Showing posts with label Book Review. Show all posts
Showing posts with label Book Review. Show all posts

Monday, August 7, 2017

Book Review - Shirley Jackson : The haunting of Hill House

Judul Buku: The Haunting of Hill House
Diterjemahkan dari : The Haunting of Hill House
Terbit pertama : 1959
Penulis : Shirley Jackson
Penerjemah : Nadya Andwiani
Tebal : 376 halaman
Terbit di Indonesia : Januari 2017
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-402-056-9

The Haunting of Hill House milik Shirley Jackson adalah sebuah novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1959. Novel tersebut mendapatkan pujian sebagai karya teror horror yang sempurna dan mengerikan. Hill House adalah rumah angker yang berusia 80 tahun. Terdapat rumor-rumor yang mengabarkan bahwa Hill House itu berhantu. Dr. Montague, seorang sarjana okultisme mencari bukti kuat mengenai hantu yang berada di rumah itu. Theodora adalah asistennya, Eleanor adalah seorang wanita mudah rapuh yang berteman dengan roh jahat, sedangkan Luke adalah pewaris Hill House di masa depan.
Kisah Dr. Montague dan kawan-kawannya di Hill House mengalami beberapa pengalaman yang ganjil. Apalagi yang terjadi pada Eleanor. Dia mengalami hal-hal yang mengerikan, dari mulai suara-suara anak-anak yang berlari, tertawa, menangis, dan bahkan menjerit di tengah malam sehingga ia tidak bisa tidur. Masih banyak hal-hal mnegerikan yang terjadi di Hill House yang akan membuat pembaca tegang dan ketakutan bahkan tak ingin tidur sendirian setelah selesai membacanya. Novel ini direkomendasikan bagi orang-orang yang menyukai kisah teror dan horror. Tidak disarankan dibaca oleh anak-anak dan para pelajar.




Book Review - Silvarani : Love In Kyoto

Judul Buku: Love in Kyoto
Penulis : Silvarani
Terbit Pertama : 2016
Tebal :  230 halaman
Cetakan : 2016
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-3630-5
           
Veli seorang desainer muda terkenal melakukan perjalanan ke Jepang untuk mempelajari budaya Jepang tentang tata busana. Sebelum pergi ke Jepang, saat dai masuk ke gudang di rumahnya untuk mengambil beberapa kain tenun peninggalan neneknya. Saat ia mencari kain yang dicarinya, ia menemukan tumpukan surat degan tulisan berbahasa Jepang. Dari salah satu surat yang ditemukannya, ada satu surat yang berbahasa Indonesia dan membuat Veli mengambil kesimpulan bahwa neneknya menjalin hubungan dengan pria asal Jepang berpuluh-puluh tahun silam. Hal itu membuat tujuannya ke Jepang tidak hanya mempelajari budaya untuk karirnya melainkan sekaligus mencari tahu mengenai sejarah hubungan neneknya dan pria asal Jepang tersebut.
Di Jepang Veli tidak sendirian. Dia bertemu dengan Mario dan Rebi, teman SMAnya. Terlebih lagi, Mario bukan hanya sekedar teman, sudah sejak lama Mario dan Veli saling menyukai dan mengetahui perasaannya satu sama lain. Rebi yang bekerja sebagai komikus di Jepang dimintai bantuan oleh Veli untuk menerjemahkan surat-surat neneknya yang berbahasa Jepang.
Singkat cerita, Veli berhasil menemukan Hideyoshi Sanada, pria yang memiliki hubungan khusus dengan neneknya. Perasaan kecewa yang di dapat oleh Veli karean harus menerima kenyataan bahwa neneknya menghianati cinta kakeknya. Belum habis rasa kecewanya, Veli pun harus mengakhiri hubungannya dengan Mario karena cinta mereka bertentangan dengan keinginan keluarga Mario lantaran tidak menyukai latar belakang keluarga Veli. Meski pada akhirnya Veli dan Mario dapat mengatasi masalah dan melanjutkan kisah cinta mereka.
Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.


Book Review - Silvarani : Love In Paris

Judul Buku: Love in Paris
Penulis : Silvarani
Terbit Pertama : 2016
Tebal :  210 halaman
Cetakan : 2016
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-2661-0
           
Sheila, berangkat ke Paris untuk melanjutkan studinya juga merupakan keinginannya untuk mengunjungi kota yang katanya romantis. Keputusannya pergi ke Paris juga mengorbankan sesuatu yang lain, yaitu hubungannya dengan kekasihnya Sony yang tak menginginkan LDR. Di Paris ia bertemu dengan Leon, sahabat kakaknya yang dulu tinggal di Indonesia yang Sheila pun mengenalnya. Namun sudah banyak yang berubah melihat sosok Leon yang sekarang. Bukan hanya fisik saja melainkan juga ternyata Leon sudah lama meninggalkan ibadahnya sebagai seorang muslim. Waktu yang terus berjalan seiring dengan kebersamaan Sheila dan Leon, rasa cinta pun tumbuh, apalagi Sheila sejak dulu memang mengagumi sosok Leon. Leon pun demikian, sejak pertemuannya kembali dengan Sheila, dia mulai kembali tertarik kepada Islam, karena sudah lama sekali ia meninggalkan rutinitas ibadahnya. Sheila akhirnya mampu membimbing Leon sedikit demi sedikit, hingga pada suatu hari Sheila harus kecewa berat kepada Leon dan memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengannya. Sheila pun harus menerima bahwa Paris bukanlah kota yang romantis melainkan tragis.
Ternyata tak di sangka, sepeninggal Shaila, Leon terus mempelajari Islam di Masjid Paris. Kejutan pun menghampiri Sheila di penghujung waktunya di Paris setelah ia lulus kuliah. Saat Sheila dan keluarga berkumpul, ayahnya sudah mengatur pertemuan dengan Leon dan ibunya. Betapa terkejutnya Sheila melihat Leon datang, dan yang lebih mengejutkan lagi leon emlamarnya di malam itu. Sheila pun meyakini bahwa benar jika orang-orang bilang kota Paris adalah kota yang romantis.
Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.


