya untuk terlibat dalam penyelidikan yang dipercayakan oleh Holmes kepada kelompoknya, maka ia memutuskan untuk membantu kawan-kawannya untuk penyelidikan hingga kasusnya selesai, barulah ia mencari di ana ayahnya berada.
Holmes mengutus para Laskar Jalanan Baker Street yang dipimpin oleh Wiggins dan Ozzie untuk menyelinap ke dalam mansion di mana Konstantine tinggal. Di sanalah mereka menjalankan tugas dari sang Master untuk menyelidiki semua yang berhubungan dengan para penipu itu lalu memberikan laporannya pada sang Master. Penyelidikan yang dilakukan Laskar Jalanan Baker Street pun tidak sia-sia. Mereka menemukan fakta-fakta yang mendukung dugaan Holmes bahwa Konstantine dan dua aistennya adalah penipu. Mereka juga menemukan fakta bahwa Spangler Zweig, suami dari Tara adalah Gunther Berlinger yang tidak lain adalah suami dari Greta Berlinger yang menghilang selama 26 tahun.
   Konfrontasi pun terjadi setelah Gunther meminta agar Elsa menemuinya di sekitar Jembatan London. Terjadi kejar-kejaran antara kubu Gunther yang membawa Elsa dan kubu Holmes. Di sini Holmes kurang beruntung karena Gunther berhasil lolos. Holmes ta kehabisan akal dan kembali menyusun rencana. Dengan bantuan Pilar dan Ibunya Holmes menyamar sebagai keluarga seorang Duta Besar Spanyol yang datang dengan istri dan anaknya untuk meminta bantuan pada Konstantin untuk memanggil arwah anaknya. Konstantine pun masuk dalam jebakan Holmes. Watson dan Laskar Jalanan yang lain menyelinap masuk ke mansion melalui jalan lain dan menemukan Elsa yang di sekap di sebuah ruangan rahasia. Saat Konstantine mencoba memanggil dan memunculkan arwah anak dari Duta Besar Spanyol dengan trik yang sudah disiapkan, namun yang muncul adalah sosok Carlos, seseorang yang diminta bantuannya oleh Ozzie atas rekomendasi dari Maddam Estrella, ibunya Pilar. Calros sendiri mempunyai masalah di masa lalu dengan Tara Brown dan Cristopher. Kali ini ia membalaskan dendamnya pada Tara dan Cristopher. Dalam pertarungan ini Holmes dan kawan-kawan berhasil meringkus semua komplotan penipu itu dan menyerahkannya kepada kepolisian.
Novel ini dalam penyelidikan pemecahan kasusnya didominasi oleh peran Laskar Jalanan Baker Street sebagai mata dan telinga Holmes dibandingkan sahabatnya Watson yang tinggal di flat yang sama. Novel ini termasuk bacaan yang ringan menurut saya, karena dengan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal, bab-bab yang pendek, sehingga kasusnya pun cepat terpecahkan. Mirip dengan judul buku sebelumnya, pelaku dalam kasus ini sudah dapat ditebak dan ketahuan di bagian tengah novel, namun holmes harus menemukan bukti dan bagaimana pelaku melakukan aksinya. Bagi pembaca yang menyukai kisah petualangan, novel ini bagus untuk menjadi koleksi.

Book Review : Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street (Misteri Kematian Bintang Sirkus)

Judul Buku: Sherlock Homes dan Laskar Jalanan Baker Street
       (Misteri Kematian Bintang Sirkus)
Diterjemahkan dari : Sherlock Holmes and the Baker Street Irregulars
Penulis : Tracy Mack dan Michael Citrin
Terbit Pertama : 2006
Penerjemah: Maria M. Lubis
Tebal : 308 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan ketiga, November 2010
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-8579-23-0

