Tuesday, January 13, 2015

KONSEP DAN TUJUAN PERENCANAAN

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah
Perencanaan yang dilakukan oleh organisasi harus bersifat fleksibel. Artinya perencanaan tersebut bisa menyesuaikan terhadap lingkungan eksternal yang dinamis. Sebab faktor eksternal merupakan hambatan terhadap pelaksanaan rencana yang akan dilakukan organisasi, sehingga perencanaan itu sedikit banyak bisa diubah tanpa mengubah tujuan untuk apa perencanaan itu dilakukan.[1]
Berbagai negara telah mengalami kemajuan yang cukup pesat dengan adanya perencanaan pendidikan yang baik.  Di Indonesia, sejak zaman kemerdekaan sampai saat ini sudah cukup banyak perkembangan yang telah dicapai terutama dalam dunia pendidikan.  Untuk memperlancar jalannya sebuah lembaga pendidikan diperlukan perencanaan yang akan mengarahkan lembaga tersebut menuju tujuan yang tepat dan benar.  Artinya perencanaan memberi arah bagi tercapainya tujuan sebuah system, karena pada dasarnya system akan berjalan dengan baik jika ada perencanaan yang matang. 

B.     Rumusan Masalah
Adapun masalah-masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana menetapkan sasaran dan tujuan dari perencanaan pendidikan?
2.      Langkah apa yang diperlukan untuk merancang perencanaan pendidikan?

C.    Tujuan Perumusan Masalah
Adapun tujuan perumusan masalah tersebut adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana menetapkan sasaran dan tujuan dari perencanaan pendidikan
2.      Untuk mengetahui langkah-langkah diperlukan untuk merancang perencanaan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Memahami Kecenderungan Umum
            Dalam pembuatan perencanaan pendidikan, para perencana harus menstudi pola dan kecenderungan fungsi manusia dalam lingkungannya, pemanfaataan SDM dan Sumber Daya Fisik, untuk sebanyak-banyaknya keuntungan manusia dan perekonomian. Demikian juga studi pengaruh lingkungan fisik terhadap perilaku manusia, studi tentang keseimbangan peran dan aturan formal dan informal. Setelah itu studi ditekankan pada hakikat dan tujuan infrastuktur. Dua macam infrastruktur, yaitu bagian visible dan invisible. Bagian visible adalah elemen yg langsung digunakan saat aktivitas seperti meja kursi, kamar kecil, listrik, partisi, dst.nya. Inilah yang disebut pengisi infrastruktur, sedangkan bagian invisible adalah lelemen yang tidak langsung digunakan seperti jaringan air, jaringan listrik dst.nya, disebut infrastruktur. Terdapat tiga kemungkinan menyusun infrastuktur. Pertama, infrastruktur linier, deskripsinya seperti pohon, manfaatnya untuk mensuplai komoditas seperti air, listrik, lalu lintas dst.nya.  Kedua, infrastruktur Planar  terkait dengan suplai komoditaas juga namun merupakan jaringan kerja yang ketat dalam suatu perencanaan, gambarannya seperti jala jaringan keja. Ketiga, infrastruktur spatial, terkait dengan suplai komoditas yang berbentuk jaringan kerja berlubang.
            Suatu kota pada dasarnya merupakan gabungan rumit dan dinamis dari ketiga macam infrastruktur tersebut. Karena itu mendisain perencanaan diawali dengan mendeskripsikan berbagai faktor atau elemen sebagai berikut.
1.      Tingkat kepadatan penduduk, jenis kegiatan, dan bentuk jaringan infrastruktur, mempengaruhi orang, tempat, pergerakan, ekonomi, aktivitas, yang semuanya berpengaruh pada proses pendidikan
2.      Perkembangan kehidupan masyarakat terkait dengan karakter individu-individunya dalam  merubah atau menyesuaikan diri dengan lingkungan, cukup kuat mempenaruhi perkembangan individu. Planner harus mmfasilitas siswa mngembangkn kmampuan eksplorasi dan intelektualnya, sehingga pendidikan tersebut betul-betul berbasis keterlibatn siswa pada lingkngannya, dan tercipta keseimbangan antara kebenarn individu dan kebenaran kelompok sosial, budaya, dan ekonomi. Sebagai catatan perlu ditegaskan bahwa dipicu perkembangan iptek, perubahan sosial bergerak sangat cepat
3.      Kemampuan iptek merubah lingkungan fisik yang mempengaruhi perubahan siswa, sehingga “make him be at home in a created environment”, dan berdasar pengaruh tersebut, siswa merubah lingkungan, baik yang sifatnya psychologis maupun budaya, yang secara berkelanjutan keduanya mempengaruhi orang-orang yang berada dalam lingkungan tersebut, “man is continuously adapting animal”, sesuai dengan persepsinya terhadap lingkungannya.
4.      Pergerakan urbanisasi manusia dari pinggir kota ke pusat kota, jenis pemakaian kendaraan (pribadi atau massal), efisiensi gerakan dan biaya,  mode kendaraan, jumlah dan isi kendaraan, serta rute, operasi, pemilik, fasilitas, dan pengenalan.
5.      Planner juga harus mendeskripsikan kegiatan ekonomi, yang issunya biasanya besar, penting, luas, kompleks, namun biasanya kekurangan data, dan aparat pemerintah tidak effektif mengatasinya.
6.      Bentuk dan trend yang berkmbang pada kegiatan. Aktivitas pendidikan saling terkait dg  transportasi, ekonomi, sistem sosial, komunikasi dan sistem politik. Faktor2 ini terlihat atau tdk terlihat saling terkait secara tetap. Perubahan besar salah satu faktor akan langsung mempengaruhi bentuk dan kecenderungn aktivitas yang lainnya.  Dalam kaitan ini banyak penyiapan fasilitas pendidikan lebih merujuk kepada keperluan masyarakat kota.
7.      Beberapa kemungkinan trend perencanaan pendidikan, terkait dengan bentuk individu,kelompok, kesamaan tujuan (keluarga, lembaga, perusahaan), yang terus berubah sesuai dengan perkembangan sosial, teknologi, kekayaan, dan sistem politik.[2]

