Friday, February 19, 2016

Book Review : Harry Potter And The Half Blood Prince

Judul Buku: Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
Diterjemahkan dari : Harry Potter And The Half Blood Prince
Penulis : J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Tebal : 816 halaman
Cetakan: Pertama, Januari 2006
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979-22-1762-2

Cornelius Fudge tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri sihir setelah pengunduran dirinya karena tuntutan dari komunitas sihir atas kinerjanya dalam penanganan masalah Voldemort dan digantikan oleh Rufus Scrimgeour sebagai perdana menteri sihir yang baru. Kejadian-kejadian yang dinilai sangat janggal terjadi di Britania Inggris akibat ulah para pengikut Voldemort.
Di lain tempat, Narcisa dan Bellatrix mendatangi Snape di Spinner’s End. Snape melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa, yang tidak lain adalah suami dari Lucius Malfoy. Dalam sumpahnya, Snape menyanggupi dirinya untuk membantu Draco, melindungi Draco, dan menyelesaikan tugas Draco andaiakan Draco tidak bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Voldemort. Sikap Draco yang menjadi tidak seperti biasanya, membuat Harry menaruh curiga padanya, dengan meyangka Draco telah menjadi pelahap maut dan mencoba memantau segala gerak-geriknya.
Tahun keenam Harry di Hogwarts dimulai. Dumbledore mengumumkan perubahan posisi pengajar. Severus Snape mengisi posisi guru pertahanan terhadap sihir hitam, dan guru ramuan diisi oleh sahabat lama Dumbledore, yaitu Horace Slughorn. Harry tak pernah menadapat nilai bagus dalam pelajaran ramuan selama diajari oleh Snape, namun sekarang merupakan kesempatan bagi Harry untuk mendapat nilai bagus dalam pelajaran Ramuan setelah Snape tergantikan. Di kelas Slughorn, Harry menjadi siswa paling pintar dalam hal ramuan karena membaca buku milik Pangeran Berdarah Campuran.
Harry berpetualang melalui pensive Dumbledore melihat masa lalu Voldemort. Bagi Dumbledore, Harry perlu tahu siapa Voldemort, dari mana ia berasal, dan bagaimana ia bisa menjadi penyihir yang jahat dan berambisi membunuhnya. Prof. Slughorn ternyata yang memberikan informasi tentang Horcrux. Beberapa Horcrux yang dihancurkan, salah satunya cincin Dumbledore dan Bbuku harian Tom Ridle. Harry pun terlibat dalam pencarian sisa Horcrux, meninggalkan Hogwarts bersama Dumbledore dan menemukan Horcrux yang ternyata palsu dan disembunyikan oleh orang berinisial R.A.B. Hogwarts diserang oleh Pelahap Maut. Orde Phoenix pun tak tinggal diam dan datang untuk menyelamatkan Hogwarts dibantu dengan para Laskar Dumbledore. Harry pun kembali harus kehilangan orang yang disayanginya sekaligus panutan bagi dirinya. Dumbledore terbunuh dihadapannya.
Novel keenam ini tampaknya semakin serius. Keadaan yang mulai kacau akibat ulah Voldemort dan Hogwarts yang sudah mulai tidak aman karena Pelahap Maut sudah bisa menembus pertahanan Hogwarts. J.K. Rowling berhasil membuat pembaca menebak-nebak ceritanya. Penyelidikan Harry terhadap Draco, pencarian identitas Pangeran Berdarah Campuran, dan tentunya dengan akhir yang menyedihkan.

Harry Potter merupakan novel fiksi terbaik menurut saya. Novel yang dapat merangsang daya imajinasi pembaca. Pembaca akan memiliki imajinasi liar masing-masing saat membaca. Bahasa yang ringan dan mudah dipahami alur ceritanya. Namun begitu banyak istilah-istilah yang digunakan Rowling, seperti nama-nama tempat, mantra-mantra sihir, ramuan-ramuan, dan istilah sihir lainnya yang asing bagi pembaca jika tidak memulai novel ini dari seri pertama.

