Showing posts with label Istana London. Show all posts
Showing posts with label Istana London. Show all posts

Thursday, April 2, 2015

BUCKINGHAM PALACE LONDON : Pusat Berkumpulnya Masyarakat Britania Raya

Buckingham Palace
Salah satu keluarga kerajaan yang menjadi pusat perhatian dunia adalah kerajaan Inggris. Sejak awal berdirinya beragam intrik terjadi di dalam istana kerajaan Great Britain. Perjalanan panjang perebutan kekuasaan, menjadikan kerajaan Inggris penuh dengan dinamika.

Buckingham Palace adalah kediaman resmi ratu Inggris di London. Istana ini adalah tempat untuk peristiwa-peristiwa kenegaraan, tempat menyambut tamu negara, dan tempat kunjungan pariwisata. Seringkali dalam masa-masa kegembiraan, krisis atau perkabungan, tempat ini juga menjadi pusat berkumpul untuk masyarakat Britania Raya.
 
Tentara Buckigham London
Bangunan ini sebelumnya dikenal dengan nama Buckingham House, gedung yang dipergunakan sekarang ini dan menjadi tempat kunjungan dari para wisatawan asing, sebenarnya adalah sebuah balai kota yang dibangun untuk Duke of Buckingham pada tahun 1703 dan diambil alih oleh George III pada tahun 1761 dan dijadikan sebagai rumah pribadi yang dikenal sebagai "The Queen's House". Bangunan ini sudah mengalami pengembangan dari sejak dibangun, secara dasar oleh arsitek John Nash dan Edward Blore, sehingga menghasilkan tiga gedung sayap tambahan dari halaman tengah. Buckingham Palace akhirnya menjadi kediaman resmi dari keluarga kerajaan Britania Raya sejak pengangkatan Ratu Victoria pada tahun 1837. Penambahan terakhir dari gedung ini dibuat pada akhir abad ke-19 dan awal dari abad ke-20, termasuk di dalamnya bagian depan yang sering kita lihat sekarang dari Buckingham Palace. Bangunan ini juga masih beberapa kali direferensikan sebagai "Buck House".

Ratu Victoria, keluarga kerajaan pertama yang tinggal Buckingham Palace, menempatinya sejak tahun 1837. Desain interiornya didominasi oleh hiasan yang berasal dari awal abad ke-19, dimana masih banyak juga yang dipajang hingga sekarang, termasuk penggunaan warna-warna cerah yang dikenal dengan teknikscagliola dan biru serta merah jambu lapis, yang merupakan saran dari Sir Charles Long. King Edward VII melakukan perubahan perubahan dekorasinya dan menambahkan Belle epoque cream dan warna-warna keemasan. Banyak ruangan untuk menerima tamu dalam ukuran kecil yang dilengkapi dengan furnitur-furnitur Cina yang dibawa dari Royal Pavilion yang terletak di Brighton dan dari Carlton House setelah wafatnya King George IV. Buckingham Palace Garden adalah taman milik pribadi yang terbesar di London, dimana desainnya dirancang oleh ahli pertamanan, Capability Brown, namun dirancang ulang oleh William Townsend Aiton dari Kew Gardens dan John Nash. Danau buatannya selesai dibuat pada tahun 1828 dan diisi air dari Serpentine, sebuah danau yang terletak di Hyde Park.
 
Buckingham Palace top view
Didalam gedung ini juga ada satu ruangan yang dipergunakan sebagai ruangan kerja dari Queen Elizabeth II dan keluarga kerajaan untuk acara maupun jamuan resmi kenegaraan. Gedung ini merupakan salah satu gedung yang sangat popular dan dikunjungi oleh wisatawan tak kurang dari 50,000 orang per tahunnya untuk menghadiri jamuan makan malam, makan siang, resepsi dan pesta-pesta resmi keluarga kerajaan.
 
Salah satu interior Buckingham Palace
Pada Abad Pertengahan, area Buckingham Palace membentuk area dari "Manor of Ebury" (yang juga dikenal dengan "Eia"). Namun area tersebut sekarang sudah menjadi satu dengan sungai Tyburn, yang masih mengalir hingga sekarang, di arah Selatan dari istana. Kepemilikan dari area ini pernah berpindah tangan beberapa kali, dari Edward the Confessor, Edith of Wessex pada akhir-akhir zaman Saxon, dan sesudah Norman Conquest, William the Conqueror. William kemudian memberikan area ini kepada Geoffrey de Mandeville, yang menyerahkannya kepada biarawan dari Westminster Abbey.

