Showing posts with label Tempat Mitos. Show all posts
Showing posts with label Tempat Mitos. Show all posts

Saturday, September 10, 2016

CAMELOT

Camelot adalah benteng yang paling terkenal dan pengadilan yang terkait dengan legendaris King Arthur. Absen di awal materi Arthur, Camelot pertama kali muncul di Perancis abad ke-12 roman dan akhirnya datang ke digambarkan sebagai ibukota yang fantastis Arthur wilayah dan sebuah simbol dari dunia Arthur menakjubkan. Cerita menemukan suatu tempat di Britania dan kadang-kadang menghubungkannya dengan kota-kota nyata, walaupun lebih biasanya lokasi yang tepat tidak diungkapkan. Kebanyakan sarjana menganggap itu sebagai fiksi sepenuhnya, dengan geografi yang sempurna untuk para penulis roman; Arthur J. Lacy Norris cendekiawan berkomentar bahwa "Camelot, terletak tidak ada tempat khususnya, dapat di mana saja". Meskipun demikian argumen mengenai lokasi " nyata Camelot "telah terjadi sejak abad ke-15 dan terus marah hari ini dalam karya-karya populer dan untuk tujuan pariwisata.

Dalam legenda Inggris, Camelot adalah ibu kota kerajaan Raja Arthur. Cadbury Castle, Somerset, sebuah Besi terisolasi Umur benteng bukit, adalah situs yang paling sering diidentikkan dengan Camelot. Bukti arkeologis menegaskan bahwa selama abad ke-6 benteng ini ditempati oleh seorang kepala suku pejuang yang kuat Inggris. Namun, uang muka situs cerita rakyat lokal alternatif di Camelford di Cornwall dan Winchester di Hampshire sebagai Camelot asli. Tidak peduli seberapa legenda disajikan - seperti yang telah berkali-kali melalui film dan buku - nama selalu memunculkan penglihatan ksatria dan sihir, dan petualangan asmara. Memang King Arthur, Guinevere, Merlin, Lancelot, Camelot dan Excalibur adalah nama berakar pada tradisi Inggris dan budaya. Raja Arthur adalah salah satu tokoh terbesar dalam cerita rakyat Inggris. Menurut legenda ia tinggal di akhir abad ke-6 5 dan awal pada saat Inggris adalah tempat final berdarah perjuangan untuk dominasi antara Celtic Romano-Inggris dan para penyerbu Saxon. Ia dianggap telah menjadi pemimpin dalam membela tanah air selatan-barat.Menelusuri sejarah Arthur dari kesamaan namanya saja bisa menimbulkan kesulitan tersendiri. Maklumlah, saat itu di daratan Britania banyak raja yang namanya mirip-mirip dengan nama Arthur. Ambil contoh saja Raja Arthwys dari Pennine, Raja Arthwyr dari Dyfed, Raja Anwn dari Glamorgan dan Raja Artwys dari Glywyssing dan Gwent. Mungkin salah satu diantara nama-nama itu adalah Arthur yang asli. Tetapi mungkin juga tidak ada satu pun yang merupakan Arthur yang sesungguhnya.

Bila Arthur memang benar-benar ada, bagaimana dan di mana peninggalannya? Banyak reruntuhan yang disebut-sebut sebagai peninggalan masa Arthur. Arthur selalu dihubungkan dengan berbagai tempat di Inggris bagian Selatan. Berbagai lokasi seperti benteng Tintagel, Cadbury, Glastonbury dan hingga Stonehenge dianggap sebagai peninggalan Raja Arthur. Sayangnya bukti-bukti sejarah tidak mendukung teori ini. Lantas di mana Camelot yang sebenarnya? Kalau ditilik dari sejarah masa itu, mungkin saja Camelot bukanlah nama sebuah negara atau kota seperti yang diyakini sebagian besar orang saat ini. Mengingat orang-orang Arthur adalah bangsa pengembara yang selalu berpindah-pindah, Camelot bisa saja merupakan kelompok karavan masyarakat nomaden ini atau bahkan mungkin nama sebuah kelompok masyarakat.