Book Review : Harry Potter And The Deathly Hallows

Judul Buku: Harry Potter dan Relikui Kematian
Diterjemahkan dari : Harry Potter And The Deathly Hallows
Penulis : J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Tebal : 1008 halaman
Cetakan: Pertama, Januari 2008
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-3349-0

Perlindungan yang ada di rumah Dursley akan menghilang karena sebentar lagi Harry berusia 17. Voldemort sudah merencanakan untuk melakukan penyerangan terhadap Harry. Untuk mengantisipasi hal itu, Orde Phoenix memindahkan Harry dari Privet Drive. Membuat duplikat 7 Harry dalam pemindahan tersebut. Namun ternyata Voldemort mengetahui rencana pemindahan Harry dan menyerang Orde Phoenix dalam perjalanan. Harry berhasil lolos dan sampai ke The Burrow meski Hedwig, burung hantunya mati dibunuh dan juga Mad Eye Moody juga tewas di tangan pelahap maut.
Albus Dumbledore meninggalkan beberapa benda untuk Harry, Ron dan Hermione. Benda warisan tersebut diberikan dengan harapan dapat membantu mereka dalam menemukan Horcrux. Tanpa sengaja pencarian Horcrux menggiring Harry pada cerita sihir legendaris ‘The Deathly Hallows,’ Xenophilius Lovegood yang merupakan ayah dari Luna Lovegood, menyatakan bahwa The Deathly Hallows terdiri dari 3 benda sakti dan legendaris yaitu Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Sorcerer Stone), dan Jubah Gaib. Ketiga benda itu diyakini dapat menaklukan kematian. Siapa pun yang memiliki ketiga barang itu maka ia akan menjadi yang tak terkalahkan.
Satu persatu Horcrux ditemukan dan dhancurkan. Pikiran Harry dan Voldemort yang terhubung,sangat membantu Harry dalam menemukan dimana Horcrux itu disembunyikan. Voldemort pun merasakan jiwanya melemah karena beberapa Horcruxnya telah hancur. Hingga pertemuan Harry dan Voldemort pun tak terhindarkan lagi di hutan terlarang. Pertarungan dihutan terlarang dimenangkan oleh oldemort dan ia berhasil mengenai Harry dengan utukan Aveda Kedavra. Voldemort mengira ia telah berhasil membunuh Harry dengan tangannya sendiri namun Harry tidak terbunuh, karena yang terbunuh merupakan jiwa Voldemort yang terdapat dalam diri Harry. Jasad Harry di bawa ke Hogwarts untuk diperlihatkan sebagai bukti kemenangan Voldmort. Namun di Hogwarts, Harry bangkit lagi dan membuat Voldemort murka. Ia kembali bertarung dengan Voldemort dan memenangkan  pertarungan yang berat itu.
Akibat dari peristiwa itu, Harry banyak kehilangan orang-orang tercintanya. Lupin, Tonks, dan George Weasley. Yang paling disayangkan adalah kematian Severus Snape. Setelah ia mengetahui rahasia Snape dan Dumbledore, Snape guru yang paling dia benci itu kini menjadi seseorang paling berani yang pernah ada. Snape tewas sebelum Harry berterima kasih kepadanya.
Buku seri terakhir ini memiliki alur cerita yang menarik dengan akhir yang jelas dan bahagia. Dalam buku terakhir ini terdapat jawaban dari semuanya, jawaban yang menjelaskan masa lalu Harry, menjelaskan masa lalu Lily dan Petunia, alasan kenapa Harry menjadi perhatian Dumbledore, menjawab semua kenapa Snape terlihat begitu benci kepada Harry, jawaban kenapa Harry begitu kagum dengan keberanias Snape.

Kekurangan buku ini, seperti sudah saya tulis di resensi buku seri sebelumnya, pembaca harus membaca seri sebelumnya karena banyak tokoh dan istilah sihir serta tempat-tempat yang tidak akan paham jika langsung membaca hanya buku terakhirnya. Yang paling penting, karena buku 1-7 terdapat kesinambungan cerita.