Monday, June 5, 2017

Book Review - Ilana Tan : Srping in London

Judul Buku: Spring in London
Penulis : Ilana Tan
Terbit Pertama : 2010
Tebal :  240 halaman
Cetakan : 2015
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-5376-4

Jo In-Ho (Danny Jo) adalah seorang model yang terkenal di Korea. Sebelumnya Danny jo ini beberapa kali disebut-sebut dalam Summer in Seoul. Dalam Spring in London, Danny Jo menjadi tokoh utama. Di dalam cerita ini dia diminta membintangi video klip musik temannya yang bernama Jung Tae-Woo yang sebelumnya menjadi tokoh utama dalam Summer in Seoul. Dalam pembuatan video itu Danny Jo memiliki lawan main yang bernama Naomi Ishida seorang model terkenal di Jepang keturunan Indonesia juga. Naomi Ishida ini merupakan saudara kembar Keiko Ishida, tokoh utama dalam Winter in Tokyo. Video musik itu dibuat di London. Danny Jo merasa Naomi Ishida menjaga jarak dengan dirinya awal mereka bertemu. Apa hanya sekedar menjaga jarak karena baru mengenalnya, atau memang Naomi tipe wanita yang berhati-hati dengan orang baru, atau Naomi seorang yang mudah paranoid. Hal itu yang membuat Danny Jo penasaran terhadap gadis itu.
Seiring waktu berjalan, Naomi dan Danny memiliki kedekatan khusus. Mereka berdua sadar ada benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun tetap saja Danny merasakan hal yang aneh dari Naomi. Naomi tetap tak bisa menyemmbunyikan ketakutannya setiap bertemu Danny. Entah rasa takut atau khawatir. Hingga pada suatu hari Kim Dong-Min datang, dia adalah teman kakak Danny Jo yang sudah meninggal karena kecelakaan. Kakaknya bernama Jo Seung-Ho. Dengan datangnya Kim Dong-Min semua rahasia yang membuat ketakutan Naomi akhirnya terkuak. Danny juga akhirnya tahu alasan Naomi selama ini dingin padanya. Dengan terungkapnya masa lalu Naomi yang ada hubungannya dengan kakak Dannny, hubungan Danny dan Naomi semakin renggang. Sampai-sampai Naomi bilang hubungan mereka tak bisa dilanjutkan. Danny meski berat akhirnya menerima keputusan naomi dengan perasaan kecewa. Situasi yang bertambah sulit bagi kehidupan Danny dan Naomi, membuat Naomi merasa bersalah karena telah membuat situasi menjadi tidak nyaman. Keluarga Danny di Korea tiba-tiba harus berhadapan dengan publik terkait kasus yang menimpa kakak Danny yang berbuat jahat kepada seorang model asal Jepang. Danny kembali ke Korea. Naomi pun ingin menenangkan pikirannya sejenak dan Naomi pun  memutuskan untuk kembali ke Jepang.
Dua tahun mereka tidak saling bertemu, hingga suatu hari Anna Jo, kakak Danny yang lain meminta Naomi untuk menjadi modelnya. Tanpa sengaja Anna Jo mempertemukan kembali Danny dan Naomi (sebelumnya Anna tidak mengenal Naomi saat mengajaknya menjadi model).
Danny yang tak dapat menahan rasa rindu kepada Naomi, menyusulnya ke Jepang dan mendatangi apartemen Naomi. Tiba di apartemennya, Danny kaget karena Naomi sedang berjalan bersama pria lain. Danny sadar bahwa Naomi tak lagi mengharapkan Danny. Danny telah tergantikan. Danny tyang kecewa, tanpa sempat bertegur sapa dengan Naomi, langsung memilih kembali ke Korea.
Hari pemotretan tiba dan Danny pun betemu dengan Naomi. Mereka yang sempat berselisih karena salah paham, hingga Danny sadar wanita yang dilihatnya di Jepang adalah saudara kembar Naomi, yaitu Keiko. Setelah masalah itu selesai, Danny dan Naomi akhirnya dapat melanjutkan kisah cinta mereka dengan bahagia.
Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.