Pada tahun 1531, Henry VIII mengakusisi Rumah Sakit St James (yang nantinya dikenal sebagai St. James's Palace) dari Eton College, dan pada tahun 1536 ia membeli Manor of Ebury dari Westminster Abbey. Proses ini menjadikan area Buckingham Palace kembali ke tangan kerajaan untuk pertama kali sejak William "Sang Penakluk" memberikannya kepada orang lain selama kurun waktu tidak kurang dari 500 tahun lamanya.

Berbagai macam pemilik pernah menyewanya dari pada tuan tanah dan itu adalah hal yang lazim dilakukan pada sekitar abad ke-17-an, dimana setelah itu, kawasan desa lama dari Eye Cross telah berubah menjadi "decay", dan area tersebut pada umumnya adalah area buangan. Karena membutuhkan uang, James I menjual sebagian area dari Crown freehold tapi tetap memiliki bagian lainya yang terdiri atas empat hektare kebun mulberry untuk membuat sutra. (Area ini terletak pada arah sudut Barat Daya dari areanya yang sekarang dikenal.). Sumber

Beberapa fakta sejarah yang diungkap, hanya sedikit dari sejarah panjang perebutan kekuasaan dalam tubuh kerajaan Inggris.
  1. Istana ini tidak menetapkan dress code secara resmi, tetapi tidak ada satu orang pun yang mengunjungi dengan jeans lusuh juga. Kebanyakan orang yang diundang ke Istana Buckingham di siang hari akan mengenakan seragam kerja ataupun jas. Sedangkan di malam hari, tergantung dari tingkat formalitas, para pengunjung pria akan mengenakan dasi hitam atau putih. Jika para pria mengenakan dasi putih, maka para wanita akan mengenakan tiara.
  2. Suatu ritual yang harus dilakukan setiap hari walaupun pada hari Natal adalah pembersihan kerakal (gravel) pekarangan dari istana ini. Kerakal ini dibersihkan dan dirapikan dengan perlengkapan mesin setiap pagi. Kemudian menjelang sore hari, akan diadakan lagi dua inspeksi, berjaga-jaga agar tidak kelihatan sampah bermunculan. 
  3. Tempat dimana Istana Buckingham berdiri dulunya merupakan kebun pohon murbei (mulberry) yang ditanam oleh Raja James I, seorang raja pencinta buku yang memerintah selama tahun 1603 hingga 1625. Raja James juga menternak ulat sutera di istana tersebut. Tetapi, James memilih semak-semak murbei yang salah sehingga usahanya sia-sia.
  4. Meskipun namanya adalah Istana Buckingham, tempat ini dulunya hanya merupakan ‘landasan’ bagi para aristokrat. Nama tempat ini diberikan pada abad ke-18 oleh politisi Tory: John Sheffield, Earl of Mulgrave dan Marquess of Normanby ketiga, yang merupakan Duke of Buckingham pada tahun 1703. Sang bangsawan ini pun membangun tempat yang dinamakan Rumah Buckingham untuk dirinya sendiri sebagai tempat berkumpul yang mewah di London.
  5. Arsitek virtuoso John Nash kemudian mengubah Rumah Buckingham menjadi Istana Buckingham pada tahun 1820-an. Monarki pertama yang menggunakan kreasi Nash sebagai rumah resmi adalah Ratu Victoria yang pindah ke sini pada tahun 1837. Leluhur Victoria, William IV, menganggap ini sebagai tempat kumuh - sebagaimana para orang Inggris mengatakan dan malah menetap di tempat yang lebih umum yaitu Clarence House on The Mall.
  6. Istana Buckingham secara desain sebenarnya lebih radikal daripada apa yang dibayangkan. Beberapa kamar bertemakan kebudayaan Cina. Beberapa perabotan dan dekorasi dipinjam dari gaya oriental berani Pangeran Regent Brighton Pavilion. Tetapi kemudian ini dijual oleh Ratu Victoria untuk membiayai pembangunan Istana Buckingham.
  7. Monarki satu-satunya yang dilahirkan dan meninggal di Istana Buckingham adalah Edward VII, sang perokok yang juga pencipta kedamaian, yang hidup dari tahun 1841 hingga 1910. 
  8. Sebenarnya, pemboman terjadi dengan sangat parah. Istana ini terpukul 9 kali. Beberapa kali, Raja George VI dan Ratu Elizabeth menghindar agar tidak terbunuh.
  9. Selama pemboman tersebut, setidaknya nyawa seseorang menjadi korban, yaitu PC Steve Robertson, seorang polisi yang sedang berdinas di istana. PC Steve Robertson terkena sisa puing-puing yang beterbangan pada 8 Maret 1941 ketika bagian utara dari istana ini dihancurkan. Terdapat sebuah logam pipih di kebun untuk mengenang beliau.
  10. Tempat bersejarah ini memiliki lebih dari 350 buah jam. 2 orang ahli jam akan memutar kembali jam nya setiap minggu agar jam-jam tersebut semuanya terawat. Sumber