Book Review : Madre

Judul Buku: Madre
Penulis : Dee
Terbit Pertama : 2011
Tebal : 94 halaman
Cetakan : Maret 2013
Penerbit : Bentang
ISBN : 978-602-7888-24-1

Kisah seorang bernama Tansen Roy Wuisan, dia yang sebenarnya cucu dari Tan Sie Gie, namun sama sekali idak mengenal siapa Tan Sie Gie. Setelah dia menghadiri pemakaman seseorang yang sama sekali tak ia kenal itu, tapi mengapa namanya ada dalam ahli waris orang itu. Warisan yang diterimanya hanya sebuah amplop berisi kunci dan sebuah alamat sebuah toko yang sudah lama tak beroperasi. Di sana dia bertemu dengan Pak Hadi, lelaki tua yang mendiami tempat itu.
Diceritakan bahwa ternyata Tansen adalah cucu dari Tan Sie Gie alias pewaris dari toko roti Tan de Bakker. Tan Sie Gie mewariskan Madre pada dirinya agar dia merawat Madre dengan baik. Madre, adonan biang roti yang lahir pada tahun 1941, dan terbuat dari tepung, air, fungi Saccharomyses exiguus dan bakteri. Namun, Pak Hadi membicarakan Madre seolah Madre adalah manusia yang perlu di rawat dengan baik. Tansen pun diajari membuat roti menggunakan Madre oleh Pak Hadi dan mencatat apa yang Tasnen alami dalam blognya. Hingga ada pembaca yang tertarik dengan Madre, bernama Meilan Tanudwidjaja seorang wanita yang juga masih keturunan tionghoa dan juga pengusaha roti.
Kisah baru pun dimulai. Kisah antara Tansen, Pak Hadi dan keluarga Tan de Bakker, dan seorang gadis bernama Mei berjuang menghidupkan kembali apa yang selama ini mati suri. Menghidupkan kembali Madre. Membangkitkan kejayaan Madre. Gabungan antara sejarah, perjuangan, dan cinta bersatu dalam cerita ini seperti sebuah adonan roti. Semua berawal dari Madre untuk kejayaan Madre.
Kelebihan buku ini, adalah penulis mampu menggiring rasa ingin tahu pembaca dengan judul buku ini sendiri. Melihat cover buku ini dan membaca judulnya “Madre” akan membuat orang bertanya, apa Madre itu. Dari segi penyampaian alur cerita, menggunakan bahasa yang kmunikatif, tidak baku, dan mudah dipahami. Konflik yang sederhana namun pembaca dapat menangkap makna dan manfaat dalam penyelesaian konflik tersebut. Kekurangannya, bagi saya cerita ini terlalu singkat sehingga penyelesaian dalam konflik yang ada pun hanya secara sederhana.
Madre ini sudah diangkat menjadi sebuah film yang diperankan oleh Vino G. Bastian dan Didi Petet. Bagi orang yang sudah melihatnya di film, pasti tau dengan cerita ini. Namun tentu tak selalu sama antara apa yang ada di buku dan di film. Terdapat beberapa perbedaan antara film dan novel. Misalnya perbedaannya pada setting tempat. Dalam novel, setting tempat pemakaman Tionghoa dan toko roti Tan de Bakker adalah Jakarta, namun di film mengambil setting pemakaman di Makam Pandu dan gedung tua di Jl. Braga, Bandung. Sosok pak Hadi dalam novel adalah seorang lelaki dengan logat Jawa, namun dalam film pak Hadi justru kental dengan logat Sunda.


Book Review : The Child Thief

Judul Buku: Si Pencuri Anak
Diterjemahkan dari : The Child Thief
Penulis : Brom
Terbit Pertama : 2009
Penerjemah: Tanti Lesmana
Tebal : 936 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, Oktober 2012
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8944-2