B.       Menetapkan Sasaran dan Tujuan,                  
a.      Peran Tujuan dalam Perencanaan pendidikan
Pada bagian ini, tujuan (goal) pendidikan disebut dalam term makna, hakikat, fungsi, dan karakteristik. Istilah tujuan dalam perencanaan pendidikan terkait ruang lingkup kerja serta hasil akhir dari suatu kegiatan. Ada beberapa tujuan perlunya penyusunan suatu perencanaan pendidikan, antara lain:
1.      Untuk standar pengawasan pola perilaku pelaksana pendidikan, yaitu untuk mencocokkan antara pelaksanaan atau tindakan pemimpin dan anggota organisasi pendidikan dengan program atau perencanaan yang telah disusun;
2.      Untuk mengetahui kapan pelaksanaan perencanaan pendidikan itu diberlakukan dan bagaimana proses penyelesaian suatu kegiatan layanan pendidikan;
3.      Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya) dalam pelaksanaan program atau perencanaan pendidikan, baik aspek kualitas maupun kuantitasnya, dan baik menyangkut aspek akademik-nonakademik;
4.      Untuk mewujudkan proses kegiatan dalam pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan;
5.      Untuk meminimalkan terjadinya beragam kegiatan yang tidak produktif dan tidak efisien, baik dari segi biaya, tenaga dan waktu selama proses layanan pendidikan;
6.      Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh (integral) dan khusus (spefisik) tentang jenis kegiatan atau pekerjaan bidang pendidikan yang harus dilakukan;
7.      Untuk menyerasikan atau memadukan beberapa sub pekerjaan dalam suatu organisasi pendidikan sebagai ‘suatu sistem’;
8.      Untuk mengetahui beragam peluang, hambatan, tantangan dan kesulitan yang dihadapi organisasi pendidikan; dan
9.      Untuk mengarahkan proses  pencapaikan tujuan pendidikan[3].

b.      Sasaran
Istilah goal merupakan ujung dari akhir perencanaan (Goals are ends for which a design is made). Sedangkan Objective adalah tujuan antara sebagai bagian dari goal. Target adalah tujuan antara yang merupakan bagian dari objective, dan kemudian task adalah tujuan yang merupakan bagian dari target.
Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti “tingkatkan kinerja,” “naikkan profit,” atau “kembangkan perusahaan,” sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri[4].

c.       Pengembangan Goals
    Dalam rangka pengembangan tujuan akhir, para perencana memerlukan pertimbangan tentang berbagai hal.
1.      Memperhatikan tujuan umum belajar, antisipasi masalah baru, metode yang akan digunakan, hubungan pelajaran lama dan baru, mendiskusikan hubungan antar sekolah, distrik atau bagian negara.
2.      Mempelajari latar belakang masalah melalui studi SWOT dan penyebabnya sampai  terjadi situasi terakhir,
3.      Tetapkan titik awal kerja sesuai proses perencanaan pendidikan dan fokuskan pada target serta gunakan cepat masukan dari balikan (feedback) 

Hubungan antara goals dan objective
Goals dapat tercapai melalui objective, target, dan tasks. Namun dalam menyusun formulasinya, goals disusun berdasarkan nilai yang dianut, untuk kemudian dari goal tersebut diturunkan rencana pendidikan. Dengan demikian bagan alurnya dapat digambarkan sebagai berrikut.
Value àGoals à Perencanaan pendidikan
Dalam pada itu bentuk objective yang dirancang untuk maksud pembuatan strategi perencanaan : 1. dirancang utk pelayanan; 2. sasaran alternatif dirancang  untuk mengembangkan fasilitas layanan; 3. susunan dapat merupakan kombinasi dari beberapa hal yang belum ada. 4. term dalam bentuk operasional tidak abstrak; 5. alternatif ditentukan pada setiap sasaran; 6. maksimalkan sasaran berdasarkan input yang pasti atau mnimalisasi input untuk sasaran yang pasti. 7. diformulasi sebagai hasil dialog antara perencanaan pendidikan dengan representatif wakil publik[5]

C.    Langkah-langkah Menyusun Perencanaan Pendidikan
            Sebelum para manager dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi.
Prosedur Perencanaan Pendidikan
Sketsa pengembangan rencana
a.       Dalam waktu relatif singkat dalam beberapa bulan bukan tahunan.
b.      Untuk semakin disempurnakan dari pertama survei pengamatan singkat.
c.       Memanfaatkan data dan pengetahuan yang ada tidak melibatkan penelitian baru.
Metode Perencanaan Pendidikan
Penentuan tujuan, apa yang orang-orang dari daerah perencanaan ingin wilayah mereka menjadi terang:
Penentuan kebutuhan pendidikan, apa yang harus disediakan untuk mencapai tujuan, mengukur:
a.       bagaimana kondisi dan fasilitasnya?
b.      Kekurangan sarana fisik dan pengaturan dan Program dan pelayanan?
Program memenuhi kebutuhan pendidikan, jika diperlukan perubahan fasilitas, dan pelayanan maka hal yang perlu diperhatikan adalah:
a.       Penjadwalan, proyek dan program apa saja yang sudah dilaksanakan?
b.      Perubahan fisik, perkembangan baru, pembangunan kembali, pengaturan apa saja yang ada?
c.       Organisasi masyarakat dan opini publik?

Perencanaan Pendidikan
Pernyataan tujuan masyarakat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:
a.       Ukuran (kecil, lebih besar atau jangkauan yang lebih luas)?
b.      Kegiatan yang ada harus dipertahankan, diharapkan, ditinggalkan?
c.       Hidup masyarakat, perbaikan apa yang diperlukan cara fasilitas, program pelayanan?
d.      Pengaturan fisik, pengaturan penggunaan lahan, fasilitas pusat, desain lingkungan?