Book Review - Ilana Tan : Winter in Tokyo

Judul Buku: Winter in Tokyo
Penulis : Ilana Tan
Terbit Pertama : 2008
Tebal :  320 halaman
Cetakan : 2015
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-2460-3
           
Ishida Keiko, gadis muda yang tinggal di sebuah apartemen di kota Tokyo kedatangan tetangga baru bernama Nishimura Kazuto yang setelah sekian tahun tinggal di Amerika dan memutuskan untuk  pulang ke Jepang. Apartemen yang dulunya ditempati oleh Tatsuya Fujisawa, tokoh yang ada di buku sebelumnya Autumn in Paris. Pertemuan awal Keiko dan Kazuto saat Keiko mengendap-ngendap di depan pintu apartemennya. Perlahan mereka semakin akrab dan Kazuto merasakan sesuatu yang lain saat bersaa Keiko. Alasan utama Kazuto pergi meninggalkan Amerika dan pulang ke Jepang adalah untuk melupakan Yuri, gadis yang dicintainya namun memilih untuk menikah dengan sahabatnya sendiri. Kazuto merasa ketika bersama Keiko mendukung dirinya yang tujuannya untuk melupakan Yuri. Namun terbalik dengan Keiko yang seperti menolak kenyataan dirinya juga tertarik pada sosok Kazuto. Keiko lebih terbuai dengan angannya sendiri. Keiko yang sejak kecil masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya, Kitano Akira seorang bocah laki-laki bertopi biru yang menolongnya mencarikan kalungnya di masa lalu.
 Lama kelamaan Kazuto mulai resah karena usahanya mendekati Keiko tak terlihat membuahkan hasil. Keiko belum juga memperlihatkan tanda-tanda melihat padanya. Ditambah lagi Kazuto harus menerima kenyataan bahwa ternyata Akira yang dimaskud oleh Keiko dalah Kitano Akira, sahabat kecil Kazuto. Keiko menemukan cinta pertamanya. Keiko bertemu dengan Kitano Akira. Kenyataan pahit yang terulang. Gadis yang disukainya mencintai sahabatnya. Kazuto sempat membuat Keiko terkesan saat malam natar mengajak Keiko ke tempat yang berkesan buat Keiko dan ia merasa begitu senang. Namun Keiko haus merasakan kepahitan dan kehilangan. Kazuto mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ingatan Kazuto hilang. Kazuto tak lagi mengingat Keiko. Kazuto hanya mengingat saat terakhir ia berada Amerika. Keiko menyadari dirinya kehilangan seseorang yang berharga meski belum lama mengenalnya. Ditambah lagi kedatangan Yuri ke Jepang membuat Keiko merasa Kazuto semakin jauh dari dirinya. Putus harapannya untuk bersama Kazuto. Merasa terlambat ia menyadari bahwa dirinya menyayangi Kazuto. Namun takdir berkata lain. Kazuto ditakdirkan sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Hingga pada akhirnya kisah ini berujung pada terungkapnya cinta masa lalu keiko dan betapa salahnya keiko selama ini mencintai seseorang.
Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.


Book Review - Ilana Tan : Autumn in Paris

Judul Buku: Autumn in PAris
Penulis : Ilana Tan
Terbit Pertama : 20067
Tebal :  272 halaman
Cetakan : 2015
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-2460-3
           
Tara Dupont seorang penyiar asal indonesia yg bekerja di salah satu radio di kota Paris, oleh sahabatnya Sebastien dikenalkan dengan aeorang pemuda asal Jepang Tatsuya Fujisawa yang membuatnya penasaran.  Saat pertemuan pertamanya dengan Tatsuya,  Tara merasa tidak asing namun tak bisa menemukan dalam ingatannya mengapa Tatsuya tidak asing bagi dirinya.  Pertemuan selanjutnya,  Tara menemani Tatsuya berkeliling kota Paris.  Di sana lah Tatsuya menemukan ketertarikan pada sosok Tara. Singkat cerita, setelah beberapa pertemuan antara Tatsuya dan Tara, mereka saling mencintai satu saa lain.
Tatsuya menceritakan kepada Tara bahwa tujuannya datang ke Paris bukan semata-mata urusan bisnis proyek yang ia jalani dengan Sebastian melainkan mencari laki-laki yang diminta untuk ditemukan oleh ibunya. Hal itu merupakan wasita ibunya sebelum ibunya meninggal. Akhirnya Tatsuya menemukan laki-laki tersebut yang ternyata dia adalah ayah kandung dari Tatsuya. Yang bernama Jean Daniel Lemercier. Alangkah senangnya Tatsuya karena ternyata petemuan dengan ayah kandungnya tidak seperti apa yang sebelumnya dibayangkan olehnya. Namun kesenangan itu tidak berlangsung lama, karena saat Tara memperkenalkan ayahnya kepada Tatsuya, alangkah kagetnya Tatsuya karena ternyata ayah Tara, Mr. Dupont adalah Jean Daniel Lemercier / Jean Daniel Dupont. Perasaan Tatsuya seperti dihujam oleh ribuan pisau ketika harus menerima kenyataan ini. Ya, dia dan Tara tak bisa bersatu. Tatsuya dan Tara harus menerima kenyataan pahit itu, dan mencoba dengan keras untuk saling melupakan perasaan cinta mereka meski itu butuh waktu yang sangat lama.
Tatsuya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jepang dan tak akan kembali ke Paris untuk waktu yang lama. Hingga Tara mendenganr kabar Tatsuya mengalami kecelakaan di lokasi proyek yang sedang ia garap. Tara dan Ayahnya terbang ke Jepang untuk melihat keadaan Tatsuya yang sedang terbaring koma. Hingga pada akhirnya Tatsuya menghembuskan nafas terakhirnya setelah Tara menemuinya.
Tak selamanya novel romantis berakhir bahagia. Ini salah satu novel roman remaja yang berakhir dengan sad ending. Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.