KENSINGTON PALACE LONDON : Istana Megah dengan Kisah yang Memilukan


Kensington Palace
Istana Kensington merupakan sebuah kediaman kerajaan di Kensington Gardens di borough kerajaan Kensington dan Chelsea, London, Inggris. Bangunan ini telah berfungsi sebagai kediaman bagi Keluarga Kerajaan Britania Raya sejak abad ke-17, dan kini menjadi kediaman resmi bagi Pangeran William, Adipati Cambridge dan istrinya; Pangeran Harry; Pangeran Richard, Adipati Gloucester dan istrinya; Pangeran Edward, Adipati Kent dan istrinya; serta Pangeran Michael dari Kent dan istrinya. Istana tersebut mengalami beberapa perkembangan dari fisik bangunan hingga hiasan taman yang menghiasi istana tersebut.

Perkembangan Istana
Era William III dan Mary II
Istana Kensington awalnya merupakan sebuah rumah besar sederhana bergaya Jacobean dengan dua lantai, yang dibangun Sir George Coppin pada tahun 1605 di Desa Kensington. Rumah ini dibeli pada tahun 1605 oleh Heneage Finch, Earl of Nottingham yang pertama, sehingga kemudian dikenal sebagai Nottingham House. Tak lama setelah William III dan Mary II bertakhta pada tahun 1689, mereka mulai mencari sebuah kediaman yang memiliki lokasi yang lebih baik untuk William yang menderita asma, karena Istana Whitehall terlalu dekat dengan Sungai Thames dengan kabut dan banjirnya.

Interior Kensington Palace
 Pada musim panas tahun 1689, William dan Mary membeli Nottingham House dari Daniel Finch, Earl of Nottingham yang kedua senilai £200.000. Mereka kemudian memerintahkan Sir Christopher Wren untuk memulai perluasan kediaman itu dengan segera. Istana didesain dengan dikelilingi kebun-kebun yang terpisah dan kebun kenegaraan yang formal, dilengkapi dengan jalan setapak dan petak bunga, seturut gaya Belanda. Istana ini dihuni tak lama sebelum Natal 1689. Sampai 70 tahun kemudian, Istana Kensington menjadi kediaman favorit penguasa monarki Britania.

Era Anne
Setelah kematian William III, istana ini menjadi kediaman Ratu Anne. Ia meminta Christopher Wren untuk menyelesaikan perluasan yang telah dimulai di masa William dan Mary, yang menghasilkan Apartemen Ratu dengan Pintu Masuk Ratu, serta sebuah tangga yang didesain secara sederhana dengan anak tangga yang dangkal sehingga Ratu dapat turun tangga dengan anggun. Ini dimanfaatkan Ratu sebagai akses antara apartemen dan kebun. Kontribusi Ratu Anne yang paling terkenal adalah kebun istana. Ia meminta pembangunan Orangery pada tahun 1704, hasil desain Hawksmoor dan dimodifikasi John Vanbrugh. Kualitas dekorasi interior, termasuk detail ukiran karya Grnling Gibbons, mencerminkan niat penggunaannya, yang tidak hanya sebagai rumah kaca, tetapi juga sebagai tempat hiburan. Terdapat pula sebuah parterre besar bergaya barok seluas 121.000 m2 karya Henry Wise, tukang kebun kerajaan, dengan pohon-pohon yang dijepit pada kerucut.