Mengisahkan seorang anak bernama Peter yang memiliki masa lalu yang menyedihkan. Dilahirkan dari hubungan antara manusia dan roh penghuni hutan. Terusir, tak ada tempat untuk dituju, dan sendirian. Peter diselamatkan oleh Lady Modron saat ia nyaris tewas oleh Ginny Greenteeth. Peter pun menjadi abdi Avalon, negeri di mana Lady Modron berada sekaligus tempat tinggal Peter yang pada saat itu sedang diambang kehancuran.
Setelah Avalon ditinggalkan oleh Avallach sebagai pimpinan pasukan melawan para pemakan daging, posisinya digantikan oleh Yang Bertanduk, anak laki-lakinya. Sayang, dia terbunuh. Seharusnya posisi yang bertanduk digantikan oleh puranya, Ulfger. Namun ia menolak dan memimpin pertempuran. Dan malam menjadikan Lady Modron yang sekarat sebagai tawanannya.
Avalon sedang berada dalam kondisi sekarat. Penyebabnya kondisi sekarat Avalon adalah ulah dari Para Pemakan Daging (Flesh Eaters), musuh besar penghuni Avalon, kelompk manusia yang secara tidak sengaja terdampar di Avalon lalu melakukan pembakaran hutan untuk menyingkirkan para penghuni Avalon. Lady Modron tidak ingin penghuni Avalon punah, maka ia melepaskan kabut untuk melindungi penghuni Avalon yang juga menyebabkan efek sihir tidak bertambahnya usia penghuni pulau itu.
Judul Si Pencuri Anak ini ditujukan kepada tokoh utama dari buku ini, Peter. Peter membentuk kelompok untuk melawan para pemakan daging dengan mencuri anak-anak seusianya dari dunia manusia dan di bawa ke Avalon. Ia pun memiliki wilayah sendiri yang di Hutan Iblis, tempat di mana ia membangun klan Iblis, melatih anak-anak yang ia bawa dari dunia manusia dan membentuk benteng perlindungan. Dengan klan Iblis yang dibuntuknya, ia berharap dapat mengusir para Pemakan Daging dan menyelamatkan Avalon meski itu tidaklah mudah.
Novel setebal 936 halaman ini ditulis dengan cerdas oleh Brom. Ia terinspirasi dari kisah Peterpan dengan Neverland-nya. Penulis juga menggambarkan Avalon begitu jelas disertai sejarahnya yang mengesankan pembaca. Namun Brom dalam novel ini menggambarkan sisi gelap dari Peterpan. Brom menuturkan alur cerita yang menarik serta begtu detail konflik juga penyelesaiannya dalam novel ini. Pembaca terbawa masuk ke dalam negeri yang kelam, Avalon dengan petualangan yang berdarah-darah, makhluk yang buas dan tak memiliki belas kasihan, dan peperangan yang berujung kematian. Menarik dan wajib menjadi koleksi bacaan bagi pembaca yang menyukai novel dark fantasy apalagi yang ingin mengetahui sisi kelam dari kisah Peterpan.

Kekuragan dari novel ini, mungkin karena tebal sehingga butuh waktu yang lama menyelesaikannya. Tokoh yang tidak sedikit juga membuat pembaca harus mengingat kembali kemunculan tokoh tersebut di bab-bab sebelumnya. Alur maju mundur di beberapa ratus halaman pertama menjadikan beberapa bagian cerita yang agak membosankan, tapi tidak mungkin dilewatkan. Novel ini juga tidak dapat dibaca oleh sembarang orang. Bagi orang dewasa mungkin tidak masalah tapi bagi anak-anak sangat tidak dianjurkan untuk membaca novel ini karena meski tidak ada adegan vulgar, tapi didalamnya penuh unsur kekerasan dan kekejaman yang tidak baik untuk disimak oleh anak-anak.

Book Review : Dracula

Judul Buku: Dracula
Diterjemahkan dari : Dracula
Penulis : Bram Stoker
Terbit Pertama : 1897
Penerjemah: Cholis Nur
Tebal : 468 halaman
Terbit di Indonesia : Cetakan pertama, 2012
Penerbit : Mediakita
ISBN : 979-794-372-0