Laporan, grafik, peta konsep yang menyajikan apa yang harus dilakukan, kapan, oleh siapa dan dengan cara apa, yang meliputi:
a.       Perkiraan populasi, ukuran, karakteristik dan distribusi.
b.      Program pembangunan ekonomi, langkah-langkah untuk mencapai kerja maksimal.
c.  Program layanan masyarakat di perumahan, pendidikan dan kegiatan budaya, rekreasi, kesehatan, dan pengembangan kelembagaan.
d.      Program untuk pembangunan fisik, penggunaan lahan, transportasi dan kepadatan, rencana, pekerjaan umum, dan program perumahan.
e.       Program aksi perencanaan, program aksi publik dan swasta, alat keuangan, pejabat dan organisasi warga[6].

  Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang tergantung pada ukuran dan tujuan organisasi dan pada fungsi atau kegiatan khusus manajer. Organisasi yang besar dan berskala internasional lebih menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang daripada perusahaahn local. Akan tetapi pada umumnya organisasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara perencanaan jangka panjang maupun perencanaan jangka pendek. Karena itu penting bagi para manajer untuk mengerti peranan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang dalam pola perencanaan secara keseluruhan.[7]
 Mengembangkan rencana sketsa (a) jangka pendek (sebulan-setahun,  (b)perbaikan cepat, ( c) menggunakan data nyata, (d) kerjasama dg masyarakat, kelompok lokal, regional atau nasional).
Dalam proses atau tahapan penyusunan perencanaan pendidikan ada beberapa tahapan yang semestinya dilalui dalam penyusunan perencanaan pendidikan, antara lain:
1.     Tahap need assessment, yaitu melakukan kajian terhadap beragam kebutuhan atau taksiran yang diperlukan dalam proses pembangunan atau pelayanan pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Kajian awal ini harus cermat, karena fungsi kajian akan memberikan masukan tentang: (a) pencapaian program sebelumnya; (b) sumber daya apa yang tersedia, dan (c) apa yang akan dilakukan dan bagaimana tantangan ke depan yang akan dihadapi.
2.    Tahap formulation of goals and objective, yaitu perumusan tujuan dan sasaran perencanaan yang hendak dicapai. Perumusan tujuan perencanaan pendidikan harus berdasarkan pada visi, misi dan hasil kajian awal tentang beragam kebutuhan atau taksiran (assessment) layanan pendidikan yang diperlukan.
3.      Tahap policy and priority setting, yaitu merancang tentang rumusan prioritas kebijakan apa yang akan dilaksanakan dalam layanan pendidikan. Rumusan prioritas kebijakan ini harus dijabarkan kedalam strategi dasar layanan pendidikan yang jelas, agar memudahkan dalam pencapaian tujuan.
4.      Tahap program and project formulation, yaitu rumusan program dan proyek pelaksanaan kegiatan operasional perencanaan pendidikan, menyangkut layanan pedidikan pada aspek akademik dan non akademik.
5.      Tahap feasibility testing, yaitu dilakukan uji kelayakan tentang beragam sumber daya (sumber daya internal/ eksternal; atau sumber daya manusia/ material). Apabila perencanaan disusun berdasarkan sumber daya yang tersedia secara cermat dan akurat, akan menghasilkan tingkat kelayakan rencana pendidikan yang baik.
6.      Tahap plan implementation, yaitu tahap pelaksanaan perencanaan pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Keberhasilan tahap ini sangat ditentukan oleh: (a) kualitas sumber daya manusianya (kepala sekolah, guru, komite sekolah, karyawan, dan siswa); (b) iklim atau pola kerjasama antar unsur dalam satuan pendidikan sebagai suatu tim kerja (team work) yang handal; dan (c) kontrol atau pengawasan dan pengendalian kegiatan selama proses pelaksanaan atau implementasi program layanan pendidikan.
7.      Tahap evaluation and revision for future plan, yaitu kegiatan untuk menilai (mengevaluasi) tingkat keberhasilan pelaksanaan program atau perencanaan pendidikan, sebagai feedback (masukan atau umpan balik), selanjutnya dilakukan revisi program untuk rencana layanan pendidikan berikutnya yang lebih baik.
Merujuk pada uraian dari pengertian perencanaan pendidikan sampai tahapan dalam penyusunan perencanaan pendidikan tersebut di atas, menunjukkan bahwa kedudukan perencanaan pendidikan dalam proses layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan adalah sangat penting, karena dengan adanya perencanaan pendidikan yang baik dapat:
1.      Meningkatkan kualitas kegiatan atau aktivitas layanan pendidikan anak secara maksimal, baik menyangkut aspek akademik atau non akademiknya. Hal ini disebabkan seluruh aktivitas warga sekolah harus berdasarkan pada program yang telah disusun dengan baik dalam suatu perencanaan pendidikan secara sistematik dan integral.
2.      Mengetahui beberapa sumber daya internal dan eksternal yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara maksimal, dan juga mengetahui beberapa kendala, hambatan dan tantangan yang akan dihadapi dalam upaya pencapaian tujuan. Hal ini disebabkan, suatu perencanaan pendidikan yang baik pasti akan memuat tentang beberapa peluang dalam mencapai tujuan dan prediksi tantangan atau hambatan yang akan muncul, serta strategi yang harus dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut.
3.      Memberi peluang pada setiap warga sekolah dalam meningkatkan beragam kemampuan, keahlian atau  ketrampilan secara maksimal, dalam rangka mewujudkan tujuan  layanan  pendidikan.
4.      Memberikan kesempatan bagi pelaksana program untuk memilih beberapa alternatif pilihan tentang metode atau strategi atau pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan, agar efektif dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
5.      Memudahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan, karena perencanaan pendidikan yang baik selalu dirancang dengan tahapan-tahapan pelaksanaan program layanan pendidikan (jangka pendek, menengah dan panjang), disamping itu telah disusun skala prioritas sasaran tujuan yang akan dicapai.
6.      Memudahkan dalam melakukan evaluasi tentang seberapa besar pencapaian tujuan layanan pendidikan yang telah diraih, karena dalam perencanaan pendidikan yang baik selalu merumuskan indikator-indikator pencapaian tujuan dan instrumen apa yang dipakai dalam mengukur keberhasilan dalam kegiatan untuk mencapai tujuan.
7.      Memudahkan dalam melakukan revisi program layanan pendidikan dan proses penyusunan perencanaan pendidikan berikutnya, sesuai dengan dinamika dan perkembangan  kehidupan sosial-[8].