Era George I dan II
George I menghabiskan banyak dana pada apartemen-apartemen kerajaan baru, menciptakan tiga ruangan baru yang dikenal sebagai Privy Chamber, Cupola Room, dan Withdrawing Room. Pada tahun 1722, ia menyewa William Kent – yang relatif tak dikenal – untuk mendekorasi ruangan-ruangan kenegaraan. Cupola Room merupakan karya pertama Kent bagi Raja. Atap oktagonal berlangit-langit kubah dicat emas dan biru, serta pada sisi-sisi ujungnya terdapat panel mendatar dengan bintang Order of the Garter sebagai hiasannya. Dinding dan bagian-bagian yang terbuat dari kayu dicat cokelat dan emas agar kontras dengan pilaster (pilar segi empat) marmer putih. Karya terakhir Kent di istana ini adalah Tangga Besar Raja (King's Grand Staircase). George I merasa puas atas hasil karya ini. Raja George I turut memperluas istana dengan tambahan apartemen di sisi barat laut untuk selirnya, Melusine von der Schulenberg, Duchess of Kendal.


Penguasa monarki terakhir Britania yang menghuni Istana Kensington adalah George II, yang tidak melakukan perubahan besar apapun pada istana selama masa pemerintahannya. Karyanya yang masih bertahan adalah Danau Serpentine (The Serpentine), sebuah kolam bernama Round Pond, dan Broad Walk. Sumber


Peristiwa Tragis di Kensington
Kini, istana yang akan menjadi tempat tinggal Kate dan William, Duke dan Duchess of Cambridge, juga dikenal sebagai lokasi fasad yang sangat besar itu sebagai tempat ribuan bunga dan ucapan selamat tinggal bagi mendiang Putri Diana yang meninggal tragis di tahun 1997.

Kensington telah menjadi istana  yang menyaksikan beragam skandal dan tragedi selama hampir 300 tahun berdiri. Di tahun 1690, William III dan Ratu Mary merenovasi ulang tempat tinggal barunya itu untuk "membersihkan" udara di istana tersebut. Di usia 32 tahun, begitu pindah ke istana tersebut, Ratu Mary terkena penyakit cacar. Dalam seminggu, ia tutup usia.

Pada tahun 1702, William jatuh dari kuda di Hampton Court dan dibawa ke Istana Kensington, di mana ia wafat tak lama kemudian akibat pneumonia. SetelahWilliam III meninggal di istana tersebut, kemudian ia kedudukannya digantikan oleh iparnya, Ratu Anne, yang menikahi George dari Denmark. Selama pernikahannya dengan George, ia mengandung 17 kali untuk mencari keturunan dan pengganti kepemimpinan kerajaan. Namun, semua 17 anak yang ia lahirkan tidak pernah mencapai usia dewasa. Mereka meninggal karena berbagai sebab. Anak yang paling lama hidup adalah Pangeran William, yang mencapai usia 11 tahun, tetapi meninggal karena penyakit misterius.

Ibunya, Ratu Anne yang sakit hati pun akhirnya meninggal pada usia 49 tahun. Anne yang tak bisa memberikan keturunan tersebut sama dengan akhir dari dinasti Stuart. Meski ia sudah memiliki sekitar 50 saudara dekat, semua ditolak karena beragama Katolik Roma. Akhirnya kedudukan kerajaan diberikan kepada George I, dari Hanover, pada tahun 1714, saudara Anne terdekat yang beragama Protestan. Suami Ratu Anne, Pangeran George dari Denmark, telah wafat lebih dulu di istana ini pada bulan Oktober 1708.

Kini, di pinggiran tangga Istana Kensington, terdapat lukisan dan foto-foto para supir, pembantu, bahkan bayi, yang diminta ditaruh di sana oleh Raja George I untuk meluruhkan kutukan, dan untuk membuat istana tersebut terasa lebih nyaman.

Keluarga George I juga tak jauh dari bencana. Ketika ia pindah ke London, ia meninggalkan istrinya yang tak setia, Sophia, dikunci di dalam sebuah istana di Jerman, bahkan ada yang mengatakan, Sophia dipenggal. Menantu George I, Caroline, yang dikenal sebagai puteri yang paling cerdas, ceria, dan sedikit berisi itu meninggal akibat hernia. Ia meninggal perlahan dan tersiksa. Puteri berikut yang tinggal di Kensington adalah Charlotte, anak dari George III. Namun, sang ayah sangat benci ibu Charlotte, Caroline dari Brunswick, dan diklaim hanya bercinta dengan George III sebanyak 3 kali sebelum diusir ke Kensington. George III sangat mencintai puterinya, yang akhirnya meninggal di usia 21 tahun, akibat berusaha melahirkan selama 48 jam. Ia meninggal bersama bayinya.