Sherlock Holmes adalah seorang detektif yang cerdas dan terhebat di Inggris Raya pada masanya. Dengan kemampuan deduksi luar biasa, dia mampu menyimpulkan identitas dan latar belakang seseorang hanya dengan melihatnya beberapa detik saja. Karya Sir Arthur Conan Doyle ini dihidupkan kembali di abad 21 oleh pasangan Tracy Mack dan Michael Citrin, seorang editor dan asisten pengacara yang sangat memuja Sherlock Holmes dengan petualangan baru dan dari sudut pandang yang berbeda dengan karya pencipta aslinya. Karya Conan Doyle mengambil sudut pandang dari sahabat Holmes yaitu Dr. John Watson yang menceritakan petualangan Holmes, namun Tracy Mack dan Michael Citrin mengambil sudut pandang dari Wiggins, salah satu dari anak-anak yang menyebut mereka Laskar Jalanan Baker Street. Dalam novel karya Mack dan Citrin, merekalah yang terlihat lebih dominan, sekaligus sebagai tokoh sentral yang membantu pemecahan kasus yang ditangani Holmes.
Kematian bintang Walenda bersaudara menjadi pembuka petualangan Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street dalam novel ini. Walenda bersaudara yang merupakan bintang Sirkus Grand Barboza  tewas karena terjatuh dari tali akrobat saat mereka melakukan atraksi berjalan di tali. Tali akrobat yang mereka gunakan putus secara misterius, dan membuat mereka terjatuh menghujam tanah dan tewas. Hal tersebut memicu ketegangan penonton yang menyaksikan pertunjukan dan dianggap sebagai kecelakaan paling mengerikan sepanjang sejarah bisnis pertunjukan.
Pada saat yang sama terjadi peristiwa di tempat lain yaitu istana Buckhingham Inggris. Holmes menangani kasus lain, yaitu kasus pencurian buku The Stuart Chronicle. The Stuart Chronicle merupakan buku kerajaan yang berumur dua ratus tahun dan bertatahkan batu-batu mulia lambang kekuasan kerajaan. Pada saat itulah Laskar Jalanan Baker Street diminta bantuan oleh Holmes untuk membantu membereskan kasus tersebut. Mereka diutus oleh holmes mencari informasi yang akurat mengenai pembunuhan Walenda bersaudara dari tempat sirkus Barboza. Anak-anak itu berhasil mengumpulkan data-data mengenai Walenda bersaudara orang-orang yang berkaitan dengan kematian Walenda bersaudara. Ternyata ada Walenda keempat yaitu Cesar Walenda yang menghilang beberapa hari yang lalu bersama Penelope seorang asisten seorang pelempar pisau bernama Zoloft. Orlando Vile, seorang penjual tali juga dihubungkan dengan kematian Walenda bersaudara karena dia sempat bersama keempat Walenda dan Penelope selama beberapa hari. Holmes menduga kasus jatuhnya tiga Walenda yang tewas bukan karena kecelakaan melainkan pembunuhan berencana.
Sesuatu yang mengejutkan ditemukan Holmes saat melakukan penyelidikan di istana. Nyaris tidak ada bekas jejak kaki di karpet. Tapi Holmes menemukan darah dan bekas seperti gesekan sebuah tali di jendela. Holmes menduga bahwa kasus sirkus dan istana Buckingham memang ada kaitannya dan Orlando Vile lah yang diduga sebagai pelaku pencurian dan pembunuhan berencana Walenda bersaudara. Holmes meminta Wiggins untuk membantunya mengintai Orlando Vile di sebuah dermaga untuk menguak kejahatannya. Wiggins pun memilih beberapa anak untuk membantu tugas yang diberikan Holmes. Di dermaga Holmes bertemu dengan Profesor Moriarty. Yang merupakan musuh besarnya. Moriarty dianggap oleh orang yang paling berbahaya yang pernah Holmes kenal. Dari pertemuannya dengan Moriarty, ia mneyimpulkan bahwa Moriarty lah dalang dari semua ini. Holmes gagal menangkap profesor Moriarty di dermaga, tapi ia berhasil merebut The Stuart Chronicle. Begitu juga Laskar Jalanan Baker Street berhasil menangkap Orlando Vile.
Beberapa waktu setelah penangkapan Orlando Vile, Ozzie kembali ke kantor duplikat dokumen tempat ia bekerja. Sungguh tak disangka ternyata seseorang memintanya untuk menduplikat sebuah buku yang ia kenal. Buku itu adalah buku The Stuart Chronicle, dan orang yang menyuruhnya adalah profesor Moriarty. Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street datang untuk menyelamatkan Ozzie. Dengan konfrontasi yang terjadi antara Holmes dan orang-orang Moriarty, Ozzie pun berhasil diselamatkan. Tak hanya Ozzie yang berhasil diselamatkan, tapi juga The Stuart Chronicle berhasil direbut dan dikembalikan ke tempat asalnya.
Mack dan Citrin menjadikan Laskar Jalanan Baker Street sebagai fokus atau tokoh sentral dalam novel ini. Holmes tetap menjadi tokoh yang memecahkan akhir dari kasus ini meskipun kehidupan Wiggins dan kawan-kawan lebih disorot. Bahasa yang ringan dan mudah dicerna, cerita yang singkat tapi masih dengan trik yang rumit dan tak terbayang oleh saya sebagi pembaca menjadi kelebihan dari novel ini.

Kelemahan novel ini bagi saya adalah dominasi Laskar Jalanan Baker Street dalam cerita ini dari pada Sherlock Holmes sang detektif, mengingat tokoh utama dalam judul novel ini adalah Sherlock Holmes. Selebihnya, dari segi konten dan cerita, novel ini tetap asik dan menarik untuk dibaca.
.