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Tujuan dalam perencanaan pendidikan berkaitan dengan ruang lingkup kerja serta hasil akhir dari suatu kegiatan. Sedangkan target adalah tujuan antara yang merupakan bagian dari objectif. Dalam perencanaan pendidikan target dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil.
Langkah-langkah dalam menyusun perencanaan pendidikan meliputi :
1.      Tahap need assesment,
2.      Tahap formulation of goals and objective,
3.      Tahap policy and priority setting,
4.      Tahap program and project formulation,
5.      Tahap feasibility testing,
6.      Tahap plan implementation,
7.      Tahap evaluation and revision for future plan,



DAFTAR PUSTAKA
1.      Udin S. Sa’ud dan Abin Syamsudin Makmun, 2007, Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
2.      S. Sagala, 2009, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Bandung : Alfabeta
3.      Sanusi Uwes, 2014, Bahan Kuliah Perencanaan Pendidikan Prodi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana UIN SGD Bandung
4.      Frank W. Banghart dan Albert Trull, Jr., 1980, Educational Planning, London: The Macmillian Company,
5.      Arief Bowo PK, SE., MM., 2008, “Perencanaan”. Jakarta: Universitas Mercu Buana,
6.      http://adieth12.blogspot.com/2012/04/pentingnya-perencanaan-sebagai-salah.html, diakses pada 18 September 2014
7.      http://muhfebrianika.wordpress.com/2012/11/11/20-perencanaan-dalam-organisasi/, diakses pada 18 September 2014





[1] Arief Bowo PK, SE., MM. “Perencanaan”. Jakarta: Universitas Mercu Buana, 2008  hal.8
[2] Sanusi Uwes, Bahan Kuliah Perencanaan Pendidikan Prodi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana UIN SGD Bandung
[3] S. Sagala, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, hal.
[4] http://muhfebrianika.wordpress.com/2012/11/11/20-perencanaan-dalam-organisasi/, diakses pada 18 September 2014
[5] Sanusi Uwes, Bahan Kuliah Perencanaan Pendidikan Prodi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana UIN SGD Bandung
[6] Frank W. Bagnghart dan Albert Trull, Jr., Educational Planning, hal. 288
[7] http://adieth12.blogspot.com/2012/04/pentingnya-perencanaan-sebagai-salah.html, diakses pada 18 September 2014.
[8] Udin S. Sa’ud dan Abin Syamsudin Makmun, Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif, hal. 33

Sunday, January 11, 2015

WISATA EDUKASI MUSEUM KEPRAJURITAN TMII JAKARTA

   
20 November 2014 saya berkunjung ke Museum Keprajuritan di Taman Mini Indonesia Indah, salah satu museum yang unik dari segi bentuk bangunan. Bangunan museum keprajuritan berbentuk benteng bersegi lima yang tampak sangat kokoh dan dikelilingi perairan. Benteng menggambarkan bagaimana prajurit Indonesia mempertahankan negara, sedangkan perairan menggambarkan Indonesia sebagai  negara kepulauan. Konsep yang ditawarkan museum yang merupakan instalasi bagian dari institusi Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI ), sangat berbeda dengan museum lain pada umumnya. Jika ditengok dari depan, museum ini lebih nampak sebagai sebuah kerajaan, dengan benteng yang menjulang tinggi. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung museum yang diresmikan pada 5 Juli 1987 oleh Bapak Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada saat itu.

Museum ini dibangun dengan misi melestarikan bukti dan rekaman sejarah perjuangan bangsa pada abad ke-7 hingga abad ke-19 yang berwujud berbagai macam benda diantaranyasenjata yang digunakan berperang, pakaian perang dan lain lian. Selain bentuk museum yang melambangkan kokoh dan kuatnya pertahanan Indonesia, adanya bastion di setiap sudutnya menggambarkan kewaspadaan nasional. Bastion adalah sebuah bangunan yang berada di pojok-pojok benteng yang berfungsi untuk mengintai. Selain itu tempat ini juga memamerkan 2 kapal tradisional Indonesia yakni kapal Banten dan Pinisi dari Sulawesi Selatan. Kedua peninggalan sejarah ini digambarkan bersandar di sebuah danau. Hal tersebut melambangkan kekuatan maritim yang memanjang dari barat ke timur. Sementara itu, gerbang utama museum dibangun dengan model arsitektur abad ke-16 yang mencerminkan sifat keterbukaan dan keramahtamahan rakyat Indonesia.

Secara garis besar ,museum yang terletak di jalur keluar bagian selatan ini menyimpan bukti dan rekaman sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Memasuki ruang museum,kita harus menaiki tangga menuju lantai 2 terlebih dahulu untuk melihat koleksi di museum ini. Di sepanjang ruangan lantai kedua yang remang-remang ini, terdapat banyak diorama yang menggambarkan perlawanan pejuang-pejuang Indonesia melawan penjajah. Selain itu ada patung yang memeragakan pakaian perang tiap-tiap wilayah di negara Indonesia. Tiruan senjata seperti meriam, panji-panji dalam peperangan dan bahkan formasi dalam melawan tentara Belanda,seperti formasi garuda ,semua dapat kita saksikan di sini.


Di tengah-tengah halaman, terdapat sebuah panggung untuk keperluan menyelenggarakan berbagai acara seperti pentas seni. Panggung tersebut dikelilingi 23 patung pahlawan yang terbuat dari perunggu,seperti Pangeran Diponegoro, patimura, Cut Nyak Dien, Gajah Mada, Nyi Ageng Serang,dan lain sebagainya.