Dicarilah kemudian, anak yang bisa menjadi pengganti pemimpin kerajaan dari 15 anak George III. Hadirlah Victoria, yang lahir di tahun 1819. Ia juga tinggal di Kensington. Namun, karena sistem Kensington, yang membuatnya seakan terkungkung, dan membuatnya sangat tergantung kepada ibunya, dan kekasih ibunya, Sir John Conroy. Ketika Victoria menjadi ratu, ia segera pindah ke istana Buckingham. Dua tahun kemudian, ia menikahi Pangeran Albert, yang ia pernah temui saat masih tinggal di Kensington. Namun, Pangeran Albert meninggal tak lama setelah mereka menikah.


Puteri Margaret kemudian menempati Kensington, dan menghabiskan begitu banyak uang untuk merenovasi Kensington sebelum akhirnya tinggal di sana pada tahun 1960. Sayang, pernikahan Margaret kemudian runtuh di tahun 70-an. Margaret tetap tinggal di Kensington hingga meninggal di tahun 2002, tanpa banyak teman. Di istana ini, pada masa hidup Puteri Margaret, ia bertetangga dengan Puteri Diana. Dikabarkan, Puteri Margaret pernah melihat Puteri Diana membawa selingkuhannya melewati apartemennya. Sumber

LONDON TOWER : Benteng, istana, dan penjara bersejarah

Di puncak sebuah bukit di sisi utara Sungai Thames di sebelah timur kota London terdapat salah satu monumen yang paling terkenal di dunia yang dikenal dengan Tower of London. Selama hampir seribu tahun, monumen ini, yang merupakan sebuah kompleks yang berfungsi sebagai benteng, istana, dan penjara, sangat berperan dalam sejarah Inggris yang penuh pergolakan. Di masa lampau, para raja, ratu, pelayan istana, pengunjung gereja, politikus, dan hakim melewati gerbang-gerbangnya. Ada yang keluar lagi dengan selamat, dan ada juga yang bernasib malang tidak terlihat lagi untuk selama-lamanya.

Menara London adalah kastil bersejarah yang terletak di pusat kota London, Inggris di tepi utara Sungai Thames. Kastil ini terletak di dalam kawasan London Borough of Tower Hamlets dan terpisah dari ujung timur kota London oleh ruang terbuka yang dikenal sebagai Bukit Menara. Kastil ini didirikan pada tahun 1066 sebagai bagian dari Penaklukan Normandia di Inggris. Menara Putih, yang merupakan bagian terpenting dari kastil ini dibangun pada tahun 1078 oleh William sang Penakluk, dan merupakan simbol dari kebencian dan penindasan yang ditimpakan pada London oleh para elit penguasa baru. Menara London pernah digunakan sebagai penjara sejak tahun 1100, meskipun itu bukan tujuan utama dari pembangunan kastil ini. Pada awalnya, kastil ini dimaksudkan sebagai sebuah istana megah yang akan difungsikan sebagai kediaman resmi kerajaan. Secara keseluruhan, Menara London merupakan kompleks dari beberapa bangunan yang ditempatkan di dalam dua cincin konsentris dari tembok pertahanan dan parit. Sepanjang sejarahnya, beberapa perluasan pernah dilakukan, terutama dimasa pemerintahan Richard I, Henry III dan Edward I pada abad ke-12 dan 13. Tata letak yang berlaku sekarang ini ditetapkan pada abad ke-13.

Menara London telah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah Inggris. Menara ini pernah dikepung musuh beberapa kali dan usaha untuk mempertahankan menara ini juga berperan penting dalam mempertahankan Inggris. Menara London telah dialihfungsikan dalam berbagai kegunaan, diantaranya sebagai gudang senjata, pusat keuangan, kebun binatang, kediaman resmi Royal Mint, kantor catatan publik dan tempat penyimpanan Mahkota Permata Britania Raya. Sejak abad ke-14 sampai masa pemerintahan Charles II, prosesi penobatan raja Inggris akan dimulai di menara dan kemudian baru dilanjutkan ke Westminster Abbey. Saat raja tidak ada, pasukan yang disebut sebagai Prajurit Menara diberi tanggung jawab untuk menjaga kastil. Jabatan ini merupakan suatu jabatan yang kuat dan terpercaya pada periode abad pertengahan. Pada abad ke-15, menara digunakan sebagai penjara bagi Dua Pangeran. Berikutnya, selama Periode Tudor, menara tidak lagi digunakan sebagai kediaman kerajaan, namun masih berfungsi sebagai benteng pertahanan.