Book Review - Ilana Tan : Summer in Seoul

Judul Buku: Summer in Seoul
Penulis : Ilana Tan
Terbit Pertama : 2006
Tebal :  280 halaman
Cetakan : 2015
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-2460-3
           
Saya membaca buku ini sebenarnya karena tertarik dengan buku keempatnya, Spring in London. Namun karena ini novel tetralogi, jadi mau tak mau harus membacanya dari mulai Summer, Autumn, Winter lalu Spring.
Dari judulnya, Summer in Seoul tentu yang menjadi latar tempat cerita ini adalah ibu kota negeri ginseng Soeul. Cerita ini mengisahkan tentang gadis bernama Han Soon-Hee atau yang akrab disapa dengan nama Sandy yang saat itu pulang dari kantornya lalu mampir ke sebuah kedai. Tak sengaja HP Sandy tertukar dengan salah satu pengunjung di kedai tersebut karena HP dan nada dering mereka sama. Berawal dari tertukarnya HP Sandy dengan HP milik orang lain di sebuah cafe. Saat Sandy tersadar barang miliknya tertukar,  dia langsung menghubungi ponselnya dan kaget ternyata pemilik ponsel itu adalah Jung Tae Woo,  seorang penyanyi terkenal yang sempat berhenti tenar empat tahun silam.  Saat Sandy mengembalikan ponsel artis tersebut,  wartawan memotret dirinya dan Tae Woo dan menerbitkannya dalam sebuah tabloid selebritis korea.  Disebutlah Tae Woo berpacaran dengan gadis misterius.  Hal tersebut yg membuat kedekatan antara Sandy dan Tae Woo,  sehingga muncullah kesepakatan sekenario antara Sandy dan Tae Woo.  Sandy harus berpura-pura menjadi kekasih Tae Woo untuk mengalihkan gosip yabg beredar tentang Tae Woo adalah seorang gay.
Hubungan dan kedekatan antara Sandy dan Tae Woo semakin lama semakin memberikan perasaan nyaman yang lebih bagi keduanya. Sandi dan Tae Woo pun sadar akan perasaan saling menyayangi di antara mereka. Sandy pun harus berurusan dengan para fans dan para wartawan sejak berhubungan dengan Tae Woo. Namun hal itu perlahan bisa diatasi hingga pada akhirnya tak perlu ada lagi yang disembunyikan.
Lagi-lagi Sandy harus berhadapan dengan para wartawan dan fans fanatik ketika terdengar kabar berita bahwa Sandi merupakan adik dari salah seorang fans Tae Woo yang tewas pada insiden setelah acara jumpa fans empat tahun silam,  yang mengakibatkan Tae Woo harus berhenti sejenak dari karirnya. Tae Woo sempat kaget mengetahui fakta tersebut,  namun segalanya bisa diatasi oleh keduanya.
Novel remaja dengan gaya bahasa penulisan yang tidak berbelit-belit. Mudah dipahami dan mudah pula mengikuti alurnya. Penulis juga menggunakan sedikit kata-kata bahasa Korea yang disertai dengan catatan kaki sehingga memudahkan para pembaca untuk mengerti arti dari kata tersebut, dan ekspresi-ekspresi yang digunakan juga sesuai dengan cerita tersebut. Namun yang idsayangkan dari novel ini, suasana musim panas Seoul kurang terasa. Apa yang sedang terjadi saat musim panas di Seoul itu yang mungkin saya kurang dapat merasakannya. Tapi untuk alur cerita menarik dan recomended untuk dibaca bagi yang menyukai novel-novel metropop.



Book Review - Windry : London

Judul Buku: London ; Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Terbit Pertama : 2013
Tebal :  327 halaman
Cetakan : ke-3, 2013
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-653-7
           