Sumber :
http://koensetyawan.blogspot.sg/2006/08/raja-arthur-yang-sebenarnya.html
http://666rza.blogspot.sg/2010/12/apakah-aing-arthur-ada.html

http://makantudosa.blogspot.sg/2010/11/10-daftar-tempat-fiktif-terhot-dunia.html

LYONESSE

sumber: goodreads.com
Lyonesse merupakan sebuah negara yang terletak di dekat Cornwall. Tempat ini juga merupakan tempat King Arthur berperang untuk terakhir kalinya. Lyonesse kabarnya adalah rumah bagi Sir Tristan, salah satu ksatria meja bundar raja Arthur. Menurut legenda, Lyonesse terletak di dekat Cornwall meskipun lokasi tepatnya tidak pernah dijelaskan secara spesifik. Lord Tennyson menceritakan bahwa Lyonesse adalah tempat peperangan terakhir raja Arthur dan ia terluka parah dalam peperangan tersebut. Legenda tenggelamnya Lyonnese ada dalam mitologi Cornish dan Breton, jadi cerita ini menggambarkan bahwa contoh luar biasa tentang tradisi cerita legenda lisan sepanjang sejarah. Beberapa orang berpendapat bahwa cerita ini berakar dari kisah banjir besar di Pulau Sisilia dan Mount’s Bay dekat Penzance.

Dikatakan bahwa lahan subur setelah menghubungkan Kepulauan Scilly dengan Western Cornwall. Orang-orang Silures dihuni ini tanah yang disebut Lyonesse. Mereka dikenal karena kerajinan mereka dan devoutness, dengan lebih dari seratus empat puluh gereja berada di wilayah tersebut. Saxon Chronicle menyatakan Lyonesse hancur pada November 11, 1099 oleh banjir besar di kepulauan Sicily dan Mount’s Bay, dimana hingga sekarang kita masih bisa melihat fosil-fosil dari hutan purba., dan kota itu ditelan oleh lautan. Untuk mendukung mitologi tersebut, banyak sisa-sisa bangunan batu kuno, termasuk struktur megalitik, dapat dilihat di bawah air. Ada pulau-pulau sekitar lima puluh dalam kelompok Scilly, walaupun hanya empat dihuni. Mereka juga telah diidentifikasi sebagai Kepulauan Timah yang dikenal oleh orang Yunani. Geologis mereka dibuat dari granit yang mirip dengan yang Cornwall. Legenda hari ini mengatakan bahwa lonceng gereja cincin ketika laut mendapat badai dan beberapa warga telah melaporkan melihat kubah, menara, menara, dan benteng bawah laut. Tempat itu juga rumah Tristan dalam cerita epik dari Tristan dan Iseult.

Sumber :

AVALON

sumber : merlin.wikia.com
Avalon adalah sebuah tempat kemana Raja Arthur dibawa setelah ia mendapatkan luka yang mematikan dalam peperangan. Meskipun dianggap sebagai mitos semata, ada beberapa situs yang dipertimbangkan sebagai Avalon. Avalon diceritakan menjadi tempat terakhir yang King Arthur tempati sebelum dia meninggal.avalon juga merupakan tempat di mana pedang King Arthur (Excalibur) telah dibuat. Dalam Avalon, Anda dapat mendapatkan apel terbaik di dunia.

Menurut legenda, pulau ini adalah tempat pedang Excalibur milik raja Arthur ditempa dan tempat ketika Arthur dibawa untuk penyembuhan setelah perang Camlann. Dalam legenda Wales, Cornish, dan Breton, Arthur tidak pernah meninggal, dan ia akan kembali untuk memimpin orang-orangnya lagi. Avalon kemudian diasosiasikan dengan Glastonbury pada tahun 1190 ketika biarawan di Glastonbury Abbey mengaku menemukan sisa-sisa Arthur dan ratunya. Menurut tulisan Gerald dari Wales, di masa lalu Glastonbury disebut sebagai Isle of Avalon. Berabad-abad sebelumnya, tempat ini juga disebut sebagai Ynys Gutrin atau dalam bahasa Wales berarti Island of Glass (kota kaca). Dari kata-kata ini, bangsa Saxon yang menyerang kemudian memberikan nama Glastingebury.

Avalon banyak disebut-sebut dalam tulisan yang sangat terkenal berjudul History of the Kings of Britain (1138) yang ditulis oleh Geoffrey of Monmouth (c. 1100-1154). Sebagian berupa cerita fiksi, sebagian sejarah, dan sebagian didasarkan pada cerita rakyat bangsa Celtic, karya Geoffrey ini merupakan sumber populer pertama yang menggambarkan kisah Raja Arthur, seorang raja yang diyakini pernah berkuasa di Inggris pada abad kelima atau keenam Masehi.  Era tersebut berada dalam kisaran waktu Abad Kegelapan yakni sebuah periode setelah bangsa Romawi mundur dari wilayah Eropa bagian baratlaut dan setelah kemunduran itu wilayah tersebut diduduki oleh para pendatang dari Eropa Timur dan Skandinavia. Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah pada periode tersebut.