Periode puncak penggunaan kastil sebagai penjara terjadi pada abad ke-16 dan 17, di mana pada saat itu banyak anggota kerajaan yang dianggap sebagai pembuat aib. Elizabeth I pernah dipenjarakan di menara sebelum ia menjadi ratu. Penggunaan menara sebagai penjara ini akhirnya memunculkan istilah baru pada saat itu, yaitu "dikirim ke menara". Reputasi menara sebagai tempat penyiksaan dan eksekusi mulai populer pada abad ke-16, istilah ini terutama sekali dipopulerkan oleh para propagandis agama dan para penulis pada abad ke-19. Meskipun demikian, tercatat hanya tujuh orang yang dieksekusi di menara ini sebelum terjadinya Perang Dunia pada abad ke-20. Proses eksekusi lebih sering dilakukan di bukit di sebelah utara menara yang dikenal dengan nama Bukit menara, di mana sekitar 112 hukuman mati telah terjadi disana dalam kurun waktu 400 tahun. Pada paruh kedua abad ke-19, lembaga seperti Royal Mint pindah dari kastil ke tempat lain dengan meninggalkan banyak bangunan kosong. Anthony Salvin dan John Taylor kemudian memanfaatkan kesempatan ini dengan mengembalikan menara ke penampilan seperti halnya pada abad pertengahan. Saat terjadinya Perang Dunia I dan II, menara kembali dialihfungsikan sebagai penjara dan menjadi tempat eksekusi bagi 12 orang mata-mata musuh. Setelah Perang Dunia II, kerusakan parah yang diakibatkan oleh peristiwa Blitz diperbaiki dan kastil mulai dibuka untuk publik. Saat ini, Menara London menjadi salah satu atraksi wisata paling populer di Inggris. Menara ini dirawat oleh badan amal Istana Kerajaan Bersejarah dan dilindungi sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Sumber

ELIZABETH TOWER LONDON a.k.a BIG BEN

Big Ben dan Istana Westminster
Big Ben merupakan sebuah bangunan terkenal di dunia yang berlokasi di London Inggris. didesain oleh seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison, dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854. Namun menara Big Ben belum selesai saat itu sampai tahun 1859.

Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. 61 meter (200 kaki) di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.

Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.(Sumber)

Ikon Kota London ini merupakan bagian dari Gegung Parlemen Inggris, yang aslinya bernama Clock Tower namun lebih dikenal dengan nama Big Ben. Dinamakan Big Ben karena memiliki bel besar di menaranya. Penggantian namanya menjadi Elizabeth Tower diresmikan oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron.

Penggantian nama ini merupakan rekomendasi anggota Partai Konservatif, Tobias Ellwood, dan diterima oleh anggota parlemen lain. Meski begitu, sebagian besar warga Inggris ternyata tidak menyetujui penggantian nama Big Ben. Sebuah jajak pendapat yang digagas YouGov menemukan bahwa setengah dari warga Inggris menolaknya, dan hanya 30 persen yang setuju. (Sumber)