Kisah seorang pemuda sekaligus senang dengan dunia sastra bernama Gilang berpisah dengan sahabatnya Ning yang sudah bersama-sama selama 10 tahun ke negeri Ratu Elizabeth kota London. Jarak bukan masalah untuk mereka tetap berkomunikasi. Mereka tetap menjalin komunikasi dengan media sosial yang ada. Ternyata dibalik prngakuan gilang terhadap Ning sebagai sahabatnya,  diam-diam Gilang memang menyimpan perasaan suka terhadap Ning. Tak terasa 4 tahun sudah Ning meninggalkan Gilang di Jakarta dan menetap di London. Atas pengaruh teman-temannya, Brutus,  Hyde,  Dum dan Dee (sebutan Gilang untuk mereka) Gilang pun memutuskan untuk menyusul Ning ke London.
Sesampainya di London Gilang mendapatkan hal-hal baru, namun kunjungan pertamanya ke tempat tinggal Ning tidak membuahkan hasil karena Ning sedang berada di Cambridge. Alih-alih bertemu Ning, Gilang malah bertemu dengan gadis cantik berambut coklat keemasan yang ia sebut Goldilock. Pertemuan pertamanya dengan Goldilock lalu menaiki London Eye berdua memberikan kesan indah  bagi Gilang. Gadis itu selalu muncul ketika hujan dan pergi lalu menghilang saat hujan reda. Saat gadis itu pergi pada pertemuan pertamanya ia meninggalkan sebuah payung lipat berwarna merah yang pada kejadian-kejadian berikutnya payung itu banyak menolong orang dalam hal asmara. Benar-benar payung romantis.  Gilang juga bertemu dengan gadis Indonesia bernama Ayu. Gadis dengan sikap yang dingin dan penggila buku.
Selanjutnya dalam novel ini dikisahkan bahwa Gilang tidak semujur orang-orang yang dibantu olehnya dan payung Goldilock itu, nasib Gilang sebaliknya. Dia kehilangan gadis yang dicintainya dengan membawa payung merah Goldilock tersebut. Gilang merasa kedatangannya ke London sia-sia. Alasan utamanya datang ke London adalah demi menyatakan cintanya dan medapatkan hati Ning, gadis yang sudah 14 tahun menjadi sahabatnya. Namun Ning mencintai orang lain. Cintanya kepada Gilang berbeda. Cinta kepada seorang sahabat dan tidak mau kehilangan sahabat seperti Gilang. Gilang pun harus mau menelan pil pahit itu. Namun hal yang tak diduga-duga menghampiri gilang di detik-detik terakhir kepulangannya ke Jakarta. Kisah asmaranya yang tadinya kandas, mulai muncul secercah harapan. Gilang mendapat kejutan asmara dari gadis yang tak diduganya, bahkan tak direncanakan sebelumnya. Rencana Tuhan memang luar biasa. Alih-alih Ning yang menolak cintanya, Gilang justru mendapatkan peluang baru dan tertuju pada gadis yang memiliki passion sama dengan dirinya.
Novel yang romantis. Alurnya tidak terlalu cepat, namun juga tidak lambat atau bertele-tele menurutku. Mudah dimengerti dan bisa membuat emosi pembaca terbawa arus kisah dalam novel ini. Penulis mampu menciptakan karakter yang betul-betul terlihat sebagai penggila buku dan sastra dengan menampilkan pengetahuan Gilang tentang karya-karya sastra klasik.
Kelemahan novel ini menurutku, tidak bisa dibaca oleh remaja usia sekolah karena di dalamnya memuat hal-hal yang tidak aman dan tidak cocok dibaca oleh pelajar seperti mengunjungi pub lalu minum minuman keras hingga mabuk untuk menenangkan pikiran saat mendapat masalah. Jadi kesimpulannya novel ini karya yang bagus namun hanya boleh dibaca oleh dewasa.
Hikmah dari Novel ini adalah bahwa kita tahu segala yang sudah kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan harapan. Tapi dibalik semua itu, yakinlah bahwa Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik untuk kita selagi kita mau memperjuangkannya.


Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (The Blue Carbuncle)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Batu Berlian Biru
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Henry Baker meninggalkan topi dan seekor angsa pada malam Natal karena dihadang segerombolan preman dan ditemukan oleh seorang petugas antar barang bernama Peterson. Penyelidikan terhadap kasus kriminal ini diawali saat Peterson memberikan batu delima biru kepada Holmes yang dia dapatkan dari tembolok angsa setelah memanggangnya. Di lain pihak, The Times selama 5 hari berturut-turut mengiklankan tentang hilangnya batu delima biru yang dirampok milik Countess Morcar di Hotel Cosmopolitan. Kasus ini pun mengarah kepada perkara kriminal.
Homles menelusuri asal-muasal angsa itu. Mulai dari peternakan angsa hingga bagaimana angsa itu sampai pada tangan Henry baker. Bermula dari Henry baker yang memenangkan arisan angsa dari restoran Alpha. Sebelumnya restoran Alpha membeli angsa-angsa dari Beckingridge. Sebelumnya pula, Beckingridge mendapat angsa-angsa dipasok dari penjual unggas bernama Oakshott.
Holmes bertemu dengan James Ryder seorang karyawan hotel tempat berlian itu hilang. Dengan semua fakta yang dikumpulkan oleh Holmes, akhirnya terbongkar siapa yang menjadi sebab hilangnya berlian biru itu dan hubungan antara berlian dan angsa. Meski sebelumnya Holmes berbeda pendapat mengenai tersangka dengan kepolisian, namun deduksi Holmes lebih hebat hingga mampu memecahkan misteri ini dan menutup kasus dengan penangkapan sang pelaku.

Pesan moral dalam cerita ini, ketelitian merupakan hal penting dalam mengerjakan sesuatu. Kasus ini memberi gambaran seseorang yang tidak teliti dalam mengerjakan apa yang menjadi tujuannya.

Sunday, April 16, 2017

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (The Man With The Twisted Lip)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Pria Berbibir Sumbing
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Kisah seorang pria bernama Neville st. Clair yang dikabarkan menghilang di pondok candu. Istrinya sangat sedih dengan menghilangnya sang suami dan hanya menemukan jakenya yang terbawa oleh arus sungai Thames. Pihak berwenang menangkap seorang pengemis yang kotor, tua, dan berbibir sumbing bernama Huge Boone yang diduga telah membunuh atau menghilangkan tuan Neville st.Clair. namun Holmes menyelesaikan kasus ini dengan membongkar identitas dari si pengemis Hugh Boone yang ternyata adalah Neville st.Clair. Dua identitas dengan orang yang sama. Neville menjalani dua pekerjaan yang berbeda dengan identitas yang berbeda. Motif dari enghilangnya Nevile adalah karena tak sengaja terlihat oleh istrinya di pondok candu, lkarena memang di depan pondok itulah dia biasa melakukan pekerjaan mengemisnya. Maka pada akhirnya dia harus berakting seolah-olah dia tewas dan dibuang dari pondok itu ke sungai Thames untuk mengelabui istrinya. Terbongkarnya kasus itu, sekaligus mengehentikan Neville dari pekerjaan mengemisnya dengan catatan Holmes akan minjaga rahasianya dari istrinya.