Dracula menjadi sosok horror yang terkenal di seluruh dunia dengan penampakan makhluk penghisap darah. Berbagai buku dan film yang telah mengisahkan tentang Dracula. Taring yang tajam menjadi senjata yang siap mencari korban untuk dihisap darahnya dan meninggalkan bekas dua lubang pada korbannya. Bram Stoker lah yang pertama membuat Dracula menjadi sosok horor terkenal. Dia menulis novel dengan judul Dracula yang ditulis pada tahun 1897 dengan genre Gothic Horror.
Kisah ini diawali dengan Jonathan Harker, seorang pengacara yang diberi tugas mengunjungi Count Dracula di purinya di Transylvania untuk membantu mengurus pembelian beberapa rumah di London. Jonathan membantu memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Dalam catatanya digambarkan bahwa Count Dracula adalah sosok pria yang dingin, kejam, bengis yang pernah ditemuinya. Keanehan demi keanehan Jonathan rasakan selama ia tinggal di puri Count Dracula mulai dari ketdaksukaannya dengan cermin, Count juga tidak pernah terlihat makan, tak pernah dilihat pada siang hari sehingga menyebabkan ketidaknyamanan Jonathan tinggal di sana. ia hampir-hampir mati oleh 3 wanita yang sama bengisnya dengan Count Dracula. Beruntung ia selamat dari cengrkaman ketiga wanita itu. Suatu saat Jonathan memasuki sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak peti. Ternyata di salah satu peti itu ia menemukan Count Dracula yang sedang tenang berbaring. Sadar bahwa Jonathan terperangkap dalam puri Count Dracula, ia mencoba kabur dan akhirnya ia berhasil lolos. meski akhirnya Jonathan berhasil meloloskan diri, jiwanya terguncang dan harus dirawat untuk beberapa waktu di Budapest. dan kembali ke Inggris dan menikah dengan Mina Murray.
Setelah Count Dracula menyelesaikan urusannya dengan Jonathan Harker, ia akhirnya berhasil pergi ke Inggris dengan menumpang sebuah kapal Russia dan membawa beberapa peti mati. Dalam kapal tersebut terdapat keanehan dengan tak satupun awak kapal yang selamat.. Seekor anjing terlihat melompat ke darat dan mengarah ke sebuah pemakaman ketika kapal itu akhirnya terdampar di pantai Wiltby Inggris. Awak kapal yang ditemukan hanya mayat nahkoda kapal yang terikat pada kemudi kapal. Kedatangan Count membawa bencana di Inggris.
Tak lama setelah itu sesuatu menimpa sahabat dekat Mina Murray, Lucy Westerna. Lucy memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan. Suatu malam, Mina Mina tidak menemukan Lucy di tempat tidurnya. Mina menemukan Lucy dengan keadaan lemas di luar rumahnya. Belakangan diketahui bahwa ia adalah korban makhluk penghisap darah. Setelah peristiwa tersebut semakin hari kesehatan Lucy memburuk, menandakan virus Count Dracula mulai menyebar di tubuhnya. Dr. Seward kerabat dari tunangan Lucy, Arthur Holmwood memeriksa kondisi Lucy dan tidak menemukan tanda-tanda penyakit dalam diri Lucy, sehingga ia mengundang Profesor Abraham Van Helsing untuk menangani Lucy meski akhirnya Lusy meninggal dan menjelma menjadi sosok vampire wanita. Bagi mereka yang mati karena menjadi korban makhluk penghisap darah, maka mereka akan berubah jadi mayat penghisap darah dan memburu manusia yang lainnya. Untuk menghentikan vampire Lucy untuk selama-lamanya, akhirnya kepala Lucy dipenggal dan jantungnya dtusuk dengan pasak kayu.
Jonathan Harker melakukan penyelidikan tentang Count Dracula yang melakukan penyebaran peti di Inggris. Count Dracula mendatangi Mina. Ia ingin Mina menjadi pasangan hidupnya dengan cara memaksa Mina agar mau meminum darah Count. Setelah kejadian itu, Mina mengalami sebuah keanehan yang membuat ia beisa mengetahui keberadaan Count. Jonathan Harker dan Mina Harker bertekad untuk memuskahkan Count Dracula untuk selama-lamanya. Dengan bantuan dari Van Helsing, Dr John Seward, Mr Holmwood yang telah bergelar Lord Godalming, dan Quincey Morris menghancurkan peti-peti tempat Count istirahat yang ditempatkan di beberapa rumah yang ia beli. Count akhirnya terpojok dan melarikan diri ke purinya. Harker dan kawan-kawana pun mengejarnya dan terjadilah konfrontasi. Dalam pertarungan melawan Count, Jonathan Harker pun berhasil memenggal kepalanya dan Quincey Morris berhasil menusuk jantung Count, dan Count pun mati.
Di akhir catatan Jonathan harker, diceritakan bahwa ia dan Mina telah hidup bahagia setelah merasakan pahitnya dan sakitnya masa-masa itu. Mereka dikaruniai seorang anak yang diberi nama berdasarkan dari gabungan nama kawan-kawan mereka dan dipanggil dengan sebutan Quincey karena lahir bertepatan dengan hari meninggalnya Quincey Morris.
Hal yang menarik dari novel ini menurut saya adalah cara Bram Stoker menuturkan alur cerita. Novel ini merupakan novel yang sangat terkenal di dunia. Bisa dikatakan bahwa novel ini merupakan cikal bakal dari kisah-kisah dracula dan vampire yang muncul saat ini. Novel ini dituturkan bukan oleh seorang narator seperti novel-nove pada umumnya. Novel ini dituturkan dari jurnal, surat-surat, dan catatan harian yang disusun menurut tanggal penulisan dari para tokoh-tokohnya. Uniknya, smua catatan itu tersusun dan terangkai menjadi sebuah cerita yang menarik. Pembaca akan terbawa dalam suasana mencekam di kota London yang kelam dengan rasa tidak aman akan teror makhluk penghisap darah.