Dengan tiket masuk Rp.2500, kita sudah bisa menjelajah ke seluruh bagian museum. Yang tak kalah penting, dengan berkunjung ke sini, kita akan merasakan bagaimana payahnya para pejuang Nusantara saat menghadapi kolonial. Apalagi, saat itu, para prajurit masih menggunakan peralatan seadanya, melawan para penjajah yang dalam persenjataan sudah lebih maju. Tentunya wisata edukasi ini sangat baik bagi anak-anak yang mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan Indonesia terdahulu memperjuangkan Tanah Air kita dari para penjajah, sehingga memotivasi untuk meneruskan perjuangan menjaga dan membanggakan negara Indonesia.



Sumber tambahan :

TEBING KERATON


Tempat kunjungan wisata yang mulai banyak dikunjungi dan menjadi tempat favorit untuk berfoto dengan latar pemandangan hutan yang luar biasa. yaps, Tebing Keraton Dago. Tebing Keraton atau Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda . Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang ada disana.

Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Bebrbeda dengan puncak lain di kota Bandung yang keika melihat kebawah akan dihiasi lampu-lampu kota. Dari Tebing Keraton dapat menikmati pemandangan keren dan spektakuler. Bukan lampu kota, melainkan hutan. Ya, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dari atas.

Berbeda dengan Tahura dengan petunjuk arah yang sudah sangat jelas. Tebing Keraton nyaris tanpa petunjuk jalan namun bukan berarti sulit menemukannya. Tidak sulit untuk mencapai Tebing Keraton. Dari pusat kota Bandung, bertolaklah ke arah Dago Pakar, kemudian ke arah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda . Setelah pintu gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda , beloklah ke kanan. Setelahnya akan melewati rumah-rumah besar dan kemudian perkampungan. Setelah itu  akan sampai di sebuah warung dengan baliho besar bertuliskan 'Warung Bandrek' alias Warban. Perjalanan belum selesai, pacu kendaraan melewati tanjakan dan jalan berbatu sampai pos teratas, langsung di Tebing Keraton. 

Pemandangan ini pun akan bertambah indah, jika datang sebelum matahari terbit atau kira-kira jam 6 pagi. Pada saat itu, bisa menikmati suasana kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal. Ditambah dengan keindahan matahari terbit di balik bukit yang ada di sebelah timur. Semua keindahan panorama alamnya ini memang paling pas, jika abadikan dengan kamera.

Untuk berkunjung ke Tebing Keraton, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Harus mempersiapkan kamera, jaket untuk menghalau dinginnya udara, karena jika daya tahan tubuh sedang dalam kondisi yang kurang baik, bisa-bisa sakit. udara yang dingin dicampur dengan debu dari tanah merah. Berbekal minuman yang cukup dan bensin kendaraan yang sudah terisi penuh. Jika masih ragu bagaimana jalan menuju ke sana, jangan malu untuk bertanya. Selain itu, juga disarankan untuk menggunakan motor, karena jalanan yang dilewati belum terlalu bagus.


Sumber tambahan : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Tebing_Keraton
http://www.bonjourbag.com/blog/tebing-keraton/

PESONA GUNUNG BATU, SISI LAIN PATAHAN LEMBANG


Lembang menjadi satu tempat yang sayang untuk dilewatkan jika wisatawan berkunjung ke kota Bandung. Sudah banyak tempat wisata di Lembang yang dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi tempat tujuan bagi para wisatawan seperti, Gunung Tangkuban Perahu, Observatorium Bosccha, atau hanya sekedar berjalan-jalan dan berfoto di Kebun Teh.

Tetapi keindahan Bandung tidak hanya ada pada di tempat itu saja, jika sedang pergi ke Lembang coba untuk pergi ke Gunung Batu Lembang yang letaknya tidak jauh dari Pasar Lembang. Di Gunung Batu Lembang ini terkenal dengan sunrise dan juga kita bisa melihat keindahan Lembang dan Kota Bandung dari ketinggian 1.228 mdpl. Sesampainya di puncak pemandangan ke semua arah dari puncak gunung ini memang menakjubkan. Ketika melihat ke arah utara tampak Gunung Burangrang (2064 m), Gunung Tangkuban Parahu (2086 m), dan Gunung Putri (1338 m). Saat menatap ke arah timur terlihat Gunung Bukittunggul (2206 m), Gunung Palasari (1856 m). Di kejauhannya ada Gunung Manglayang (1850 m) dan Pangparang (1957 m). Bila memandang ke timur tampak gawir patahan Lembang yang semakin tinggi.


Gunung Batu adalah bagian dari Patahan Lembang yang merupakan salah satu sesar yang menjadi obyek riset LIPI yang merupakan retakan sepanjang 22 kilometer, melintang dari timur ke barat. Berawal di kaki Gunung Manglayang di sebelah timur dan menghilang sebelum kawasan perbukitan kapur Padalarang di bagian barat. Patahan itu tepat di antara Gunung Tangkubanparahu dan dataran Bandung sehingga membentuk dua blok, utara dan selatan.  ”Tembok” itu membentengi pemandangan orang di utara ke arah selatan. Gerakan blok batuan itulah yang mengirim gempa.

Pada tahun 2008 LIPI pernah menggali tanah di Lembang, hasilnya, diketahui jejak gerakan gempa 3.000 tahun terakhir.Selama itu telah terjadi tujuh kali pergerakan besar Sesar Lembang.Rekaman tersebut diketahui dari lapisan tanah bekas sagpond (areal rawa yang tercipta akibat pergerakan patahan). Namun, belum diketahui mekanisme pergerakan Patahan Lembang akibat lambannya laju pergerakan sesar, 2 milimeter-5 milimeter per tahun. ”Periode kegempaan di Patahan Lembang pun terbilang sangat lama, yaitu 400-700 tahun. Jadi tidaklah mengherankan jika tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan keaktifan sesar yang membentang Manglayang-Parongpong, Lembang. 