Pesan moral dalam cerita ini, kebohongan selalu berahir dengan tidak bahagia. Kebohongan akan selalu menbuat diri tidak tenang karena ada hal yang disembunyikan. Jadi hindari berbohong dan hiduplah dengan kejujuran, meski terkadang untuk jujur itu sulit dan perlu perjuangan yang luar biasa.

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (The Five Orange Pips)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Misteri di Boscombe Valley
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Misteri dalam kisah ini merupakan kasus pembunuhan di daerah pedesaan bernama Boscombe Valley. Berawal dari perseteruan antara tuan Charles McCarty dan anaknya. Mereka tinggal yang menyewa tanah di lahan milik dan anaknya tuan John Turner, pemilik tanah terbesar di daerah itu. Perseteruan antara ayah dan anak itu berakhir pada kematian sang ayah yang mengejutkan sang anak karena menurut pengakuan sang anak, sang ayah ditemukan sekarat dan terluka dibagian kepala belakang setelah anak itu selesai berseteru dan berpisah dengan ayahnya. Miss Turner, puteri dari tuan John Turner juga membantah jika anak tuan McCarty membunuh ayahnya. Dia mengenal betul siapa McCarty muda. Namun karena anak itu tak memiliki alibi, maka anaknya McCarty muda ditahan dengan tuduhan pembunuhan terhadap sang ayah.
Sherlock Holmes menangani kasus ini untuk memastikan kejelasan dan pelaku sebenarnya jika memang anak tuan McCarty tidak bersalah. Dia memikirkan kasus itu dengan sangat jeli, membolak-balik fakta-faktanya, memeriksa dengan detail tempat kejadian perkara sampai akhirnya ia menemukan berbagai petunjuk yang dapat menggambarkan ciri-ciri pelaku dan alat apa yang digunakan untuk membunuh korban dan mengerti pokok permasalahan atau motif pembunuhan tersebut sekaligus membuktikan bahwa anak tuan McCarty terbukti tidak bersalah.
Kisah ini pun berakhir dengan perasaan sedih dan haru. Sedih akan kehidupan masa lalu tuan John Turner dan tuan McCarty, lalu haru akan kebahagiaan kedua puteri mereka yang menikah dan hidup bahagia.

Pesan moral dalam cerita ini, mendapatkan sesuatu yang sedikit namun didapatkan dengan cara yang baik dan halal tentu lebih baik dari pada mendapatkan sesuatu yang berlimpah namun didapat dengan cara yang haram dan merugikan orang lain. Ketenangan didapat bkan dari benyaknya harta yang dimiliki, melainkan menjalani kehidupan dengan banyak berbuat baik kepada orang lain.

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (The Boscombe valley Mystery)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Misteri di Boscombe Valley
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Misteri dalam kisah ini merupakan kasus pembunuhan di daerah pedesaan bernama Boscombe Valley. Berawal dari perseteruan antara tuan Charles McCarty dan anaknya. Mereka tinggal yang menyewa tanah di lahan milik dan anaknya tuan John Turner, pemilik tanah terbesar di daerah itu. Perseteruan antara ayah dan anak itu berakhir pada kematian sang ayah yang mengejutkan sang anak karena menurut pengakuan sang anak, sang ayah ditemukan sekarat dan terluka dibagian kepala belakang setelah anak itu selesai berseteru dan berpisah dengan ayahnya. Miss Turner, puteri dari tuan John Turner juga membantah jika anak tuan McCarty membunuh ayahnya. Dia mengenal betul siapa McCarty muda. Namun karena anak itu tak memiliki alibi, maka anaknya McCarty muda ditahan dengan tuduhan pembunuhan terhadap sang ayah.
Sherlock Holmes menangani kasus ini untuk memastikan kejelasan dan pelaku sebenarnya jika memang anak tuan McCarty tidak bersalah. Dia memikirkan kasus itu dengan sangat jeli, membolak-balik fakta-faktanya, memeriksa dengan detail tempat kejadian perkara sampai akhirnya ia menemukan berbagai petunjuk yang dapat menggambarkan ciri-ciri pelaku dan alat apa yang digunakan untuk membunuh korban dan mengerti pokok permasalahan atau motif pembunuhan tersebut sekaligus membuktikan bahwa anak tuan McCarty terbukti tidak bersalah.
Kisah ini pun berakhir dengan perasaan sedih dan haru. Sedih akan kehidupan masa lalu tuan John Turner dan tuan McCarty, lalu haru akan kebahagiaan kedua puteri mereka yang menikah dan hidup bahagia.

Pesan moral dalam cerita ini, mendapatkan sesuatu yang sedikit namun didapatkan dengan cara yang baik dan halal tentu lebih baik dari pada mendapatkan sesuatu yang berlimpah namun didapat dengan cara yang haram dan merugikan orang lain. Ketenangan didapat bkan dari benyaknya harta yang dimiliki, melainkan menjalani kehidupan dengan banyak berbuat baik kepada orang lain.