Kekurangan novel ini menurut saya, adalah alurnya yang lamban, sesekali mundur dan terkesan bertele-tele, mungkin karena beberapa kisah yang dituturkan berulang kali oleh orang yang berbeda meski dengan sudut pandang yang berbeda pula. Cara penulisan catatan harian pun dengan gaya yang sama pada tiap tokohnya, padahal cara setiap orang dalam menuangkan tulisan itu tentu berbeda-beda. Namun, dibalik semua kelemahan yang saya ungkapkan, novel ini tetap menjadi bacaan yang menarik. Menjadi rekomendasi bacaan bagi yang suka dengan kisah-kisah petualangan misteri, fantasi dan horor. Novel ini tidak untuk dibaca oleh anak-anak.

Book Review : Filosofi Kopi

Judul Buku: Filosofi Kopi
Penulis : Dee
Terbit Pertama : 2012
Tebal : 142 halaman
Cetakan : ke-14, April 2015
Penerbit : Bentang
ISBN : 978-602-8811-61-3

Kisah kedai kopi yang dikelola oleh Ben dan Jody. Kedai itu diberi nama Filosofi Kopi dengan slogan “Temukan Diri Anda Di Sini”. Para pecinta kopi dari berbagai daerah mendatangi kedai kopi mereka karena inigin merasakan kopi buatan Ben sang barista yang mahir meramu kopi. Ben yang sangat tergila-gila dan cinta pada kopi, yakin bahwa setiap jenis kopi memiliki filosofi masing-masing. Berbagai negara ia datangi untuk mencicipi kopi khas negara-negara yang ia datangi dan mencipakan filosofi untuk setiap jenis kopinya. Kartu filosofi kopi akan didapatkan para pelanggannya setiap pembelian kopi di kedainya itu.
Seorang pria datang ke kedai Ben dan Jody dan menginginkan kopi ternikmat dengan sensasi kesempurnaan. Ben berhasil membuat ramuan kopi yang sempurna itu dan dinamai dengan Ben’s Perfecto. Namun kopi yang dianggapnya sempurna itu hanya dikatakan “lumayan enak” oleh pria itu. Lumayan enak jika dibandingkan kopi yang lebih nikmat yang ia minum di daerang Jawa tengah.
Ben yang tidak percaya ada kopi yang lebih nikmat dari kopi buatannya langsung mendatangi tempat itu bersama Jody. Mereka menemukan tempat itu. Tempat di mana kopi enak itu berada. Mereka pun mencicipi kopi yang dikatakan nikmat tersebut yang dinamai kopi tiwus oleh penjualnya. Ternyata benar kopinya lebih nikmat dari Ben’s Perfecto. Ben merasa putus asa dan memutuskan untuk pensiun sebagai barista. Jody sebagai sahabatnya tak ingin Ben berlarut-larut dalam kekalahannya dan keputus asaannya. Ia pun melakukan hal yang membuat Ben kembali semangat dan kembali mengidupkan Filosofi Kopi.

Buku ini terdapat 18 cerpen dan prosa yang ditulis Dee selama satu dekade (tahun 1995 hingga 2005). Masih termasuk bacaan yang ringan, dan terdapat pesan moral. Namun karena karya Dee ini dikemas dalam bentuk prosa dan puisi, sehingga ada beberapa bagian yang saya kurang fahami maskudnya. Mungkin itu kekurangan buku ini, tidak semua kalangan bisa mudah mengerti setiap cetita yang ada dalam buku Filosofi Kopi ini.