Menurut Brian Atwater, paleoseismolog dari United States Geological Survey (USGS), ancaman bencana Patahan Lembang termasuk kategori kelas dunia karena patahan itu berada di dekat kawasan kota yang sangat padat. Hal yang jarang terjadi di dunia. Di lokasi terlihat, di sekitar patahan itu telah berdiri banyak perumahan dan vila mewah. Kawasan Observatorium Bosscha yang menjadi warisan astronomi dunia juga dilintasi patahan ini. Jika patahan sepanjang 22 km ini bergerak sekaligus, gempa yang dihasilkan bisa mencapai 6,7 skala Richter. 

Di luar ancaman patahan tersebut, ada sisi lain yang bisa dinikmati di Gunung batu ini. Yang membuat gunung ini unik adalah bentuknya yang berbeda dengan gunung lain yang biasanya ditutupi oleh tanah dan banyak pepohonan. Keunikan lainnya jika kamu berada di puncak Gunung Batu ini maka kamu akan bisa melihat pemandangan gunung lain seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Parahu, dan Gunung Putri yang berada di utara dan jika kamu melihat ke arah timur maka kamu akan melihat Gunung Bukittunggul & Gunung Palasari.

Gunung Batu ini terletak di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang. Untuk mencapai lokasi ini kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Jalan raya yang besar dan cukup bagus akan menemani perjalanan kamu. Namun saat sampai di jalan desa jalanan akan sedikit menanjak dan kurang mulus, perlu kehati-hatian dalam berkendara saat memasuki pemukiman warga yang jalannya rusak dan bolong-bolong.

Untuk mencapai lokasi ini bila kamu dari arah Kota Bandung adalah dengan melewati terminal Lembang lalu bertolaklah menuju Jalan Maribaya atau Desa Buni Asih karena Gunung Batu ini terletak tak jauh dari sana. Rute ini lebih enak bagi wisatawan yang datang dari arah Subang.

Bisa juga dari arah Dago, dengan mengkuti jalan IR.H.Djuanda sampai ke pertigaan Dago Giri dan Dago Pakar, ambil jalan yang menuju ke Dago Giri. Pengalaman pertama saya ke puncak Gunung Batu, saya di ajak teman saya untuk melewati rute ini. Jalannya bagus kok hanya terus naik, namanya juga menuju puncak. Sepnajang rute Dago Giri menuju Gunung Batu ada 3 tanjakan yang lumayan menyiksa. Beruntung sekarang kondisi aspal sedang bagus, jadi kendaraan bisa lancar menanjak. Beberapa bulan lalu, tanjakan ini masih banyak lobang, jadi agak ngeri misal kendaraan mengerem di tanjakan karena harus bergiliran masuk dengan yang lawan arah. Namun kalian tidak perlu khawatir, ini adalah tanjakan terakhir, beberapa saat lagi akan sampai di Jalan Buniwangi, yang artinya sudah dekat dengan Gunung Batu. Oiya, jika bingung, saat melalui tanjakan ini kalian tinggal lihat sebelah kiri sudah tampak punggung dari Gunung Batu nya.

Setelah melewati tempat yang bernama Keboen Jeroek, akan menemui jalan turunan yang sedikit berbelok kekanan, dari sana akan ada jalan cabang ke arah kiri yang harus menikung patah karena persatuan jalannya berbentuk “Y”. Ambil jalan yang ke kiri, dan jalan ini bernama Jalan Buniwangi. Sekitar 200 meter lagi akan sampai di kaki Gunung Batu.

Setelah mencapai di lokasi dari kaki Gunung Batu ini maka yang harus dilakukan adalah dengan cara hiking dan menanjak sekitar 100 meter menuju puncak. Gunung batu atau Patahan lembang tidak terlalu tinggi, tingginya hanya bekisar 1300 mdpl, pendakian dari jalan Buniwangi menuju puncaknya hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit saja. Sesampainya di kaki gunung, saya agak kebingungan karena tidak ada lahan parkir khusus. Teman saya sarankan untuk terus menaikkan motor saya sampai ke pertengahan bukit.


Sumber :
http://news.viva.co.id/news/read/259602-pakar-gempa-kuak-misteri-patahan-lembang 
https://novajourney.wordpress.com/2015/01/05/bersepeda-ke-gunung-batu-patahan-lembang/ 

TAMAN-TAMAN TEMATIK BANDUNG

Taman di kota Bandung sendiri sebenarnya sudah ada dari sejak lama, meski pun beberapa taman mengalami perubahan akibat pembangunan dan pembenahan, termasuk juga perubahan pada nama taman itu sendiri.

1.      Taman Lansia



Sebelum menjadi Taman Lansia, taman ini dikenal dengan nama Taman Cilaki atau Taman Cisangkuy. Sebutan tersebut tentu saja berhubungan dengan nama jalan yang mengapit taman ini, yaitu Jalan Cilaki dan Jalan Cisangkuy. 


Penyebutan taman Lansia mungkin disebabkan oleh banyaknya lansia yang berolahraga di tempat ini, termasuk juga dengan adanya jalan refleksi, dengan batu-batu kali yang sengaja ditonjolkan sebagai terapi refleksi di telapak kaki.



2.      Taman Pasupati (Taman Jomblo)


Inilah nama taman yang termasuk "fenomenal" di Kota Bandung. Namanya mungkin sedikit menyindir orang yang belum memiliki pasangan. Nama tersebut tercetus karena taman yang lokasinya berada di kolong jembatan Pasupati tersebut terdapat single seat atau bangku yang didesain untuk duduk sendiri. Penamaan taman ini memang sesuai dengan pemanfaatan taman yang kerap digunakan dalam aktivitas berkumpul pemuda dan pemudi Bandung. Taman tersebut banyak didatangi anak-anak muda Bandung untuk sekadar nongkrong atau berfoto-foto. Bagi yang mau berkunjung ke taman ini, lokasinya di jalan Pasupati, samping Balubur Town Square. 



3.      Taman Musik Centrum

Taman Musik berada di Jalan Belitung yang merupakan sebuah ruang publik yang didedikasikan untuk kegiatan musik. Tempat ini kerap dijadikan tempat mengadakan berbagai kegiatan musik oleh para komunitas usik di Bandung. 