Sunday, January 15, 2017

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (The Red Headed League)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Perkumpulan Orang Berambut Merah
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Mr. Wilson, seseorang yang dipekerjakan dengan bayaran yang besar oleh kelomok yang menamai diri mereka dengan perkumpulan berambut merah. Mr. Wilson diterima karena rambut merah menyalanya dan mendapat gaji besar dengan pekerjaan mudah, hanya menyalin Ensiclopedia. Tetapi di tengah jalan, perkumpulan tersebut tiba-tiba tidak ada lagi kabarnya. Klien Holmes yang kebingungan akhirnya melaporkan hal ini kepada Holmes. Dengan keganjilan pekerjaan tersebut dari mulai penyeleksian pegawai hingga jumlah gaji besarnya, siapa sangka, hal ini ternyata merupakan sebuah awal dari kasus besar yang melibatkan harta yang berlimpah dengan kejahatan berencana untuk membobol bank dan mencuri emas. Ternyata Mr. Wilson dipekerjakan hanya sebagai pengalihan untuk sipelaku kejahatan melakukan misinya.
Pesan moral dalam cerita ini, mendapatkan sesuatu yang sedikit namun didapatkan dengan cara yang baik dan halal tentu lebih baik dari pada mendapatkan sesuatu yang berlimpah namun didapat dengan cara yang haram dan merugikan orang lain.

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (a Case of Identity)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Kasus Identitas
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1891
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Holmes, kedatangan tamu seorang wanita bernama Miss Mary Sutherland yang meminta bantuannya untuk mencari seseorang bernama Mr. Hosmer Angel, tunangannya yang menghilang secara misterius pada hari pernikahan mereka. Perasaan kehilangan yang begtu mengagetkan dan mendalam karena harus kehlangan orang yang tersayang pada hari mereka akan bersatu menjadi sepasang suami istri. Ia juga mengeluhkan sikap ayah tirinya, Mr. Windibank yang melarang Miss Mary untuk bersosialisasi dengan banyak orang dengan melarangnya untuk datang ke berbagai pertemuan-pertemuan atau pesta-pesta. Namun pada saat Miss Marry melanggar larangan ayahnya itulah ia bertemu dengan Mr. Hosmer Angle calon suaminya itu yang kini menghilang dengan misterius. Holmes tertarik pada kasus Miss Marry ini, dan mulai menelusuri detail kasusnya dengan mendengarkan cerita dari Miss Marry. Dari seluruh cerita yang diceritakan oleh Miss Marry, Holmes menemukan berbagai kejanggalan dan dengan kejelian dan ketajaman berfikir, sang detektif berhasil menemukan sang suami yang menghilang.
Windibank, ayah tiri Marry dan Hosmer, calon suami Marry merupakan orang yang sama. Ketertarikan Windibank kepada harta yang seharusnya dinikmati oleh Miss Marry,dia pun menikahi ibu Marry yang usianya terpaut jauh lebih tua dari dirinya. Ketamakan pada harta membuat orang menjadi jahat. Windibank mencegah Marry bergaul dengan yang lainnya dengan tujuan, jika Marry menikah maka harta yang dinikmatinya akan berhenti dan berpindah kepada Marry. Hingga akhirnya dia menyamar sebagai Hosmer. Dia tahu dengan sedikit samaran sudah dapat mengelabui Marry karena mengetahui Marry itu rabun dekat. Windibank pun mengarang-ngarang cerita tentang pekerjaannya di Perancis. Namun tak ada kejahatan yang sempurna. Dengan beberapa kejanggalan yang dia buat, Holmes berakhir membongkar kejahatannya.

Pesan moral dalam cerita ini, tidak menyakiti orang yang sayang kepada kita. Jika ingin mendapatkan kepercayaan orang lain, maka jadilah orang yang dapat dipercaya karena kejujuran adalah sesuatu yang sulit ditanam namun mahal harganya. Satu hal lagi, bahwa ketamakan akan merusak segalanya.

Book Review - Sir Arthur Conan Doyle : The Adventure of Sherlock Holmes (Scandal Bohemia)

Judul Buku: Sherlock Holmes : Petualangan Sherlock Holmes
Sub Judul : Skandal Bohemia
Diterjemahkan dari : The Adventure of Sherlock Holmes
Terbit pertama : 1892
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Tebal : 504 halaman
Terbit di Indonesia : Maret, 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7999-3

Alasan saya membaca buku ini, karena ketertarikan saya yang amat sangat pada Sherlock Holmes. Setelah membaca 4 buku sebelumnya (A Study in Scarlet, Sign of Four, The Valley of Fear, dan Hound of Baskerville) saya lanjutkan dengan buku The Adventure of Sherlock Holmes.
Mr. Sherlock Holmes mendapatkan klien seorang Raja Bohemia yang memiliki masalah dengan Irene Adler, seorang wanita mempesona, penyanyi opera, petualang asmara, dan memiliki kemampuan akting yang luar biasa. Kasus yang ditangani oleh Holmes dan partnernya Dr. Watson adalah tentang skandal antara Irene Adler dan Raja Bohemia tersebut. Sang Raja meminta Sherlock untuk mengambil kembali foto yang menjadi bukti bahwa Raja dan Irene Adler memiliki hubungan khusus. Tak berapa lama lagi Raja akan menikah dan ia mendapat ancaman bahwa Irene akan mengagalkan pernikahan itu dengan mengirim foto tersebut kepada calon istri Raja. 
Kisah ini berakhir dengan taktik holmes sebagai detektif ternama dapat terbaca oleh Irene Adler dan gagal mendapatkan foto itu, bahkan tak dapat menebak penyamaran Irene Adler saat mengikuti Holmes menuju Baker Street 221B. Namun berkat penyelidikan itu Irene Adler menyatakan diri tidak akan mengganggu lagi kehidupan Raja dan istrinya. Sejak itulah Holmes tidak lagi menganggap enteng pemikiran wanita karena terbukti penyelidikannya dapat terbongkar oleh seorang Irene Adler, wanita yang akhirnya menarik perhatian Holmes dan menjadi favoritnya.