Book Review : Horor Watir

Judul Buku: Horor Watir
Penulis : @infowatir
Terbit Pertama : 2015
Tebal : 302 Halaman
Cetakan : Ke-1, 2015
Penerbit : Rak Buku
ISBN : 602-711-406-1

Buku kocak yang mengisahkan 5 sekawan siswa SMA Harapan Bangsa yaitu Sahrul, Iyus, Acep, Wardi, dan Kosim yang bertemu dan saling kenal saat mulai masuk SMA pada kegiatan ospek dengan karakter dan penampilan khas masing-masing. Cerita horor yang ada di dalam ini tidaklah seperti kisah horor pada umumnya, melainkan horor kocak dengan gaya bahasa campuran Indonesia Sunda yang akan membuat pembaca tertawa terbahak-bahak.
Buku setebal 156 halaman dengan 8 bab yang masing-masing bab menceritakan setiap tokoh sebagai tokoh utama atau subjek utama walaupun keempat kawan yang lainnya juga selalu ada dalam setiap babnya. Semua ceritanya lucu menggelitik, dari muai ketemu hantu berkepala buntung saat ospek, sampai dikeluarkan dari sekolah dan mencari tempat bekerja.
Penulis menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana sehingga membuat pembaca mudah mengerti dan diselipkan bahasa Sunda untuk menambah sensasi lucu dari setiap cerita. Kekurangan dari buku ini adalah dari segi bahasa. Karena bahasa sunda yang digunakan jadi buku ini akan terasa lucu oleh orang-orang yang mengerti bahasa sunda. Bahkan grafis yang disuguhkan menggunakan keterangan tulisan dengan bahasa sunda. Bagi orang sunda, buku ini cocok untuk hibran dikala hati sedang sedih atau galau karena masalah. Saya telah melahap habis semua ceritanya dari awal sampe akhir dan sungguh membuat tertawa sampai perut sakit. Keren.


Book Review : Sherlock Holmes (19 Petualangan Terbaik)

Judul Buku: Sherlock Holmes : 19 Petualangan Terbaik
Diterjemahkan dari : The Best of Sherlock Holmes
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah: Ismanto
Tebal : 668 halaman
Cetakan: ke-3, 2013
Penerbit : Bangkit
ISBN : 978-602-18792-7-6

Kemampuan Sherlock Holmes dalam memecahkan kasus-kasus kriminal internasional sudah tidak diragukan lagi. Ilmu deduksi yang luar biasa dengan kemampuan berfikir yang cerdik dan sulit diterka, dan mengejutkan para pembaca. Detektif karya Sir Arthur Conan Doyle ini menjadi okoh yang meginspirasi banyak cerita-cerita detektif yang muncul di masa sekarang. Terdapat empat seri novel dan kumpulan kasus-kasus. Salah satu buku yang saya baca adalah Best of the Best Sherlock Holmes dengan 19 cerita terbaik kasus Sherlock Holmes.
Buku ini berisi gabungan dari 19 kasus-kasus terbaik yang pernah diselesaikan oleh Holmes, yaitu a Scandal Bohemia, the Red-Headed League, the Five Orange Pips, the Man with the Twisted Lip, the Adventure of Blue Carbuncle, the Adventure of the Spackled Band, dan the Adventure of the Copper Beeches yang diambil dari buku The Adventure of Sherlock Holmes. Silver Blaze, the Musgrave Ritual, the Adventure of the Reigate Squire, the Adventure of the Crocked Man, the Greek Interpreter, dan the Final Problem diambil dari buku The Memoirs of Sherlock Holmes. The Adventure of the Empty House, the Adventure of the Dancing Men, the Adventure of the Soltary Cyclist, the Adventure of the Priory School, the Adventure of Charles Agustus Milverton, dan the Adventure of the Second Stain diambil dari buku The Return of Sherlock Holmes. The Adventure of the Illustrious Client yang diambil dari buku The Case-Book of Sherlock Holmes.

Masih menggunakan sudut pandang Dr. Watson sebagi aku dalam novel ini. Buku ini tidak kalah menariknya dengan 4 novel utamanya, alur certa yang lebih singkat karena ini merupaka kumpulan cerita pendek namun tetap dengan pengungkapan yang detail khas Sherlock Holmes. Novel ini dapat dibaca dalam waktu senggang karena satu cerita hanya beberapa lembar, jadi untuk melanjutkannya tidak perlu terburu-buru. Susunan ceritanya pun diurutkan sesuai dengan tahun Sir Arthur menulis kasus-kasus ini. Ada hal yang saya anggap sebagai kekurangan novel ini. Terlalu banyak teka-teki, akan membuat pembaca yang belum terbiasa dengan Holmes kebingungan. Terlepas dari kekurangan itu, novel ini sebuah karya yang menarik untuk dibaca.