Bagi yang mau menggunakan tempat ini dalam sebuah kegiatan, maka bisa langsung menghubungi Dinas Pertamanan Kota Bandung untuk mengatur jadwal penggunaan tempat ini, untuk menghindari bentrok jadwal dengan pengguna lain. hubungi juga aparat setempat untuk menjaga ketertiban demi kelancaran berlangsungnya kegiatan.

Selain dijadikan tempat kegiatan, tentunya warga Bandung pun kerap mengunjungi tempat ini sekedar untuk foto-foto.




4.      Taman Fotografi

Di Bandung, ada sebuah taman yang sengaja digunakan untuk memberikan ruang bagi komunitas fotografi. Taman ini bernama Taman Fotografi. Pada mulanya taman ini bernama Taman Cempaka karena berada di jalan Cempaka, namun kemudian pemerintah kota Bandung mengubah taman ini menjadi Taman Tematik Fotografi. Bandung bisa disebut sebagai sarang komunitas. 

Salah satu komunitas yang ada di Bandung adalah komunitas fotografi. Bahkan, Bandung merupakan rumah untuk komunitas fotografi paling tua di Indonesia. Taman ini sengaja dibuat sebagai sebuah ruang publik bagi mereka pecinta fotografi. Di taman inilah sering kali diadakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan dunia fotografi. Dibangunnya Taman Fotografi ini tentunya sangat disambut baik oleh komunitas-komunitas fotografi, baik itu komunitas kecil maupun komunitas besar.




5.      Taman Pustaka Bunga

Citra Bandung sebagai Kota Kembang semakin mengena setelah munculnya Taman Pustaka Bunga. Taman bunga dulunya bernama Taman Cilaki dan kurang terawat. Namun kini kita bisa menjumpai ribuan bunga dengan aneka jenis menghiasai taman ini. Taman Cilaki awalnya banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon besar peninggalan zaman Belanda. Sekarang ini, taman menjadi lebih tertata rapi dengan adanya bunga dan penataan yang maksimal. Taman ini dimaksudkan menjadi ensiklopedia bunga karena bakal berisi sekitar 100 ribu bunga di tempat ini. Tempat ini dulunya memang kurang tertata. 

Sesuai dengan namanya, sudah barang tentu Taman Pustaka Bunga memiliki banyak jenis bunga yang menarik. Beberapa jenis bunga yang ada di taman ini adalah mawar, puring, bakung, kastuba, bunga kertas, krisan, lidah mertua dan berbagai jenis anggerk. Beberapa anggrek langka ditemukan di tempat ini. Anggrek-anggrek ini ditempelkan di pohon-pohon besar yang ada di taman ini. Beberapa jenis anggrek yang ada di taman ini adalah Phalaenopsis Gigantea, Phalaenopsis Bellina, Paphiopedillum Victoria, Paphiopedillum Reginae, dan Dendrobium Glomeratum.

Dengan kerapian taman ini diharapkan warga menjadi sering berkunjung ke taman ini dan diharapkan agar makna Bandung sebagai Kota Kembang menggaung lagi.



6.      Taman Film Bandung

Taman Film Bandung merupakan taman terbaru yang dibangun berlokasi di bawah jembatan Pasupati Bandung yang menjadi sarana komunitas para sineas kota Bandung. Taman yang dilengkapi layar raksasa ini diperuntukan bagi para sineas kota Bandung yang ingin mempromosikan karya-karya nya agar bisa bersentuhan langsung dengan para pengamat, penggemar film di kota Bandung. Taman ini juga ditujukan sebagai ajakan kepada para sineas nasional agar tidak segan membuat film dengan latar belakang/setting kota  Bandung
Taman ini berada sebelah barat Taman Pasupati Bandung. tinggal jalan kaki saja sedikit dari taman Jomblo ke arah barat. Lokasinya berada di bawah Taman Skateboard, sebelum Lapangan Futsal. Desainnya dibuat oleh perusahaan konsultan arsitek SHAU yang berkantor di Jakarta. Dibangun di kolong Jembatan Pasupati dengan luas mencapai 700 meter persegi.

Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung Arief Prasetya, taman ini dibentuk menjadi bangunan amphiteater dengan fondasi tempat duduk yang berkelok-kelok. Di depan amphiteater, dibangun megatron yang nantinya akan menjadi tempat pemutaran film. Kapasitasnya sendiri bisa mencapai 500 orang.


7.      Taman Balai Kota

Balai Kota pun semakin cantik dengan pembenahan Taman balai Kota yang semakin indah dan nyaman untuk dikunjungi. Taman Balai Kota Bandung terletak di dalam kompleks Balai Kota Bandung, berada di antara dua jalan protokol di ibu kota Jawa Barat, yaitu jalan Merdeka dan jalan Wastukencana. 

Pintu masuk utamanya terletak di jalan Wastukencana. Rerimbunan pepohonan dilengkapi dengan tempat duduk dari bebatuan akan memberi keleluasaan pada anda untuk bercanda bersama keluarga. Taman ini sering digunakan oleh Penduduk Bandung sebagai salah satu sarana untuk menikmati keindahan kotanya. 

Begitu juga bagi anda yang selesai menikmati kunjungan anda ke berbagai tempat shopping di Bandung, tempat ini pun bisa anda gunakan untuk sekedar melepaskan sedikit rasa lelah.

Patung-patung hiasan menambah nilai seni bagi taman ini. warga bandung pun banyak yang datang untuk berfoto-foto sambil melepas lelah. Beberapa monumen terdapat di dalam pekarangan taman ini.



Monumen Dewi Sartika
Di taman ini ada sebuah patung yang sengaja dibangun untuk mengenang kepahlawanan Dewi Sartika.

Patung Badak Putih
Ada juga patung badak sebagai simbol yang menurut legenda di Bandung banyak ditemui binatang khas Jawa Barat, yaitu Badak Putih.


Patung Sepasang Merpati
Patung sepasang merpati, sebagai peringatan dilepaskannya sebanyak 800 ekor merpati yang menghiasi taman tersebut.