10 Fakta dari Elizabeth Tower a.k.a Big Ben :
  1.  Nama asli dari bangunan ini sebenarnya adalah The Clock Tower. Big Ben hanyalah nama panggilan yang diberikan untuk lonceng terbesar di menara tersebut, atau dikenal sebagai Great Bell.
  2. Pada 5 Agustus 1976 Big Ben mengalami kerusakan pertama dan terbesar. Bagian dari lonceng hancur karena logam yang sudah tua. Big Ben berhenti selama 9 bulan dan 26 hari - jam ini akhirnya berbunyi kembali pada tanggal 9 Mei 1977, ini adalah kerusakan terlama sejak pembangunannya.
  3. Berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2008, Big ben merupakan tempat wisatawan yang paling terkenal se-Britania Raya.
  4. Selain terkenal sebagai Big Ben Tower, bangunan ini juga kadang disebut sebagai St. Stephen Tower. Menara ini sebenarnya bisa ditemukan di tengah dari sisi barat House of Parliament.
  5. Big Ben pertama kali berbunyi pada 31 Mei 1859
  6. Ukuran emas latin bisa dijumpai di setiap dasar nomor-nomor jam. Di sana tertulis “Domine Salvam Fac Reginam Nostrum Victoriam Primam:, yang berarti “Oh Tuan, pertama-tama lindungilah Ratu Victoria”.
  7.  Asal nama Big Ben sendiri sebenarnya masih simpang siur. Beberapa meyakini bahwa Clock Tower ini dinamai Big Ben berasal dari nama seorang insinyur teknik sipil sekaligus politikus yang sangat tinggi, Benjamin Hall. Ada lagi yang bilang bahwa nama ini berasak dari Benjamin Caunt, petinju Inggris yang memenangkan turnamen ketika zaman-zaman menara ini menjadi pusat perbincangan di London.
  8. Big Ben berdenting 15 menit sekali. Bahkan bunyi loncengnya bisa terdengar hingga sejauh 8 km.
  9. Sejarah dimulainya Big Ben disambut oleh berbagai permasalahan. Awalnya konstruksi bangunan ini diwarnai dengan keterlambatan akan pengiriman bahan baku bangunan, birokrasi dan isu anggaran. Ditambah lagi, menara ini terlalu kecil untuk ukuran jamnya. Lonceng seberat 16,25 ton juga rusak sehari setelah diuji. ama Big Ben tinggal sejarah sejak diubah nama menjadi Elizabeth Tower sejak 2012 yang lalu.



HAMPTON COURT PALACE LONDON : Warisan kemegahan dari abad XV


Istana Hampton Court adalah sebuah istana Kerajaan Britania Raya yang berlokasi di borough London Richmond upon Thames, London Raya dan di county bersejarah Middlesex. Istana ini terletak 11,7 mil (18,8 kilometer) di sebelah selatan Charing Cross dan mulai dihuni oleh Keluarga Kerajaan Britania Raya pada abad ke-18. Hampton Court pada awalnya dibangun untuk Kardinal Thomas Wolsey, favorit Raja Henry VIII, sekitar tahun 1514. Pada tahun 1529, setelah Wolsey pensiun, istana itu diambilalih oleh Raja, dan diperbesar .

Bagian Istana Hampton Court
Abad berikutnya, William III melakukan renovasi besar-besaran dan proyek perluasan istana yang dimaksudkan untuk menyaingi Istana Versailles di Paris. Namun proyek ini dihentikan pada tahun 1694, meninggalkan istana dalam dua gaya yang berbeda arsitekturnya, yaitu gaya Tudor dan Barok. Saat ini, Istana ini terbuka untuk umum, dan merupakan salah satu daya tarik wisata di London. Istana ini dikelola dan dirawat oleh sebuah badan amal independen bernama Historic Royal Palaces, yang tidak menerima dana dari Pemerintah ataupun Kerajaan.

Istana Hampton Court di lihat dari atas
Taman yang berlokasi di depan istana adalah tempat diadakannya Festival Istana Hampton Court dan Pameran Bunga Istana Hampton Court setiap tahunnya. Serupa dengan Istana St James, istana ini adalah salah satu dari dua istana milik Raja Henry VIII yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Istana Hampton Court dari jarak jauh
King Henry VIII dan raja-raja selanjutnya banyak melakukan perubahan dan perluasan terhadap Hampton Court Palace. Istana ini pun kemudian dibuka untuk pengunjung oleh Queen Victoria pada tahun 1796. Pada tahun 1952, Hampton Court Palace dan bersama beberapa struktur bangunan di sekitarnya menjadi salah satu bangunan bersejarah yang dilindungi.  Saat ini, Istana Hampton Court adalah salah satu istana kerajaan Inggris yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dan sering menjadi setting film. Banyak yang bisa dilihat di Hampton Court Palace, diantaranya adalah: Great Hall, Cartoon Gallery, Henry VIII’s Kitchen, Chapel Royal, Clock Court, Royal Tennis Court, Fountain Court, Sunken Garden, Privy Garden, Great Vine, Maze, dan Home Park. Anda juga bisa melihat berbagai pameran dengan tema tertentu di kompleks Istana Hampton Court, seperti Young Henry VIII Exhibition, A living Tudor World, Henry VIII’s Crown of State, Live Tudor Kitchen and Cookery, dan Garden exhibition.