Pesan moral dalam cerita ini, tidak menganggap remeh siapapun, karena setiap orang memang pantas untuk diperhitungkan dan siapa tahu orang yang kita remehkan itu memiliki kemampuan yang sama dengan kita bahkan melampaui kita.

Book Review - Agatha Christie : Hercule Poirot and The Greenshore Folly

Judul Buku: Hercule Poirot and The Greenshore Folly
Diterjemahkan dari : Hercule Poirot and The Greenshore Folly
Terbit pertama : 1954
Penulis : Agatha Christie
Penerjemah: Nadya Andwiani
Tebal : 168 halaman
Terbit di Indonesia : 2016
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-2897-3

Saya begitu menggilai keisah-kisah detektif yang berbicara tentang kasus, penyelidikan, deduksi, hingga menyipulkan kasus dan menutup kasus. Karya Agatha Christie ini salah satu buku yang saya baca dan saya sangat suka kisah Poirot dalam buku ini.
Novel ini berkisah tentang Hercule Poirot yang mendapat undangan dari  seorang novelis detektif Mrs. Ariadne Oliver untuk berkunjung The Greenshore Follly.  Mrs. Oliver sendiri juga diundang oleh keluarga George Stubb untuk mengatur pesta sandiwara pembunuhan dalam sebuah festival besar yang akan diadakan di Greenshore Folly.  Kekhawatiran Oliver lah yang membuat dirinya mengundang Poirot untuk bergabung dalam acara tersebut. Sesampainya di Greenshore Folly, Oliver memaparkan rencana alur dan para pemeran sandiwara tersebut. Ada Sir George Stubbs (pemilik Greenshore Folly), Laddy Stubb (Hattie dua puluh tahun lebih mudah dari George Stubb), Michael Weyman (seorang arsitek), Miss Brewiss  (asisten rumah tangga), Alec Legge dan istrinya Peggy (pasangan pemilik pondok di tepi sungai), Kapten Warborough (agen keluarga  Masterton), keluarga Masterton, dan Mrs. Folliat.
Festival pun berlangsung dan Poirot mulai menyusuri Greenshore Folly dan mencari tahu akan informasi tentang semua yang terkait dengan Greenshore Folly. Kekhawatiran Oliver pun menjadi kenyataan. Marleena Tucker yang berperan sebagai mayat, memang benar-benar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Setelah kematian gadis berusia 14 tahun itu, disusul dengan menghilangnya Laddy Stubb dari Folly. Kasus ini terus berlanjut pada penyelidikan yang dilakukan oleh Poirot melalui cara yang khas dalam penyelidikannya. Kisah ini berujung pada terbongkarnya kasus pembunuhan Marlene Tucker dan hilangnya Laddy Stubb yang keseluruhannya ada kaitannya dengan sang pemilik Greenshore Folly. Kisah yang memilukan, konflik keluarga, ketamakan kepada harta, kebohongan kepada publik, dan kekejaman berpadu satu dalam karya Agatha Christie yang sempat hilang selama 60 ahun dan baru dipublikasikan tahun 2014.



Book Review - Rudyard Kliping : Just So Stories

Judul Buku: Just So Stories
Diterjemahkan dari : Just So Stories
Terbit pertama : 1902
Penulis : Rudyard Kliping
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Tebal : 160 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, Desembar 2011
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7803-3

Saya mulai menyukai cerita-cerita klasik sejak tahun lalu (2016) saat membaca cerita Alice karya Lewis Caroll. Kini buku yang saya baca adalah Just So Stories karya Rudyard Kliping. Rasa suka pada karya-karya klasik tentunya menjadi alasan saya membaca buku ini.
Sebagaimana judulnya, buku ini berisi tentang kumpulan cerita klasik pengantar tidur. Cerita yang ringan, mudah dipahami, mudah dihafal inti ceritanya sehingga bisa dengan mudah kembali diceritakan kepada orang lain terutama kepada anak-anak menjelang mereka tidur. Menceritakan tentang dari mana belalai gajah berasal, asal mula macan meiliki tutulnya, asal mula kulit badak penuh dengan lipatan, asal mula alfabet dirumuskan dan cerita lain yang juga menarik untuk dibaca. Seperti cerita anak gajah yang selalu penasaran dan senang bertanya tentang “apa santapan buaya?”, hingga akhirnya ia bertemu dengan buaya yang sebelumnya ia tidak tahu hewan seperti apa buaya itu. Lalu buaya itu menggigit hidung kecil gajah dan memanjang karena tarikan sang anak gajah sehingga menjadi panjang dan itulah asal mula gajah memiliki belalai.  Tentunya semua yang ada dalam buku ini hanyalah sekedar cerita dan bukan yang sebenarnya.
Banyak hikmah yang bisa diapat dari kisah-kisah yang ada dalam buku ini. Memang sudah menjadi khas dari kisah klasik yang kaya akan hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Mengajarkan kita agar tidak malas bekerja seperti si unta yang, tidak malu bertanya seperti si anak gajah, tidak bersikap angkuh seperti kepiting Pau Amma, melihat sesuatu tidak dari satu sudut pandang dan kreatif seperti Taffi, Tegumai dan Tesumai.