Gembok Cinta
Gembok cinta, sebuah konstruksi besi dan kawat ram berbentuk prisma berukuran 2,5 meter persegi dan tinggi sekira 2 meter. Di atas bangunan tersebut, terpampang huruf berwarna merah yang dirangkai menjadi kata 'LOVE'.


8.      Taman Vanda

Taman Vanda yang berada di Jalan Merdeka akan diambil alih pemeliharaanya oleh Bank Indonesia (BI) Jabar-Banten. Selain itu taman ini juga akan diubah menjadi Taman Tematik Uang. Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (13/1/2014). "Ini terkait dengan rencana memperbanyak ruang publik. Dulu di sana hanya belokan tanpa taman. Sekarang, pemeliharaan dan pengadaan taman pun dilakukan oleh BI," kata pria yang akrab disapa Emil ini.
Taman Vanda ini berbentuk segitiga. Di bagian sekelilingnya ditembok, sementara bagian tengah ditanami sejumlah tanaman hias dan kolam air mancur.


9.      Taman Tongkeng


Lagi, Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil menambah koleksi taman di kota Bandung. Kali ini ia membuat “ulah” dengan membuat taman bacaan masyarakat yang dinamakan Taman Tongkeng. Dinamakan taman Tongkeng karena letakkan berada di jalan Tongkeng Bandung. 
Taman bacaan ini merupakan wadah untuk warga Bandung khususnya anak-anak Bandung yang gemar membaca, di taman ini juga disediakan perpustakaan yang penuhi dengan berbagai jenis buku disamping itu juga ada taman bermain untuk anak. Taman ini merupakan salah satu project dari pemerintah kota Bandung untuk menwujudkan ”Satu taman Satu komunitas”.




10.  Taman Cibeunying

Salah satu taman zaman Walanda yang masih tersisa di Bandung adalah Taman Cibeunying atau nama kerennya Cibeunying Park. Zaman Kompeni disebut dengan Tjibeunjing Plantsoen. Meski bernama taman, fungsinya bukan benar-benar taman, tapi hutan kota yang penanamannya tidak teratur sebagai bagian dari jalur hijau yang memanjang dari Taman Cilaki ke Taman Bengawan.

Taman Cibeunying diubah menjadi bursa tanaman hias sekitar tahun 1980-an oleh Walikota Bandung kala itu Ateng Wahyudi. Rimbunnya pepohonan Tjibeunjing Plantsoen berganti menjadi kios-kios tanaman yang menyuguhkan tanaman dalam ragam jenis dan warna. Cibeunying Park ini ternyata juga sering digunakan untuk ajang kumpul beberapa komunitas, diantaranya ada komunitas bahasa yang sering kumpul untuk latihan conversation bersama di sini. Di taman ini terdapat sebuah bike shelter, kita bisa menyewa sepeda untuk berkeliling di sekitar taman. Ada juga track tanah untuk jalan mengelilingi taman dan track berbatu di bagian belakang taman. Sebuah gazebo yang cukup besar terletak di tengah taman dan ada pula beberapa tempat duduk di sekitar taman.


11.  Taman Hewan

Kembali Bapak Walikota Bandung Ridwan kamil memperbungah warganya engan membuat taman tematik bagi yang memiliki hewan peliharaan. taman ini dinamai degan Taman Hewan atau Pet Park. Keberadaan taman ini dibuat agar masyarakat yang membawa hewan peliharaan, tidak membaur di taman tematik lain khususnya taman yang diperuntukkan bagi kepentingan manusia. Taman ini khusus masyarakat yang bawa hewan peliharaan, kalau di taman lain dikhawatirkan bisa mengganggu pengunjung lain. Hewan yang dibawapun tidak dibatasi, asalkan tidak saling serang dengan hewa peliharaan pemilik yang lain. Taman Hewan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ada seperti fasilitas jogging, ketangkasan hewan, sangkar yang sengaja dibuat mirip di alam aslinya.  Taman ini berlokasi di jalan Cilaki. jika datang dari arah Jalan Bengawan, lurus saja sampai berjumpa dengan taman ini.


12.  Taman Maluku

Dahulu taman ini bernama MolukkenPark, sebuah taman warisan kolonial Belanda yang dibangun pada awal tahun 1919. Taman Maluku sendiri adalah salah satu dari beberapa taman di kota Bandung yang di aliri oleh kanal sungai Cikapayang, sebuah kanal legendaris yang dibangun pada masa bupati Martanegara yang membelokkan aliran sungai Cikapundung khusus untuk mengairi beberapa taman tadi, hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Bandung dahulu memang pernah sengaja dirancang sebagai kota taman.



Di bagian depan taman Maluku ini, berdiri sebuah patung wujud dari seorang pastor Belanda yang hidup pada zaman Belanda dulu. Ia adalah Pastor H.C. Verbraak (1835-1918). Patung ini didirikan pada tahun 1922 sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa sang pastor, patung ini berdiri persis menghadap jalan seram dan sebuah bangunan markas TNI, pastor Verbraak sendiri adalah seorang imam para tentara Belanda yang dahulu sempat bertugas dalam Perang Aceh (1845-1907) konon ia sangat disegani pada masanya ketika itu.


Itulah beberapa taman-taman yang ada di Bandung. kewajiban kita sebagai warga Bandung adalah menjaga agar taman-taman di bandung tetap bersih, tetap indah dan tetap nyaman.


Sumber :
http://www.101jakfm.com/details/3533/taman-taman-unik-di-bandung-ah-adem-
http://www.wisatabdg.com/2014/09/inilah-taman-tematik-di-kota-bandung.html
http://targetabloid.co.id/berita/7040-pet-park-untuk-hewan-kesayangan-masyarakat-bandung
http://news.detik.com/bandung/read/2014/01/13/173756/2466549/486/taman-vanda-di-jalan-merdeka-akan-jadi-taman-tematik-uang?nd772204btr
https://yogiadhi.wordpress.com/2013/11/28/romantisme-taman-maluku-dan-patung-pastor/