Friday, February 19, 2016

Trip ke Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya

Minggu pagi, saya dan kawan-kawan remaja masjid berencana untuk mengunjungi Gunung Galunggung di Tasikmalaya Jawa Barat. Sekalian makan-makan di tempat tinggal di kampung salah satu dari pengurus DKM hehe. Berangkat dari Cileunyi pukul setengah 8 pagi dan tiba di lokasi pukul 11 siang karena memang agak macet saat memasuki kawasan Tasikmalaya.


Untuk mencapai kawah Galungggung tdk terlalu sulit, dari tepi jalan Bandung-Tasikmalaya tepatnya di kawasan Indihiang belok kanan kearah selatan, menempuh 15km jalan desa yg agak sempit bercabang-cabang tanpa plang penunjuk jalan yg jelas, cukup membingungkan pada awalnya, jadi harus sering bertanya. Juga akan sering berpapasan dgn truk pasir yg kadangkala salah satu kendaraan harus mundur krn di bbrp bagian jalan dan belokan yg sempit


Saat ini Gunung Galunggung dapat didekati dgn aman. Kepundan Galunggung pun saat ini sudah diberi 620 anak tangga yang terlihat tanpa ujung dengan jarak sekitar 200m menuju kawah utama. Sejauh mata memandang terlihat pepohonan berwarna hijau, dengan batangnya yang nampak masih kecil-kecil. Memandang kearah dalam, dpt disaksikan 40 ha danau baru bentukan letusan 1982 berwarna kehijauan. Dari bibir kawah kita bisa melihat kota Tasik membentang.


Air danau dijaga tidak melebihi 1 juta m3 dgn mengalirkan sisanya melalui terowongan pelimpah ke sungai Cibanjaran dan Cikunir di timur kaldera. Air sungai yang cukup hangat, bisa dinikmati di pemandian bernama Cipanas atau sungainya yg berada 3km sebelum kawah tak jauh dari tempat parkir bawah.

Di area objek wisata kawah tersebut juga banyak terdapat warung-warung makan yang menjajakan, masakan, makanan-makanan ringan dan minuman segar. Di tengah-tengah kawah ada sebuah gugusan pulau kecil yang di atasnya terdapat bendera Indonesia Merah Putih yang berkibar dengan gagahnya.


Kemegahan Curug Malela Bandung Barat

Kali ini saya dan kawan-kawan mendatangi wisata air terjun di Bandung yang katanya disebut-sebut sebagai miniatur Niagara. Wisata tersebut bernama Curug Malela. Berada di Sindangjaya, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Kami bertiga berangkat pagi jam 06.30 dari Cileunyi dengan menggunakan sepeda motor saja. Berbekal makanan dan minuman secukupnya, kami tak menyangka jika perjalanan dari Cileunyi menuju lokasi Curug Malela menempuh 95km. wow. 4 jam perjalanan. Lama ya? Ya lama karena kami istirahat beberapa kali. Tapi rasa lelah kami terbayarkan dengan view curug yang begitu luar biasa.

Di lokasi Wisata ini,selain menikmati keindahan curug setinggi 60 meter serta lebar 70 meter ini,para pengunjung pun bisa bermain di sepanjang aliran sungai di bawah air terjun dan berenang. Tak lupa pastinya untuk mengabadikan moment bersama kawan-kawan untuk berfoto di sana. Airnya udah pasti dingin dan sejuk. Sayang kalo datang ke sini tanpa mencoba berenang di kaki air terjunnya.


Untuk sampai ke lokasi wisata ini, jika datang dari arah kota Bandung, terus saja sampai ke Cimahi, lanjut lagi ke arah Padalarang sampai menemukan pertigaan dengan tulisan Curug Malela ke arah kiri. Ikuti terus saja jalan itu karena tidak susah menemukan jalurnya. Banyak petunjuk arah yang akan mengarahkan kita menuju lokasi curug. Meski banyak persimpangan jalan, tapi seperti yang sudah saya bilang tadi, banyak petunjuk arahnya untuk sampai ke curug Malela. Sekitar 15 km menuju lokasi, pengunjung akan menemui jalan yang rusak dan cukup menyiksa. Jadi saya sarankan untuk menggunakan motor trail hehe. Sesampainya di lokasi parkir, pengunjung mau tidak mau harus menempuh jalan kaki sekitar 1 km menuju curug dan menikmati keindahan miniatur Niagara yang Cuma ada di Bandung. Untuk tiket masuk, pengunjung akan dikenakan tiket masuk Rp 10.000 sudah termasuk 2 orang dan 1 motor.