Sumber :


Saturday, May 2, 2015

ATLANTIS : LEGENDA KOTA PERADABAN TINGGI

Atlantis adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias. Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.

Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.

Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato.

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia.

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Sahabat anehdidunia.com bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Sahabat anehdidunia.com di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.


Jadi bagaimana pembaca menyikapi legenda Atlantis ini? Apakah atlantis benar-benar pernah ada di Bumi ini?


Sumber :

EL DORADO : LEGENDA KOTA EMAS YANG HILANG

El Dorado merupakan salah satu kota hilang yang paling dicari, karena konon katanya banyak sekali emas yang terdapat di kota ini. Maka dari itulah, El darado dikenal sebagai kota emas dari sebuah kerajaan mistis yang ditemukan di hutan Amerika Selatan.

Pada abad 16 dan abad 17, orang Eropa percaya bahwa El Dorado ada dan terletak di Dunia Baru. Pencarian kota tersebut telah menyita banyak sekali jiwa, membuat setidaknya satu orang bunuh diri, bahkan ada yang dieksekusi mati.

"Secara geografis, letak El Dorado telah bergeser dan berakhir di suatu tempat di Amerika," kata Jim Griffith, penulis cerita rakyat dari Tucson, Arizona. Namun, kota dengan kekayaan tak terhitungkan ini belum juga ditemukan.

Berawal dari penjelajah Spanyol yang tiba di Amerika Selatan di awal abad 16, mereka mendengar kisah-kisah tentang suku pribumi di pegunungan Andes, yang sekarang dikenal dengan Colombia. Ketika kepala suku naik takhta, kekuasaannya diawali dengan berbagai upacara, tetapi mereka dengan konsisten mengatakan bahwa penguasa baru tertutup debu emas, dan bahwa emas dan perhiasan dilempar ke danau untuk menenangkan para dewa yang tinggal di dalam air.

Rakit emas El Dorado ditemukan pada tahun 1969 di gua dekat Bogota, Kolombia. Adanya harta karun yang tersimpan di kawasan El Dorado di Amerika Selatan, hingga kini masih menjadi sebuah legenda bagi rakyat Amerika dan dunia.

Sejumlah penelitian sejarah atau penelitian pribadi dilakukan untuk mengungkap misteri yang meliputinya. Sahabat anehdidunia.com bayangan tentang emas dan permata berharga yang terkubur di suatu tempat di pedalaman Amerika Selatan itu, masih tetap hangat dibicarakan.

Satu-satunya pijakan untuk mengungkap rahasia besar itu adalah legenda yang tersiar sejak lima ratus tahun lalu. Tentang suku Chibcha, sub suku Indian Amerika Selatan yang sangat memuja Dewa Matahari. Mitologi kuno mereka yang dilansir orang-orang Spanyol menyebutkan, bahwa pemujaan ini berkaitan dengan sejumlah persembahan harta berharga seperti emas dan batu permata. Orang-orang Chibcha menganggap emas adalah anugerah dari Dewa Matahari dan selayaknya dipersembahkan kembali kepada sang Dewa.

Lalu kisah yang menyeruak dari mulut ke mulut menyebutkan, pemujaan tersebut membuat suku-suku Chibcha melebur emas sebagai perisai bagi bangunannya. Sehingga, kuil-kuil pemujaan mereka disebut dilapisi oleh lempeng emas. Namun, tak ada bukti yang tersisa dari perkiraan ini.

Pengembaraan paling terkenal dalam pencarian El Dorado dilakukan oleh Francisco de Orellana dan Gonzalo Pizarro (1541), yang menghilir Sungai Napo ke lembah Sungai Amazon sehingga ke deltanya.

Ekspedisi lain termasuk oleh Philipp von Hutten (1541–1545), yang mengetuai kumpulan penjelajah dari Coro persisiran Venezuela; dan Gonzalo Jiménez de Quesada, Governor of El Dorado, yang bermula dari Bogotá (1549).

Sir Walter Raleigh, yang menyambung pencarian dari 1595, menggambarkan El Dorado sebagai bandar di Tasik Parima jauh di Orinoco di Guayana (hari ini Venezuela). Bandar ini di tasik ditanda di England dan peta lain sehingga kewujupannya dibukti palsu oleh Alexander von Humboldt (1769–1859).

Antara cerita menarik adalah yang dikisahkan oleh leftenan Martinez bawah Diego de Ordaz, yang mendakwa diselamatkan dari kapal pecah, di bawa ke pendalaman di Omoa oleh "El Dorado" sendiri (1531)


Sumber :